Pencanangan Nasional Perluasan Imunisasi Rotavirus (RV)

15 Agustus 2023
A health worker administer immunization
UNICEF/UN0246929/Noorani

Pangkajene Kepulauan, 15 Agustus 2023 - Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020 menunjukkan bahwa diare menjadi penyumbang kematian nomor dua setelah pneumonia pada bayi usia 29 hari - 11 bulan yaitu 9,8% dan pada kelompok balita usia 12 – 59 bulan sebesar 4,5% dari total kematian. Menurut sumber data Indonesia Rotavirus Surveillance Network 2001-2017, Rotavirus adalah penyebab utama diare berat pada balita, yaitu sekitar 41% sampai 58% dari total kasus diare pada balita yang dirawat inap. Selain menyebabkan kesakitan dan kematian, diare juga akan menghambat tumbuh kembang seorang anak karena dapat menimbulkan stunting. Zat mikro yang dibutuhkan oleh tubuh anak untuk tumbuh hilang karena infeksi diare yang berulang. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 juga menunjukkan prevalensi diare yang tinggi pada balita yaitu mencapai 9,8%.

Berbagai upaya telah dilakukan dalam mengatasi permasalahan diare ini diantaranya melalui perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan serta penanganan kasus diare dengan oralit dan zink, namun belum memberikan hasil yang optimal. Upaya pengendalian diare akan lebih baik bila ditambahkan dengan pencegahan melalui pemberian imunisasi Rotavirus (RV), sebagaimana direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Dalam rangka mencapai target SDGs 2030, Pemerintah Indonesia berkomitmen tinggi untuk melindungi seluruh Masyarakat dari kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit-penyakit berbahaya yang dapat dicegah dengan imunisasi, salah satunya dengan menambahkan imunisasi antigen baru ke dalam program imunisasi nasional. Keempat jenis vaksin tersebut adalah vaksin Pneumokokus Konyugasi (PCV) untuk mencegah pneumonia (radang paru) yang telah diperluas ke seluruh Indonesia sejak September 2022, Inactivated Poliovirus Vaccine dosis kedua (IPV2) untuk memperkuat perlindungan terhadap polio yang telah dilaksanakan secara nasional mulai Juni 2023 lalu, Human Papilomavirus (HPV) untuk mencegah kanker leher rahim yang juga telah diperluas ke seluruh Indonesia pada 9 Agustus 2023 minggu lalu dan hari ini imunisasi RV untuk mencegah diare berat pada bayi juga akan diperluas pelaksanaannya secara nasional.

Hari ini, Wakil Menteri Kesehatan mencanangkan perluasan pemberian imunisasi RV secara nasional di Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan yang dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan beserta segenap jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Bupati Pangkajene Kepulauan beserta seluruh jajaran Pemerintah daerah Kabupaten Pangkajene Kepulauan, perwakilan lintas sektor dari Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas, perwakilan dari organisasi profesi, organisasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan, perwakilan mitra pembangunan kesehatan internasional yaitu WHO, UNICEF, UNDP dan CHAI serta masyarakat di Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pelaksanaan pemberian imunisasi RV di lokasi pencanangan yaitu di Rumah Jabatan Bupati Pangkajene Kepulauan.

Pemberian imunisasi RV di Indonesia dilaksanakan secara bertahap dimulai pada tahun 2022 di 21 kab/kota risiko tinggi di 18 provinsi dan tahun ini diperluas ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Imunisasi RV diberikan sebanyak tiga dosis mulai bayi usia 2 bulan dan maksimal usia 6 bulan dengan jarak minimal empat minggu antar dosisnya. Imunisasi RV harus diberikan tepat waktu untuk memberikan perlindungan sedini mungkin pada bayi dari bahaya diare berat yang disebabkan Rotavirus.

Keberhasilan pemberian imunisasi antigen baru dan imunisasi rutin lainnya sangat membutuhkan peran aktif dari Pemerintah Daerah, lintas sektor terkait, mitra pembangunan kesehatan serta seluruh lapisan masyarakat. Bersama-sama kita dukung akselerasi transformasi kesehatan dalam rangka mencapai cakupan imunisasi yang tinggi dan merata sehingga dapat semakin memperkuat program imunisasi dan sistem kesehatan nasional.

“Perluasan imunisasi RV secara nasional merupakan langkah besar untuk mengurangi tingginya insiden penyakit diare yang disebabkan oleh infeksi rotavirus pada anak-anak di Indonesia,” kata Maniza Zaman, Perwakilan UNICEF Indonesia. “Mengawali dengan introduksi vaksin rotavirus di 18 provinsi pada tahun 2022, tahun ini UNICEF dan mitra pembangunan berdedikasi pada tanggung jawab yang lebih besar untuk melindungi 4,3 juta anak di bawah usia satu tahun dengan imunisasi RV yang penting ini.”

“WHO Indonesia mengapresiasi dan akan terus mendukung pemerintah Indonesia dalam langkahnya mencanangkan imunisasi Rotavirus secara nasional. Semua vaksin yang sudah mendapatkan prekualifikasi WHO, termasuk vaksin yang dipakai di program imunisasi nasional Indonesia, adalah aman dan efektif. WHO Indonesia mendorong semua anak-anak Indonesia untuk sesegera mungkin mendapatkan imunisasi Rotavirus sesuai dengan usianya,” kata Dr. N. Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia. “Langkah ini perlu dilakukan beriringan dengan upaya lain dalam mencegah diare pada anak, seperti dukungan ASI eksklusif selama 6 bulan dilanjutkan menyusui sampai dengan 2 tahun, pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta penanganan dini dengan oralit dan tablet zinc.”

Mari kita lindungi anak – anak Indonesia dari bahaya penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) salah satunya adalah diare berat akibat Rotavirus sehingga Indonesia dapat memiliki generasi emas yang sehat, tangguh, cerdas dan kuat.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (myg)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Kontak Media

Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik
Kementerian Kesehatan RI
Tel: Hotline 1500-567, SMS 081281562620
Kinanti Pinta Karana
Spesialis Komunikasi
UNICEF Indonesia
Tel: +62 8158805842

Tentang UNICEF

UNICEF mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan setiap anak melalui setiap kegiatannya. Bersama dengan para mitra, kami bekerja di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mengubah komitmen itu menjadi aksi nyata dengan fokus untuk menjangkau anak yang paling rentan dan paling terpinggir, demi semua anak, di mana pun mereka berada.

Untuk informasi lebih jauh tentang UNICEF dan kerja-kerjanya untuk anak, silakan kunjungi www.unicef.org.

Ikuti UNICEF di Twitter and Facebook