Beralih dari Partisipasi Anak Muda yang Dekoratif ke Berarti

Upaya UNICEF mendukung partisipasi anak muda melalui Mitra Muda dan U-Report

Hafiz Al Asad – Communication Officer
Anggota Mitra Muda berbagi pengalaman mereka mengenai  pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim pada Global Platform on Disaster Risk Reduction, Mei 2022 di Bali, Indonesia.
UNICEF/UN065189/Wilander
15 Agustus 2022

Saat Engel Laisina, 23, masih berada di bangku Sekolah Dasar, sekali setiap liburan sekolah, ayahnya akan membawa Engel dan ibunya menyeberangi samudera dari desanya, Pulau Haruku di Provinsi Maluku menuju Kota Ambon. Ini merupakan bentuk apresiasi  ayahnya atas prestasi akademik yang diraih Engel. Dan itu lima belas tahun yang lalu. 

Sekian tahun terbiasa naik turun kapal, Engel melihat adanya perubahan di pesisir sekitar dermaga, dari erosi bibir pantai hingga terumbu karang yang rusak. Pikirannya tersita karena hal ini, hingga kemudian dia paham bahwa itu merupakan dampak perubahan iklim yang disebabkan keserakahan dan ketidakpedulian manusia (terhadap lingkungan). 

Ketika menginjak semester lima, Engel memiliki ketertarikan kuat terhadap isu lingkungan hidup. Dia memutuskan untuk membuat Gerakan #TarusJagaRumah, sebuah inisiatif yang mengajarkan masyarakat di kampung halamannya tentang bagaimana menjaga lingkungan hidup, seperti dengan menanam pohon, membersihkan pantai dan tidak membuang sampah sembarangan. 

“Jika kita bisa menjaga lingkungan, lingkungan juga akan menjaga kita,” pesan Engel kepada masyarakat di desanya. Pesan yang sama juga kerap ia sampaikan kepada rekan peserta konferensi tentang perubahan iklim yang dia hadiri.  

Setelah sekian tahun ikut serta dalam beragam konferensi, Engel merasa suaranya hanya terdengar di sudut-sudut lorong dan gedung konferensi. Tidak ada tindak lanjut ataupun aksi nyata yang secara sistematis menjawab masalah yang dia perjuangkan. Banyaknya kekecewaan yang dia rasakan, membuat Engel tersadar bahwa pelibatan pemuda dalam banyak kegiatan masih belum dianggap serius. 

Engel tidaklah sendiri. Cristina Setyaningrum, 22, mahasiswi tingkat akhir yang terpaut sejauh 2,400 kilometer di kota Salatiga juga merasakan hal yang sama. “Pemuda seharusnya tidak hanya dijadikan aksesoris belaka, diundang untuk mengenakan pakaian bagus dan tersenyum lebar menyambut para undangan pada saat pembukaan acara,” ujar Cristina.

“Keterlibatan pemuda yang sifatnya dekoratif sudah bukan level kami!” 

Cristina melatih para pemuda untuk menjadi edukator sebaya sebagai dukungan psikososial bagi anak-anak yang kehilangan satu atau kedua orang tua mereka karena COVID-19 di Semarang.
Cristina/2021
Cristina melatih para pemuda untuk menjadi edukator sebaya sebagai dukungan psikososial bagi anak-anak yang kehilangan satu atau kedua orang tua mereka karena COVID-19 di Semarang.

Kepedulian Cristina terhadap perlindungan anak membuatnya menginisiasi Jo Kawin Bocah (sebuah inisatif untuk mencegah perkawinan anak). Fasilitator provinsi Forum Anak di Jawa Tengah itu memanfaatkan U-Report, wadah komunikasi sosial dari UNICEF untuk mengumpulkan aspirasi dan pandangan lebih dari 6.000 anak di Jawa Tengah. Hasilnya dipresentasikan kepada Gubernur Jawa Tengah dan ditindaklanjuti pemerintah provinsi. 

Pada saat UNICEF memilih Engel dan Cristina sebagai anggota Mitra Muda, mereka bahagia atas kesempatan untuk terlibat langsung dan bukan hanya sebatas aksesoris belaka. Berdiri sejak 2021, Mitra Muda merupakan jejaring UNICEF yang mendukung keterlibatan jaringan kepemudaan menuju lebih inklusif dan bermakna. 

Dengan jumlah keanggotaan 100 lebih dan terus bertambah, Mitra Muda membangun kapasitas anak muda menjadi advokat muda yang sejalan dengan masalah yang mereka hadapi. Selain memberdayakan anak muda untuk berpartisipasi secara aktif di komunitas, mereka juga terlibat dalam program-program yang didukung oleh UNICEF secara berkala. 

Engel Laisina bersama komunitas Kawang Muda Community dalam kegiatan Beach Clean Up.
Engel/2022
Engel Laisina bersama komunitas Kawang Muda Community dalam kegiatan Beach Clean Up.

Melalui Mitra Muda, Engel dan Cristina berhasil memperbaharui energi dan harapan mereka dalam menjawab masalah pembangunan yang mereka pedulikan. Mereka ingin kesempatan yang sama bagi anak muda lainnya yang memiliki aspirasi yang sama untuk berbicara dan membuat perubahan positif (di lingkungan mereka). 

65 juta anak muda Indonesia (umur 10-24) menduduki hampir sepertiga jumlah populasi keseluruhan. Pandangan mereka sangatlah kritis dalam mendorong perubahan sosial dan menemukan solusi atas masalah baru yang bermunculan. Sayangnya, mereka sering tidak dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan terkait sehingga membuat mereka merasa pandangannya tidak diperlukan. 

Tahun ini, pemimpin G20 – di bawah kepemimpinan Indonesia – akan membuat keputusan penting yang kelak akan memiliki dampak yang signifikan bagi anak-anak dan pemuda. Proses G20 juga melibatkan kanal resmi bagi para pemuda untuk menyampaikan pandangannya, seperti konsultasi Youth20 (Y20) dan Urban20 (U20). 

Anggota Mitra Muda seperti Engel dan Cristina yang telah terlibat dalam proses Y20 dan U20 sangat ingin melihat bagaimana pandangan anak muda akan dipertimbangkan dalam pembahasan G20. Harapan mereka tetap menyala. 

Engel bersama perwakilan pemuda dari Mitra Muda berbagi pengalaman mereka bersama Debora Comini, Direktur Regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pasifik.
UNICEF/UN0650210/Wilander
Engel bersama perwakilan pemuda dari Mitra Muda berbagi pengalaman mereka bersama Debora Comini, Direktur Regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pasifik.

“Forum mendatang akan membahas tentang perancangan masa depan ekonomi, lingkungan hidup, dan pendidikan,” ungkap Cristina.

“Anak muda harus terlibat dalam isu ini karena agenda 2045 adalah tentang masa depan kami! Masa depan saya.” 

“Saya berharap bahwa kesepakatan yang akan dibuat tahun ini tidak hanya berakhir di ruang konferensi atau di rilis berita saja. Desa tercinta saya sangat rentan terhadap perubahan iklim dan tidak ada cara untuk membantu kami tanpa komitmen Anda sekalian untuk melindungi lingkungan. Mohon dengan sangat, wujudkanlah harapan ini,” ungkap Engel penuh harap.


 

logo U-Report

Gabung U-Report Sekarang!

U-Report adalah wadah komunikasi UNICEF Indonesia untuk dan dari anak muda agar bisa dapat info dan berpartisipasi! Gabung menjadi U-Reporter  dengan kirim pesan: JOIN ke nomor WA U-Report, +628119004567 atau klik tautan berikut: Gabung U-Report.


Ingin membantu lebih banyak Mitra Muda?

Berkat bantuan dari para dermawan di Indonesia dan kerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat, UNICEF dapat memfasilitasi remaja Indonesia untuk memberi ruang partisipasi serta menyuarakan suara mereka dalam rencana pembangunan berkelanjutan di Indonesia untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Meski demikian, masih banyak yang harus dilakukan untuk menjadikan aspirasi mereka menjadi realita. Untuk itu kami butuh dukungan Anda.

Jika Anda ingin membantu agar lebih banyak program remaja Indonesia seperti ini, Anda bisa berdonasi ke UNICEF. Kami akan sangat menghargainya.

Donasi Sekarang