Kemitraan LIXIL-UNICEF meningkatkan sanitasi dan kebersihan bagi 12,7 juta orang

Kedua mitra sepakat memperpanjang kerja samanya hingga tiga tahun ke depan dan hendak menguatkan layanan sanitasi di Etiopia, India, Indonesia, Kenya, Nigeria, dan Tanzania.

13 September 2024
On 15 August 2023, Nayara Hadjirah Djabir, age 10, washes her hands at a handwashing station at Pakalli Primary School yard in Maros, South Sulawesi Province, Indonesia.
UNICEF/UNI468880/Al Asad

TOKYO/JENEWA, 10 September 2024 – Hari ini, LIXIL dan UNICEF mengumumkan perpanjangan kemitraan hingga tahun 2027. Hal ini dilakukan untuk memperluas dan mengintensifkan upaya menghadirkan jamban aman dan bersih serta solusi higienitas di enam negara dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Selama lima tahun terakhir, kolaborasi di atas telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam hal ketersediaan dan keterjangkauan sarana sanitasi aman di Etiopia, India, Indonesia, Kenya, Nigeria, dan Tanzania. Terdapat 12,7 juta orang yang kini memiliki akses ke sarana sanitasi¹ dan kebersihan dasar.

“Kekurangan akses sarana sanitasi dan kebersihan aman sangat merugikan anak dan keluarga mereka, di mana pun mereka berada. Setiap hari, 1.000 balita meninggal akibat penyakit yang terkait sarana air, sanitasi, dan kebersihan yang tidak aman. Berkat kemitraan kami dengan LIXIL, banyak masyarakat kini tidak hanya sadar tentang manfaat memiliki sanitasi layak², tetapi juga lebih besar kemungkinan mereka mampu mengadakan fasilitas jamban dan sanitasi yang layak.”

“Sekarang, upaya ini harus diperluas agar dapat menjangkau 3,5 miliar orang di seluruh dunia yang masih belum punya akses ke sanitasi yang dikelola dengan aman³. Akses ke fasilitas sanitasi yang baik tidak hanya menjaga kesehatan dan kesejahteraan seseorang, tetapi juga memberikannya kesempatan untuk hidup dengan bermartabat,” kata Director of Private Fundraising and Partnerships UNICEF, Carla Haddad Mardini.

Di negara-negara berpendapatan rendah, sebagian besar sarana sanitasi layak diadakan masyarakat secara swadaya. Dengan dana sendiri, mereka membeli jamban dari penyedia produk yang dipilih. Namun, kelompok masyarakat yang lebih miskin kesulitan untuk melakukan hal yang sama. Hambatan lain meliputi kurangnya pilihan produk yang terjangkau, tenaga terampil untuk memasang jamban, dan keuangan keluarga. Kemitraan UNICEF dan LIXIL mengatasi hambatan-hambatan ini melalui beragam kegiatan yang dilaksanakan di tiap-tiap negara penerima dukungan. Kegiatan itu, antara lain, dukungan untuk tenaga kesehatan pemerintah agar dapat mengedukasi masyarakat tentang praktik sanitasi aman, melatih tukang untuk memasang toilet, memfasilitasi pinjaman mikro, dan menambah pasokan produk kebersihan dan sanitasi yang harganya terjangkau, termasuk melalui SATO, unit bisnis sosial dari LIXIL.

Informasi lebih jauh tentang hasil-hasil yang dicapai melalui kemitraan ini tersedia pada laporan kemitraan 2018-2023 yang baru diterbitkan. Di antara hasil yang dicapai, kemitraan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pasar mampu mendorong investasi sektor publik dan swasta untuk masyarakat. Misalnya, investasi pemerintah sebesar US$2,2 juta untuk peningkatan sarana sanitasi dan kebersihan dan pembiayaan sebesar hampir US$4,9 juta dari bank dan lembaga keuangan mikro.

“Kemitraan kami dengan UNICEF menjadi fondasi bagi komitmen LIXIL untuk meningkatkan kesehatan secara global melalui solusi sanitasi dan kebersihan yang inovatif,” kata Jin Montesano, Kepala Impact Strategy Committee LIXIL. "Melalui perpanjangan kemitraan ini, kami menegaskan dedikasi LIXIL untuk menciptakan strategi-strategi berbasis pasar untuk menghadirkan sarana sanitasi dan kebersihan yang aman dan mudah diakses, di tempat-tempat yang paling membutuhkan.”

###

Catatan untuk redaktur

1. Sanitasi dasar merujuk kepada penggunaan fasilitas sanitasi layak oleh satu rumah tangga, tanpa harus berbagi dengan rumah tangga lain, dan tanpa pengelolaan limbah manusia secara aman. Apabila limbah manusia dari fasilitas sanitasi layak tidak dikelola secara aman, maka pengguna fasilitas tersebut dikategorikan sebagai kelompok dengan layanan sanitasi dasar.

2. Fasilitas sanitasi layak adalah fasilitas yang dirancang untuk memisahkan limbah manusia secara higienis agar tidak terjadi kontak balik dengan manusia. Rancangan yang dimaksud termasuk: jamban siram yang terhubung dengan sistem pembuangan berpipa, tangki septik atau jamban cemplung; jamban cemplung dengan tempat berjongkok/slab (termasuk jamban cemplung berventilasi), dan toilet pengompos.

3. Sanitasi yang dikelola dengan aman merujuk kepada penggunaan fasilitas sanitasi layak oleh satu rumah tangga tanpa berbagi dengan rumah tangga lain. Limbah manusia dibuang dengan aman di lokasi yang sama atau diangkut dan diolah di tempat lain.

(Referensi https://washdata.org/monitoring/sanitation)

###

Antara tahun 2022 dan 2023, hasil di tiap-tiap negara yang didukung oleh kemitraan ini meliputi:

Etiopia

  • 836.100 orang mendapatkan akses sanitasi melalui SATO dan produk lain (472.680 melalui subsidi dan 363.420 melalui sanitasi berbasis pasar).
  • Sebanyak sembilan instrumen kebijakan nasional dan daerah didukung oleh UNICEF.
  • Terdapat enam mekanisme pembiayaan atau produk yang tersedia untuk konsumen melalui kemitraan ini.

India

  • 1.570.948 orang mendapatkan akses ke setidaknya sanitasi dasar secara tidak langsung melalui intervensi strategis bersama pemerintah negara bagian Bihar dan Odisha, termasuk 1.291.662 yang mendapatkan akses ke sanitasi yang dikelola secara aman.
  • 1.429.590 orang mendapatkan akses ke sarana dasar kebersihan tangan.
  • Sebanyak 12 kebijakan pemerintah negara bagian didukung oleh UNICEF.
  • Pinjaman mikro senilai total US$2.940.000 disalurkan kepada 118.153 konsumen.
  • Pendanaan sebesar US$816.460 disediakan oleh pemerintah negara bagian untuk kegiatan pengembangan kapasitas dan insentif bagi kelompok-kelompok di tingkat lokal.

Indonesia

  • 442.876 orang mendapatkan akses ke setidaknya sarana sanitasi dasar di rumah tangga dan di fasilitas umum, termasuk 318.950 orang yang mendapatkan akses kepada sarana sanitasi yang dikelola dengan aman.
  • Sebanyak 11 instrumen kebijakan nasional dan daerah didukung oleh UNICEF.
  • Sebanyak 12 produk sanitasi dan kebersihan yang dipilih konsumen tersedia melalui kemitraan ini.
  • Terdapat enam mekanisme atau produk pembiayaan tersedia melalui kemitraan ini dan diakses oleh 321 nasabah dengan total pinjaman US$10.000 disalurkan.
  • Terdapat tujuh sistem data dan informasi yang diperkuat.

Kenya

  • 534.719 orang di tujuh daerah mendapatkan akses ke setidaknya sarana sanitasi dasar melalui kemitraan ini, termasuk 461.986 orang yang mendapatkan akses kepada sarana sanitasi yang dikelola dengan aman.
  • 207.682 orang atau lebih mendapatkan akses kepada sarana dasar kebersihan tangan.
  • Sebanyak delapan instrumen kebijakan nasional dan daerah didukung oleh UNICEF.
  • Setidaknya 9.500 pelajar di 56 sekolah di enam daerah punya akses ke toilet aman di lingkungan belajar melalui program Peningkatan Toilet Sekolah.
  • Anggaran pemerintah nasional dan daerah, senilai total US$919.141, dialokasikan dengan didukung oleh kemitraan ini untuk kegiatan penguatan sarana sanitasi dan kebersihan.
  • Sebanyak tujuh mekanisme atau produk pembiayaan tersedia melalui kemitraan ini dan diakses oleh 4.287 orang dengan total pinjaman disalurkan sebesar US$307.215.

Nigeria

  • 617.821 orang mendapatkan akses ke setidaknya sarana sanitasi dasar melalui kemitraan ini, termasuk 381.513 orang yang mendapatkan akses kepada sarana sanitasi yang dikelola dengan aman.
  • 462.475 mendapatkan akses kepada sarana dasar kebersihan tangan.
  • Sebanyak dua instrumen kebijakan nasional dan daerah didukung oleh UNICEF.
  • Anggaran pemerintah nasional dan daerah, senilai total US$85.310, dialokasikan dengan didukung oleh kemitraan ini untuk kegiatan penting terkait penguatan sarana sanitasi dan kebersihan.
  • Sebanyak lima mekanisme atau produk pembiayaan tersedia melalui kemitraan ini dan diakses oleh 12.989 orang dengan total pinjaman disalurkan sebesar US$945.769.

Tanzania

  • 1.935.508 orang mendapatkan akses ke setidaknya sarana sanitasi dasar melalui kemitraan ini, termasuk 343.355 orang yang mendapatkan akses kepada sarana sanitasi yang dikelola dengan aman
  • 1.636.682 mendapatkan akses kepada sarana dasar kebersihan tangan.
  • Sebanyak satu instrumen kebijakan nasional dan daerah didukung oleh UNICEF.
  • Anggaran pemerintah nasional dan daerah, senilai total US$340.950, dialokasikan dengan didukung oleh kemitraan ini untuk kegiatan penguatan sarana sanitasi dan kebersihan.
  • Sebanyak dua mekanisme atau produk pembiayaan tersedia melalui kemitraan ini dan diakses oleh 212 orang dengan total pinjaman yang difasilitasi sebesar US$4.906.

Kontak Media

Claire McKeever
UNICEF Geneva

Tentang UNICEF

UNICEF mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan setiap anak melalui setiap kegiatannya. Bersama dengan para mitra, kami bekerja di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mengubah komitmen itu menjadi aksi nyata dengan fokus untuk menjangkau anak yang paling rentan dan paling terpinggir, demi semua anak, di mana pun mereka berada.

Untuk informasi lebih jauh tentang UNICEF dan kerja-kerjanya untuk anak, silakan kunjungi www.unicef.org.

Ikuti UNICEF di Twitter and Facebook

Tentang LIXIL

LIXIL adalah pembuat produk-produk air dan rumah tangga terdepan yang menjawab kebutuhan sehari-hari dari konsumen, menjadikan rumah sebagai tempat yang lebih nyaman bagi semua orang di mana pun juga. Berangkat dari tradisi kami di Jepang, kami menciptakan teknologi terbaik di dunia dan berinovasi untuk membuat produk berkualitas tinggi yang mengubah dunia rumah tangga. Perbedaan produk LIXIL terletak pada cara kerja  kami: rancangan yang bermakna, semangat berusaha, dedikasi untuk terus meningkatkan aksesibilitas untuk semua orang, dan mencapai pertumbuhan usaha yang bertanggung jawab. Pendekatan ini kami wujudkan melalui merek-merek terkemuka di industri, termasuk INAX, GROHE, American Standard, dan TOSTEM. Sekitar 53.000 orang, yang bekerja di lebih dari 150 negara, bangga dapat menghadirkan produk-produk yang menyentuh kehidupan lebih dari semiliar orang setiap hari.