Aksi Bergizi
Program gizi remaja yang terintegrasi dan bersifat responsive gender untuk mendukung pemerintah Indonesia mengatasi tiga beban gizi pada remaja putri dan putra
- English
- Bahasa Indonesia
Sorotan
Indonesia merupakan contoh negara dengan tiga masalah gizi pada anak dan remaja. Satu dari empat remaja kita pendek, satu dari tujuh remaja mengalami kegemukan, dan seperempat remaja putri kita mengalami anemia. Untuk menjawab masalah tersebut, sejak 2016, UNICEF bersama-sama dengan pemerintah Indonesia telah memulai program gizi remaja dengan tujuan untuk menguji coba dan mengidentifikasi intervensi dan kebijakan yang mendukung gizi remaja. Sebagai hasilnya, program 'Aksi Bergizi' , yang mencakup 3 intervensi berbasis bukti, termasuk suplementasi Tablet Tambah Darah mingguan, sesi pendidikan berbasis sekolah yang mempromosikan makan sehat dan aktivitas fisik , dan komunikasi perubahan perilaku sosial komprehensif yang relevan, dirancang dan disetujui untuk diuji di dua kabupaten terpilih yaitu Klaten dan Lombok Barat.
Evaluasi dampak program Aksi Bergizi telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku remaja yang signifikan termasuk konsumsi Tablet Tambah Darah mingguan, perilaku aktivitas fisik mereka dan konsumsi makanan sehat termasuk buah dan sayuran. Berdasarkan hasil yang menjanjikan tersebut, Intervensi Aksi Bergizi akan diperluas secara nasional dengan dimasukkannya intervensi Aksi Bergizi ke dalam program Sekolah/Madrasah Sehat mulai tahun 2021.