Mengatasi Hambatan Gender dalam Imunisasi di Indonesia

Kumpulan perangkat komprehensif untuk akses layanan imunisasi yang inklusif

A father brings his baby to a health facility
UNICEF/2024/Wilander

Highlights

Pada tahun 2024, UNICEF Indonesia bersama UNICEF Kantor Regional Asia Timur dan Pasifik serta Kementerian Kesehatan melakukan analisis gender yang menunjukkan bahwa ketimpangan gender, norma sosial terkait peran gender, misinformasi, serta ketimpangan kekuasaan dalam rumah tangga menjadi penghambat utama bagi banyak pengasuh, khususnya perempuan, untuk mengakses layanan imunisasi.

Sebagai respons terhadap temuan tersebut, UNICEF Indonesia dan Kementerian Kesehatan mengembangkan perangkat dan materi pelatihan yang responsif gender untuk meningkatkan cakupan imunisasi di berbagai komunitas. Materi pelatihan ini disusun berdasarkan modul regional UNICEF yang telah disesuaikan dengan konteks Indonesia, mencakup topik seperti peran gender, keterlibatan laki-laki dalam kesehatan anak, tantangan budaya, serta langkah-langkah praktis untuk memperluas akses imunisasi. Metode pelatihan menggunakan pendekatan interaktif seperti studi kasus, simulasi peran, video, dan diskusi kelompok.

Tujuan dari perangkat ini adalah untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat, menantang norma sosial yang membatasi, serta menjadikan layanan imunisasi lebih inklusif dan mudah diakses. Sumber daya ini dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok kunci seperti tenaga kesehatan, tokoh agama, ayah, dan ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), dengan penyesuaian berdasarkan konteks budaya dan geografis yang beragam.

Telusuri berbagai materi berikut berikut ini:
 

  • Analisis Gender terhadap Hambatan Imunisasi di Indonesia: Kajian ini mengevaluasi bagaimana dinamika gender memengaruhi akses terhadap vaksin, khususnya untuk imunisasi rutin, imunisasi HPV, dan COVID-19. Kajian ini mengidentifikasi hambatan dari sisi permintaan maupun penyediaan, seperti ketimpangan dalam pengambilan keputusan, kesenjangan literasi, dan layanan yang belum responsif gender. Studi ini juga memberikan rekomendasi strategi yang terarah untuk mengatasi hambatan tersebut.
  • Ringkasan Kebijakan Gender dan Imunisasi: Ringkasan kebijakan ini menekankan pentingnya integrasi perspektif gender dalam kebijakan imunisasi untuk menjangkau anak-anak yang belum pernah mendapat imunisasi (zero-dose children). Dokumen ini menekankan pentingnya data terpilah berdasarkan gender, analisis interseksional, dan komitmen kelembagaan dalam penyelenggaraan program yang responsif gender. Ringkasan ini ditujukan untuk mendukung pengambil kebijakan dalam memasukkan prinsip kesetaraan gender ke dalam strategi imunisasi jangka menengah dan panjang di Indonesia.
  • Buku Saku untuk Tenaga Kesehatan: Buku saku ini dirancang agar mudah digunakan oleh tenaga kesehatan untuk memahami dan menangani tantangan terkait gender dalam imunisasi. Di dalamnya terdapat skenario nyata, panduan melibatkan laki-laki dalam pengasuhan anak, serta peta perjalanan enam langkah untuk meningkatkan akses yang adil terhadap imunisasi. Buku ini juga mengulas bagaimana norma sosial dan peran pengasuhan memengaruhi pengambilan keputusan terkait imunisasi.
  • Dokumentasi Praktik Baik dan Pembelajaran: Dokumen ini membagikan pengalaman pelaksanaan pelatihan imunisasi responsif gender yang menjangkau lebih dari 840 peserta sepanjang 2024 di berbagai wilayah (termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Nusa Tenggara Barat dan Timur, serta Papua Barat), melibatkan tenaga kesehatan, ayah, ibu PKK, dan tokoh agama. Dokumen ini menunjukkan bahwa pelatihan yang terarah dan materi yang peka budaya dapat mengubah sikap dan perilaku, serta membantu masyarakat memahami tantangan gender dalam akses layanan imunisasi dan kesehatan secara lebih luas.

 

Dengan mengatasi hambatan gender dalam imunisasi, kumpulan perangkat ini turut memperkuat sistem kesehatan yang lebih inklusif. Materi-materi ini memberdayakan perempuan dan laki-laki untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat, membangun kepercayaan terhadap layanan imunisasi, dan menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak untuk mendapatkan vaksinasi.

>> Baca cerita terkait: Ayah Juara: Menghapus Hambatan Gender untuk Imunisasi di Papua

Penulis
UNICEF Indonesia
Tanggal penerbitan
Bahasa
Inggris, Indonesia