Perubahan Iklim, Sistem Pangan, dan Gizi Anak di Indonesia

Analisis koherensi kebijakan

A mother holds her daughter behind their home
UNICEF/UN0740407/Ifansasti

Sorotan

Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan gizi anak selama beberapa dekade terakhir. Namun demikian, masalah kekurangan gizi, kekurangan zat gizi mikro, kerawanan pangan, masih terus terjadi, sementara angka obesitas dan penyakit tidak menular terkait terus meningkat. Tantangan-tantangan ini semakin diperparah oleh perubahan iklim. Peningkatan suhu, pola curah hujan yang tidak menentu, dan semakin seringnya kejadian cuaca ekstrem mengganggu sistem pangan serta melemahkan ketahanan pangan dan gizi, terutama pada kelompok rentan termasuk anak-anak dan perempuan.

Kerangka kebijakan nasional, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Kebijakan Pembangunan Ketahanan Iklim (Climate Resilience Development/CRD) 2020–2045, mulai mencerminkan keterkaitan antara gizi dan perubahan iklim. Namun demikian, integrasi kebijakan lintas sektor pangan, gizi, dan iklim masih terbatas, dengan hanya sedikit regulasi yang secara eksplisit membahas dampak perubahan iklim terhadap hasil gizi, khususnya bagi perempuan dan anak-anak di wilayah yang rentan.

Dokumen ini menyajikan analisis kebijakan yang dilakukan UNICEF mengenai keterkaitan antara kebijakan pangan, gizi, dan iklim di Indonesia, serta mengidentifikasi peluang untuk memperkuat koherensi kebijakan lintas sektor guna mendukung pembangunan sistem pangan dan gizi yang lebih tangguh dan berkeadilan di tengah perubahan iklim.

Penulis
UNICEF Indonesia
Tanggal penerbitan
Bahasa
Inggris, Indonesia

Dokumen yang tersedia untuk diunduh