Aksi Iklim untuk Anak di Indonesia
Krisis iklim adalah ancaman bagi hak-hak anak
- English
- Bahasa Indonesia
Krisis iklim adalah krisis hak anak. Di Indonesia, anak-anak menghadapi risiko iklim — peringkat ke-46 secara global dalam Indeks Risiko Iklim untuk Anak. Perubahan iklim mengancam kesehatan, pendidikan, keamanan, dan masa depan anak-anak, terlihat dari semakin seringnya kejadian cuaca ekstrem, banjir, dan kekeringan, serta memburuknya polusi udara, air, dan tanah. Tindakan segera diperlukan untuk melindungi anak-anak dari dampak krisis lingkungan yang semakin parah dan melibatkan mereka dalam aksi nyata.
Mengapa Anak-anak di Indonesia Berisiko terhadap Krisis Iklim?
Challenge
Banjir yang semakin sering menyebabkan peningkatan penyakit yang ditularkan melalui vektor (lewat gigitan nyamuk atau serangga), merusak sumber air dan fasilitas sanitasi, serta mencemari air, sehingga meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui air. Perubahan iklim juga dapat menyebabkan krisis pangan yang berdampak buruk pada nutrisi dan pertumbuhan anak.
Bencana terkait iklim seperti siklon, kebakaran, dan banjir menghancurkan dan merusak sekolah-sekolah. Lebih dari 50.000 sekolah di Indonesia terdampak bencana iklim sepanjang 2009 hingga 2018.
Bencana dapat membahayakan nyawa anak, menyebabkan cedera dan trauma, atau memaksa mereka mengungsi, yang meningkatkan risiko eksploitasi dan kekerasan.
Apa yang dilakukan UNICEF
UNICEF bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan para mitra untuk melindungi semua anak dari dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, serta menempatkan hak-hak setiap anak menjadi pusat dari aksi iklim.
Bersama para mitra, kami hadir langsung di lapangan untuk menerapkan solusi inovatif dalam upaya adaptasi perubahan iklim. Kami juga memberdayakan dan menyuarakan aspirasi anak-anak dan remaja dalam setiap percakapan tentang isu iklim.
Aksi UNICEF bersama pemerintah dan mitra
Program
UNICEF memperkuat data dan analisis tentang bagaimana perubahan iklim dan kerusakan lingkungan memengaruhi kehidupan anak. Ini termasuk rekomendasi kebijakan untuk memperbaiki sistem data perlindungan sosial nasional dan memastikan pembaruannya, bahkan di saat terjadi bencana.
Contoh:
- UNICEF bersama Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan Analisis Lanskap Iklim untuk Anak-anak (CLAC) pertama di Indonesia, yang menyajikan bukti dampak perubahan iklim terhadap hak-hak anak di enam sektor sosial: kesehatan, gizi, pendidikan, air dan sanitasi, perlindungan anak, serta perlindungan sosial, lengkap dengan rekomendasi kebijakan.
- UNICEF bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menerbitkan laporan Perubahan Iklim dan Gizi di Indonesia, yang berisi tinjauan bukti untuk memperkuat kebijakan dan program terkait.
UNICEF mendukung Pemerintah Indonesia untuk memastikan layanan sosial esensial bagi anak lebih tangguh terhadap dampak perubahan iklim, termasuk layanan kesehatan, gizi, pendidikan, air dan sanitasi, perlindungan anak, dan perlindungan sosial.
Contoh:
- Meningkatkan ketahanan pusat kesehatan melalui penyediaan fasilitas air dan sanitasi yang tahan terhadap perubahan iklim agar layanan penyelamatan jiwa tetap tersedia untuk anak dan keluarga, termasuk saat terjadi bencana.
- Mendukung kajian kontribusi sektor kesehatan terhadap emisi gas rumah kaca untuk mendorong penggunaan energi terbarukan dan pengelolaan limbah ramah lingkungan di fasilitas kesehatan.
- Berkontribusi dalam integrasi topik perubahan iklim dalam modul pelatihan guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Saat ini tengah direncanakan dukungan lanjutan kepada Kemendikdasmen untuk mengembangkan dan mempromosikan bahan ajar terkait perubahan iklim.
UNICEF meningkatkan kesadaran tentang isu-isu terkait iklim dan mendukung upaya anak-anak dan anak muda untuk mengambil aksi nyata melalui kampanye dan platform partisipasi anak muda.
Contoh:
- Mengumpulkan aspirasi anak muda melalui U-Report, platform digital untuk melibatkan anak muda dalam perancangan program dan advokasi.
- Mengajak anak muda menjadi kreator konten dan advokat perubahan.
- Mendukung advokasi dan aksi iklim yang dilakukan oleh anak muda, termasuk dengan memfasilitasi partisipasi mereka dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP) serta memberikan dukungan pendanaan awal untuk proyek-proyek adaptasi/mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.
Dampak dari upaya kami
“Aku berharap, hal-hal yang terjadi karena perubahan iklim itu berubah dengan adanya energi terbarukan, sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah krisis iklim.”
Amalia Narya, Mitra Muda.
Temukan bagaimana pekerjaan kami meningkatkan kehidupan anak-anak Indonesia melalui laporan tahunan.
Pahami apa yang Anda bisa lakukan
Pelajari tentang perubahan iklim
Perubahan iklim bukan hanya soal cuaca; ini soal manusia, keadilan, dan masa depan. Cari tahu bagaimana kenaikan suhu, cuaca ekstrem, dan polusi berdampak pada kehidupan anak-anak di Indonesia dan seluruh dunia. Dapatkan fakta, cerita, dan wawasan untuk memperdalam pemahamanmu tentang apa yang sedang dipertaruhkan.
Siap melangkah lebih jauh? Kalau kamu ingin mengajak lebih banyak orang peduli dan terinspirasi, kami punya panduan untuk membantumu memulai kampanye iklimmu sendiri. Baik itu lewat media sosial, kegiatan di sekolah, atau aksi nyata di lingkungan sekitar, sumber daya yang kami sediakan akan membantumu menuangkan ide dan melangkah dengan percaya diri.
Suaramu berarti. Gunakan platform kami untuk menyampaikan ide, berbagi pendapat, dan menyuarakan keadilan iklim. Mulai dari menulis pesan, mengirim karya kreatif, sampai ikut serta dalam kampanye, ini adalah ruangmu untuk didengar dan menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut bergerak.