Power4Girls
Mengevaluasi program pemberdayaan remaja perempuan yang diadakan UNICEF di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan
- English
- Bahasa Indonesia
Highlights
Program Remaja Perempuan di Indonesia, yang didukung oleh inisiatif Power4Girls UNICEF, merupakan sebuah inisiatif multisektoral yang dilaksanakan di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan untuk mendukung remaja perempuan berusia 10-19 tahun dalam mewujudkan hak-hak mereka dan mencapai potensi penuh mereka. Program ini berfokus pada pemberdayaan remaja perempuan melalui penguatan keterampilan abad ke-21, suara dan agensi, pencegahan perkawinan usia anak, serta peningkatan kebersihan dan kesehatan menstruasi. Dilaksanakan melalui pusat pendidikan nonformal dan pesantren untuk menjangkau remaja perempuan yang paling terpinggirkan dan rentan, program ini menggabungkan pembelajaran berpusat pada anak perempuan, pembangunan kapasitas bagi tenaga pendidik, serta pendekatan penguatan sistem guna menciptakan lingkungan yang lebih mendukung dan responsif gender, yang memungkinkan remaja perempuan dapat berkembang dalam pendidikan dan seterusnya.
Dokumen 'Ringkasan Penelitian (Research Brief)' memaparkan temuan kunci dari studi baseline dan endline (2023-2024) yang menilai pemberdayaan remaja perempuan dalam Program Remaja Perempuan. Studi ini mengkaji perubahan dalam empat area inti: keterampilan abad ke-21, suara dan agensi, pengetahuan tentang risiko perlindungan anak, serta manajemen kesehatan menstruasi. Dengan menggunakan pendekatan mixed-methods (termasuk survei, diskusi kelompok terarah partisipatif, serta pendekatan Photovoice yang dipimpin oleh remaja perempuan sendiri), dokumen ini menyoroti capaian program, tantangan yang masih ada, dan pelajaran untuk mengarahkan program ke depan, dialog kebijakan, dan investasi bagi remaja perempuan.
'Laporan Endline' meninjau kemajuan dan hasil Program Remaja Perempuan, membandingkan temuan dari studi baseline (Agustus 2023) dan asesmen endline (Oktober 2024). Temuan ini memberikan wawasan mengenai capaian, kesenjangan yang masih tersisa, serta peluang untuk semakin memperkuat pemberdayaan, perlindungan, dan kesejahteraan remaja perempuan.
Terakhir, 'Laporan Pelibatan' mendokumentasikan proses penelitian yang dipimpin remaja perempuan selama asesmen endline, termasuk survei, diskusi kelompok terarah, dan Photovoice. Dalam kegiatan ini, remaja perempuan berperan sebagai peserta sekaligus fasilitator, bekerja bersama peneliti yang mendukung proses tersebut sambil mengedepankan otonomi, suara, dan kepemimpinan mereka. Laporan ini menunjukkan nilai dari pendekatan partisipatif yang dipimpin remaja dalam menghasilkan bukti berbasis data yang merefleksikan kondisi nyata di lapangan, serta mencerminkan prioritas mereka.