Fasilitas kesehatan seharusnya menjadi tempat perlindungan—sebuah ruang yang menawarkan kesembuhan dan rasa aman. Namun, bagi banyak anak di Jawa Tengah, bangunan yang seharusnya melindungi mereka justru menyimpan risiko kesehatan masyarakat yang serius:, kurangnya layanan air bersih, sanitasi, dan kebersihan (WASH) yang memadai., Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2020, satu dari sepuluh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Jawa Tengah belum memiliki akses air bersih yang memenuhi protokol keamanan standar. Sebagian besar Puskesmas memang memiliki fasilitas cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir, namun lokasinya seringkali hanya tersedia di dekat..., Puskesmas Sokaraja II, menghadapi tantangan besar. Meskipun air mengalir, kualitasnya kurang layak. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa pasokan air mereka tercemar bakteri E. coli dan mengandung kadar besi yang tinggi—sebuah ancaman nyata bagi fasilitas yang menyediakan layanan persalinan dan melayani ribuan pasien, termasuk anak-anak. Pada tahun 2024 saja, lebih..., WASH FIT (, Water and Sanitation for Health Facility Improvement Tool, ), - atau Kesling Plus. Kesling Plus merupakan instrumen penilaian yang membantu fasilitas kesehatan memperbaiki layanan air, sanitasi, kebersihan, pembersihan lingkungan, serta pengelolaan limbah. UNICEF memperkenalkan Kesling Plus ke berbagai Puskesmas di Banyumas dan mendampingi sejumlah pusat kesehatan tersebut dalam melakukan perbaikan..., Kolaborasi ini terwujud berkat dukungan pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, serta pendanaan dari Pemerintah Korea., Di Puskesmas Sokaraja II, hasil penilaian tersebut menyoroti bahaya kualitas air yang buruk. Solusi yang diambil sangat tepat sasaran: pemasangan sistem filtrasi air dan penambahan tangki air (toren) atas untuk menjamin ketersediaan air bersih. “Intervensi ini sangat krusial,” ujar, dr. Cahyanita Sayekti, Kepala Puskesmas Sokaraja II yang akrab disapa dr. Nita, . “Kualitas air di Puskesmas Sokaraja II telah berubah total. Hasil pemeriksaan laboratorium terbaru kami menunjukkan nol jejak bakteri E. coli . Karena kami menyediakan layanan persalinan yang membutuhkan higienitas mutlak, (jadi) ini adalah sebuah titik balik.” Peningkatan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada air bersih. Puskesmas ini juga..., Puskesmas Banyumas, menghadapi risiko yang berbeda:, kelangkaan pasokan air., Menempati gedung cagar budaya yang megah—bekas bank peninggalan Belanda ( Banjoemasche Bank ) yang dibangun pada tahun 1775—fasilitas ini merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah lokal. Puskesmas ini juga menjadi pusat layanan yang sangat sibuk dan telah ditetapkan sebagai Puskesmas Ramah Anak, dengan, kunjungan lebih dari 9.000 anak setiap tahunnya., “Sumber air utama kami berasal dari perusahaan penyedia air setempat (PDAM),” jelas, dr. Kuntoro, Kepala Puskesmas Banyumas, . “Dulu ada saat-saat di mana air tiba-tiba mati total. Kami harus menghubungi PDAM dan memohon pengiriman tangki air hanya agar operasional kami tetap bisa berjalan.” Setelah melalui analisa Kesling Plus, fasilitas ini sekarang menggunakan sumur bor baru—sumur dalam yang mengambil air dari sumber bawah tanah. Intervensi ini melipatgandakan..., PERIKSA (Perangkat Penilaian Risiko Iklim Sanitasi dan Air Minum), —yang dikembangkan oleh UNICEF bersama Bappenas—Puskesmas juga dapat mengidentifikasi cara-cara untuk merancang sistem air dan sanitasi yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim. Kombinasi ini sangat krusial bagi, Puskesmas Baturraden II, . Terletak di bawah kaki Gunung Slamet, fasilitas ini rentan terhadap cuaca gunung yang tidak menentu. Hujan deras dan sambaran petir sering kali memutus jaringan listrik, membuat pusat kesehatan tersebut gelap gulita. Pemadaman listrik bisa berdampak fatal—terutama bagi lemari pendingin yang penuh dengan vaksin dan obat-obatan yang sensitif..., Kepala Puskesmas Baturraden II, Fajar Tri Asih, S.Kep., Ns., M.M., M.Kep. , Setelah penilaian tersebut dilakukan, pihak Puskesmas menemukan sebuah solusi: memanfaatkan sistem panel surya hibrida off-grid berkapasitas 8,5 kWh. Dengan kemampuan memasok listrik untuk klinik hingga 36 jam tanpa sinar matahari, sistem ini menjamin fasilitas tetap beroperasi meskipun jaringan listrik PLN padam. “Setelah terpasang, kami bisa...