Sanitasi Perkotaan Berketahanan Iklim di Indonesia: Bahaya, Dampak, dan Respons di Empat Kota

Data dari empat kota tentang dampak perubahan iklim terhadap sistem sanitasi, merespons bahaya iklim, serta prinsip sanitasi yang tahan terhadap iklim

Seorang ibu sedang menggendong anaknya di depan toilet yang baru dibangun di rumahnya
UNICEF/UN0353540/Ijazah

Sorotan

Laporan “Climate Resilient Urban Sanitation in Indonesia: Hazards, impacts and responses in four cities” merupakan salah satu pelopor dalam membahas sanitasi berketahanan iklim di Indonesia. Laporan ini berusaha mengumpulkan bukti-bukti keterkaitan antara perubahan iklim dan sanitasi aman. Data temuan pada laporan ini dikumpulkan pada tahun 2020-2021 dari rumah tangga berpenghasilan rendah, penyedia layanan sanitasi, dan pemerintah daerah, di empat kota yaitu Makassar, Lombok Timur, Palu, dan Bekasi.

Berdasarkan penelitian ini, ditemukan hasil yang sangat jelas – bahaya iklim berpengaruh signifikan terhadap sanitasi yang aman dan perubahan iklim memiliki potensi luas untuk semakin memperburuk keadaan. Selain tentang dampak perubahan iklim terhadap sistem sanitasi, laporan ini juga membahas kapasitas untuk bersiap dan merespons bahaya iklim, serta prinsip-prinsip sanitasi yang tahan terhadap iklim. Laporan ini juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan nasional serta pemangku kepentingan air dan sanitasi mengenai sanitasi yang tahan iklim, dan tantangan yang harus diatasi, serta memetakan jalan ke depan.

Penulis
UNICEF Indonesia, ISF-UTS, UI & Bappenas
Tanggal penerbitan
Bahasa
Inggris, Indonesia

Unduh laporan

(PDF, 5,48 MB)