Dampak COVID-19 terhadap Imunisasi Rutin di Indonesia
Asesmen triwulanan menggunakan teknologi Interactive Voice Recording (IVR) untuk menilai keberlangsungan layanan imunisasi di 34 provinsi selama pandemi COVID-19
- English
- Bahasa Indonesia
Highlights
Kementerian Kesehatan Indonesia dan UNICEF melakukan penilaian cepat triwulanan terhadap kelanjutan Program Imunisasi Nasional pada tahun 2021 di tengah pandemi COVID-19. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi terhadap pelayanan imunisasi rutin dan menyesuaikan intervensi dalam memastikan keberlanjutan pelayanan. Tindakan yang tepat dan cepat penting untuk menghindari anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) serta mengurangi dampak yang dirasakan pada 2020, ketika cakupan imunisasi dasar lengkap mengalami penurunan sebesar 11 persen dibandingkan tahun 2019.
Penilaian ini dilakukan dalam empat putaran, dimulai sejak April hingga November 2021, dan memperoleh tanggapan dari lebih dari 4.350 petugas vaksinasi yang bekerja di puskesmas di seluruh 34 provinsi Indonesia. Penilaian ini menemukan bahwa hampir setengah dari puskesmas pelapor hanya memberikan layanan imunisasi rutin seminggu sekali. Mayoritas puskesmas pelapor mengerahkan kurang dari lima petugas vaksinasi. Kekurangan persediaan vaksin dilaporkan oleh hampir separuh responden, sementara lebih dari separuh responden melaporkan kesulitan dalam melaksanakan imunisasi berbasis sekolah. Di tengah tantangan ini, sekitar 5 persen responden melaporkan kejadian PD3I di wilayah mereka.
Sepanjang tahun 2021, temuan penilaian yang dilengkapi dengan dasbor real-time, digunakan oleh Kementerian Kesehatan untuk perbaikan program secara berkelanjutan, dengan analisis akhir yang dimanfaatkan sebagai referensi dalam perbaikan program imunisasi rutin di tahun 2022.
Dokumen hanya tersedia dalam Bahasa Inggris.