Dua tahun perang yang telah memporakporandakan anak-anak di Gaza

Pernyataan resmi dari Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell

09 Oktober 2025
Ribuan keluarga Palestina mengungsi dari Kota Gaza menuju bagian selatan Jalur Gaza di tengah gempuran hebat dan perintah evakuasi. 15 September 2025
UNICEF/UNI863960/El Baba Ribuan keluarga Palestina mengungsi dari Kota Gaza menuju bagian selatan Jalur Gaza di tengah gempuran hebat dan perintah evakuasi. 15 September 2025

NEW YORK, 8 Oktober 2025 — “Selama lebih dari 700 hari, anak-anak di Gaza telah terbunuh, terluka, dan terpaksa mengungsi akibat perang yang menghancurkan dan telah mencederai nilai-nilai kemanusiaan kita bersama. Serangan Israel terhadap Kota Gaza dan wilayah lain di Jalur Gaza masih terus berlangsung. Dunia tidak boleh, dan tidak seharusnya, membiarkan tragedi ini terus berlanjut.

“Dalam dua tahun terakhir, diperkirakan sebanyak 64.000 anak telah menjadi korban tewas atau mengalami luka serius di seluruh Jalur Gaza, termasuk sedikitnya 1.000 bayi. Jumlah anak yang meninggal akibat penyakit yang seharusnya bisa dicegah, atau yang masih tertimbun di bawah reruntuhan, belum dapat dipastikan.

“Kelaparan masih melanda Kota Gaza dan kini menyebar ke wilayah selatan, tempat anak-anak sudah hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Krisis gizi, terutama pada bayi, masih sangat mengkhawatirkan. Berbulan-bulan tanpa akses makanan yang layak telah menyebabkan dampak serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

“Kebutuhan akan gencatan senjata semakin mendesak. Sejak Sabtu pagi, sedikitnya 14 anak dilaporkan tewas akibat pemboman dan penembakan intensif yang terus menghantam Kota Gaza dan wilayah sekitarnya.

“UNICEF menyambut baik semua upaya untuk mengakhiri perang dan mendorong terciptanya perdamaian di Gaza dan kawasan sekitarnya. Setiap rencana harus mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera, serta akses bantuan kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan — melalui semua jalur dan titik penyeberangan yang tersedia — dalam skala yang sangat dibutuhkan oleh seluruh warga Gaza, khususnya anak-anak.

“Hukum humaniter internasional menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil adalah kewajiban mutlak. Penolakan terhadap bantuan kemanusiaan bagi warga sipil merupakan pelanggaran serius. Prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan kehati-hatian harus menjadi pedoman dalam setiap tindakan militer. Warga sipil yang tidak dapat, tidak mau, atau memilih untuk tetap tinggal di wilayah konflik tetaplah warga sipil dan harus dilindungi sepenuhnya.

“Setiap anak yang terbunuh adalah kehilangan yang tak tergantikan. Demi masa depan anak-anak Gaza, perang ini harus segera diakhiri."

Kontak Media

Kinanti Pinta Karana
Spesialis Komunikasi
UNICEF Indonesia
Tel: +62 8158805842

Additional resources

Seorang anak dan ayahnya berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur di Gaza.

Kumpulan sumber tambahan untuk wartawan

Tentang UNICEF

UNICEF mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan setiap anak melalui setiap kegiatannya. Bersama dengan para mitra, kami bekerja di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mengubah komitmen itu menjadi aksi nyata dengan fokus untuk menjangkau anak yang paling rentan dan paling terpinggir, demi semua anak, di mana pun mereka berada.

Untuk informasi lebih jauh tentang UNICEF dan kerja-kerjanya untuk anak, silakan kunjungi www.unicef.org.

Ikuti UNICEF di Twitter and Facebook