Young Health Programme AstraZeneca dan UNICEF memperbarui kemitraan untuk memajukan kesehatan remaja di Indonesia
Fase baru selama lima tahun akan mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat pencegahan penyakit tidak menular, kepemimpinan pemuda, layanan yang responsif terhadap remaja, serta lingkungan yang lebih sehat bagi anak muda
- English
- Bahasa Indonesia
JAKARTA, 1 Oktober 2026 – Young Health Programme AstraZeneca dan UNICEF memperpanjang kerja sama di Indonesia selama lima tahun ke depan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam mencegah penyakit tidak menular (PTM) di kalangan remaja serta membantu anak muda menjalani hidup yang lebih sehat.
Indonesia memiliki sekitar 47 juta remaja berusia 10–19 tahun, yang mencakup 17 persen dari jumlah penduduk. Masa remaja merupakan periode penting untuk membentuk perilaku yang dapat memengaruhi kesehatan di kemudian hari. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mencatat kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan remaja. Namun, masih terdapat kesenjangan penting yang perlu diatasi. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kementerian Kesehatan, kelebihan berat badan dialami oleh 12,1 persen remaja berusia 13–15 tahun dan 8,8 persen remaja berusia 16–18 tahun, sementara obesitas masing-masing dialami oleh 4,1 persen dan 3,3 persen pada kelompok usia yang sama. Survei tersebut juga menemukan bahwa hanya 2,4 persen remaja yang memenuhi rekomendasi konsumsi buah dan sayur. Penggunaan tembakau juga masih menjadi perhatian, dengan Global School-based Student Health Survey (GSHS) 2023 menemukan bahwa 23 persen remaja berusia 13–17 tahun menggunakan tembakau.
Mengatasi berbagai tantangan ini diperlukan adanya upaya sejak dini untuk mencegah PTM serta memberikan dukungan yang lebih besar bagi remaja agar dapat menerapkan perilaku hidup sehat, termasuk melalui sekolah, layanan kesehatan, dan masyarakat.
Di Indonesia, Young Health Programme AstraZeneca dan UNICEF telah bekerja sama sejak 2020 untuk mendukung kesehatan remaja dan pencegahan PTM melalui promosi kesehatan, kepemimpinan pemuda dan aksi sebaya, layanan kesehatan remaja, serta penguatan sistem dan kebijakan. Fase baru selama lima tahun -ke depan akan melanjutkan capaian tersebut dengan mendukung upaya yang dipimpin pemerintah di tingkat nasional dan subnasional, khususnya melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah, untuk mendorong perilaku hidup sehat, memperkuat layanan dan lingkungan yang responsif terhadap remaja, memberdayakan anak muda sebagai pemimpin dan mitra dalam pembangunan, serta memperkuat kebijakan dan sistem yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan remaja.
“Selama lima tahun terakhir, kemitraan kami dengan Young Health Programme AstraZeneca telah menjangkau lebih dari 2,5 juta remaja di Indonesia dengan informasi mengenai gaya hidup yang lebih sehat, memperkuat aksi yang dipimpin pemuda, mendukung layanan kesehatan remaja yang lebih responsif, serta membantu memastikan suara anak muda tercermin dalam kebijakan dan program yang memengaruhi kesehatan mereka,” ujar Thomas Davin, Perwakilan UNICEF Indonesia. “Dalam lima tahun mendatang, kemitraan ini akan membantu lebih banyak remaja menerapkan perilaku hidup sehat, termasuk mengatasi dampak perubahan iklim yang semakin besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan mereka, sehingga berkontribusi pada perubahan positif yang berkelanjutan bagi kesehatan remaja dan pencegahan penyakit tidak menular.”
Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, mengatakan, “Berinvestasi pada kesehatan kaum muda berarti berinvestasi pada masa depan Indonesia. Melalui kelanjutan kemitraan kami dengan UNICEF, kami bertujuan membekali lebih banyak anak muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk berperan aktif dalam mencegah penyakit tidak menular dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.”
“Dengan memperluas Young Health Programme, kami berharap dapat mendorong perubahan yang berkelanjutan—tidak hanya bagi anak muda saat ini, tetapi juga bagi keluarga dan komunitas mereka,” tambah Esra.
Pada fase sebelumnya, dukungan UNICEF memungkinkan 2,5 juta kaum muda dijangkau melalui komunikasi perubahan perilaku mengenai pencegahan PTM, termasuk gizi, aktivitas fisik, kesehatan mental, dan penggunaan tembakau. Skrining penggunaan tembakau juga diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan remaja di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Kemitraan ini juga memperkuat partisipasi dan kepemimpinan pemuda dalam kesehatan remaja. Lebih dari 25.000 remaja dan 350 pemimpin muda mendapatkan pelatihan melalui jejaring advokasi dan inisiatif berbasis sekolah, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi di Aceh dan Bandung, serta kelompok pemuda lokal di Jakarta, Aceh, dan Bandung. Selain itu, 120 pemimpin muda memperkuat keterampilan mereka agar dapat berpartisipasi secara bermakna dalam konsultasi Kementerian Kesehatan yang turut membentuk pedoman kesehatan remaja nasional. Lebih dari 30.000 anak muda juga dilibatkan melalui panggilan terbuka untuk mewakili Indonesia pada Global NCD Alliance Forum ke-4.
Fase sebelumnya juga berkontribusi pada upaya memperkuat pengendalian tembakau bagi anak dan remaja melalui Peraturan Pemerintah No. 28/2024, memperluas Program Usaha Kesehatan Sekolah secara nasional, serta mendukung penyusunan pedoman pelaksanaan inisiatif pemeriksaan kesehatan gratis berbasis sekolah di Indonesia atau CKG Sekolah, termasuk uji coba lapangan di sekolah-sekolah terpilih di Jakarta dan Banten sebelum peluncuran secara nasional.
Pada 2026 hingga 2030, kemitraan di Indonesia akan berfokus pada tiga bidang: mendorong perilaku hidup sehat dan pelibatan pemuda yang bermakna; memperkuat lingkungan dan layanan yang responsif terhadap remaja; serta mendukung kebijakan, bukti, dan sistem untuk kesehatan remaja dan pencegahan PTM.
Upaya ini akan mencakup penguatan edukasi pencegahan PTM melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Kementerian Sosial, melalui sekolah, masyarakat, dan platform digital; meningkatkan kesadaran sejak dini, skrining, dan tindak lanjut; mendukung kepemimpinan remaja; serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan guru dalam pencegahan, konseling, dan tindak lanjut.
Fase berikutnya juga akan mempertimbangkan bagaimana risiko iklim dan lingkungan memengaruhi kesehatan remaja, termasuk melalui pendekatan pencegahan berbasis informasi iklim di sekolah serta aksi yang dipimpin pemuda terkait iklim dan kesehatan.
Program di Indonesia merupakan bagian dari perpanjangan kemitraan global antara UNICEF dan Young Health Programme AstraZeneca untuk periode 2026 hingga 2030. Secara global, kemitraan ini bertujuan menjangkau tujuh juta anak muda di tujuh negara dengan pesan pencegahan PTM, mendukung 2.000 sekolah dan pusat komunitas, memberdayakan 750.000 pemimpin muda untuk mengadvokasi perubahan, serta berkontribusi pada sedikitnya 17 aksi kebijakan guna memperkuat pencegahan PTM dan meningkatkan hasil kesehatan pemuda.
Fase baru ini melanjutkan enam tahun kemitraan global antara UNICEF dan Young Health Programme AstraZeneca, dengan penekanan berkelanjutan pada aksi yang dipimpin pemuda, kesetaraan kesehatan, dan respons terhadap perubahan iklim.
AstraZeneca telah mengumumkan total investasi lebih dari US$100 juta untuk Young Health Programme secara global pada periode 2010 hingga 2030 di seluruh negara yang didukung. Jumlah tersebut mencakup US$1,3 juta untuk program di Indonesia pada periode 2026–2030. Program ini mendukung anak muda, khususnya mereka yang berada dalam situasi rentan, untuk mencegah penyakit tidak menular (PTM) serta mengadvokasi lingkungan dan kebijakan yang lebih sehat.
# # #
Catatan untuk editor
UNICEF tidak mendukung atau memberikan endorsement terhadap perusahaan, merek, produk, atau layanan apa pun.
Kontak Media
Tentang UNICEF
UNICEF mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan setiap anak melalui setiap kegiatannya. Bersama dengan para mitra, kami bekerja di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mengubah komitmen itu menjadi aksi nyata dengan fokus untuk menjangkau anak yang paling rentan dan paling terpinggir, demi semua anak, di mana pun mereka berada.
Untuk informasi lebih jauh tentang UNICEF dan kerja-kerjanya untuk anak, silakan kunjungi www.unicef.org.