#JagaBareng

Pelajari cara-cara menjaga dirimu dan sesama dari bahaya kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring

#JagaBareng web header
UNICEF/2023

Hal ini bisa terjadi pada kamu, anak, atau orang terdekatmu..

Embedded video follows

Perkembangan internet dan perangkat komunikasi digital telah mengubah beragam aspek dalam kehidupan kita, tak terkecuali bagi anak-anak dan remaja. 95% anak usia 12-17 tahun di Indonesia mengakses internet minimal dua kali sehari. Di satu sisi, internet memiliki dampak positif bagi kita, baik untuk kegiatan akademik, maupun urusan personal lainnya. Kamu pasti pernah menggunakan internet untuk membantu mengerjakan tugas sekolah atau belajar dari berbagai materi yang tersedia di platform digital. Terlebih lagi di masa pandemi COVID-19, internet pasti bermanfaat sekali untuk mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh. Selain itu, internet juga bermanfaat untuk beragam kegiatan lain, seperti mengirim pesan instan, menggunakan media sosial, menonton video atau siaran langsung, berbicara dengan keluarga atau teman yang tinggal lebih jauh, atau bermain video game.  

Namun, di sisi lain, jika kita tidak berhati-hati, internet juga menyimpan risiko untuk anak-anak dan remaja. Simak halaman ini untuk mempelajari tips-tips menjaga dirimu dan sesama dari bahaya kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring.      

Yang anak-anak cari ketika menggunakan internet
Yang anak-anak dapat ketika menggunakan internet
Text faktanya
Gif #MusuhBersama
Icon 22%

anak-anak menemukan konten seksual tidak terduga secara daring melalui iklan, umpan media sosial, mesin pencari dan aplikasi perpesanan, dan 9% menyatakan aktif mencari materi seperti itu 

Icon 500.000

anak di Indonesia, menyatakan pernah mengalami eksploitasi seksual dan perlakuan yang salah di dunia maya dalam setahun terakhir 

Icon 29%

anak pernah mengirim informasi pribadi ke seseorang yang belum pernah mereka temui secara langsung   

Anak-anak dengan disabilitas juga rentan mengalami kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring. Simak cerita anak-anak dengan disabilitas di Makassar berikut ini!

Embedded video follows
Teks apa itu kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring

Kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring mengacu pada situasi yang melibatkan teknologi, internet, dan komunikasi digital di beberapa titik selama rangkaian pelecehan atau eksploitasi. Kekerasan ini dapat terjadi sepenuhnya secara daring atau melalui campuran interaksi daring dan tatap muka antara pelaku dan anak. 

Hal-hal di bawah ini termasuk sebagai bentuk kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring:     

Icon video, teks produksi, kepemilikan atau berbagi materi pelecehan seksual anak

Foto, video, audio, atau rekaman lain, atau penggambaran lain apapun dari pelecehan seksual anak yang nyata atau yang dihasilkan secara digital atau bagian seksual seorang anak untuk tujuan utama seksual 

Icon putar, teks siaran langsung pelecehan seksual anak

Pelecehan seksual anak yang dilakukan dan dilihat secara bersamaan dan langsung melalui alat komunikasi, alat video konferensi dan/atau aplikasi obrolan

Icon dialog, teks grooming online anak untuk tujuan seksual

Melibatkan anak melalui teknologi dengan maksud melecehkan atau mengeksploitasi anak secara seksual, dapat terjadi baik sepenuhnya daring atau melalui kombinasi kontak daring dan langsung

Icon pemberian uang, teks pemerasan seksual terhadap anak-anak

Pemerasan atau ancaman untuk mengekstraksi konten seksual atau manfaat lain (misalnya, uang) dari anak, seringkali menggunakan konten seksual anak yang sebelumnya telah diperoleh sebagai alat tawar

Apa saja risiko kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring?

56 persen anak tidak pernah menceritakan insiden yang dialami kepada siapa pun

Kita perlu memahami berbagai perasaan yang mungkin dirasakan anak yang mengalami kekerasan dan eksploitasi seksual di ranah daring.   

Mereka dapat merasa.. 

  • Bersalah 
  • Malu dan khawatir menjadi aib dan masalah bagi keluarga 
  • Tidak tahu harus bicara dengan siapa atau melapor ke mana 
  • Berpikir tidak seorang pun dapat memahami mereka 
  • Tidak menganggap hal itu sebagai hal yang serius untuk dilaporkan 

(Sumber: Disrupting Harm, 2022)

Jika tidak tertangani, bagaimana akibatnya?

  • Menyakiti diri sendiri
  • Gangguan makan
  • Gangguan tidur
  • Perilaku berisiko, seperti menggunakan obat-obatan terlarang atau mengonsumsi alkohol
  • Bisa kembali menjadi korban atau malah menjadi pelaku ke generasi berikutnya

(Sumber: NSPCC, 2017)

  • Merasa malu dan tidak berharga
  • Menyalahkan diri sendiri
  • Punya trauma atau serangan panik
  • Merasa kesepian
  • Memiliki gangguan kecemasan
  • Depresi
  • Memiliki trust issue
  • Tidak percaya diri

(Sumber: NSPCC, 2017)

  • Lawan jenis
  • Interaksi seksual
  • Diri sendiri
  • Relasi dengan orang lain

(Sumber: NSPCC, 2017)

Apa yang bisa kamu lakukan untuk melindungi dirimu?
  1. Sebarkan konten dan pesan yang baik di ranah daring
  2. Tidak membagikan informasi pribadi di ranah daring ke orang yang tidak dikenal, termasuk alamatmu dan nama sekolahmu
  3. Berhati-hati ketika menerima friend request di media sosial, cek apakah kalian memiliki teman yang sama atau tidak. Jangan ragu menolak permintaan jika tidak dikenal
  4. Ganti password media sosialmu secara berkala, ingat untuk tidak membagikan password akun ke siapa pun  
  5. Hindari bertemu orang yang baru kamu kenal dari internet sendirian, beri tahu orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya
  6. Selalu ceritakan apa yang kamu alami di media sosial pada orang tua atau orang dewasa lain yang kamu percaya. Minta pertolongan jika dibutuhkan
  7. Terus belajar cara berinternet dengan aman dan mau berbagi ke teman-teman terdekat 


    Simak juga tips dari teman-teman kita di Kelompok Interaksi Jawa Tengah! ➡️
@unicefindonesia

SetiapAnakBerhak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan dan eksploitasi seksual di ranah daring. ​ Yuk, belajar cara-cara aman berinternet bersama teman-teman dari Kelompok Interaksi Jawa Tengah!​​ 🎤 Cristina Setia Ningrum​ SaferInternetDay SafeOnline JagaBareng UntukSetiapAnak ENDViolence ForEveryChild​ ​

♬ original sound - UNICEF Indonesia - UNICEF Indonesia

 

Cerita Rena
Apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi anak-anak

Kita semua bisa mengambil bagian dalam upaya menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak di ranah daring. Berikut adalah cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk melindungi anak, murid, atau teman dari kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring: 

  • Mau mendampingi anak ketika menggunakan internet
  • Mau menyusun kesepakatan bersama, misalnya dalam hal: batasan waktu menggunakan internet dan gawai, situs media sosial atau game yang aman diakses sesuai usia anak, penggunaan fitur kontrol orang tua di gawai/aplikasi/media sosial yang digunakan anak
  •  Mau menjaga komunikasi dan berempati dengan anak
  • Mau terus membekali diri tentang kekerasan di ranah daring
Embedded video follows
UNICEF/2024

  • Mau saling memberi contoh positif dalam beraktivitas di ranah daring
  • Aktif bagikan info tentang bahaya menyalahgunakan akses dunia digital
  • Mau saling terbuka jika ada hal buruk terjadi dalam aktivitas digital
Embedded video follows
UNICEF/2024
Apa yang bisa kita lakukan jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami kekerasan dan eksploitasi

Jika ada anak yang mengalami kekerasan atau eksploitasi di ranah daring, hal utama tentunya melapor ke layanan perlindungan anak terdekat atau hotline SAPA 129. Lalu, apa langkah berikutnya?

  • Beranikan diri untuk bercerita kepada orang yang dipercaya
  • Tidak menyalahkan diri atas apa yang sudah terjadi
  • Tetap menyimpan bukti-bukti dari kejadian, atau menyerahkan salinan bukti ke pihak yang dipercaya
  • Mencari pertolongan dari konselor yang bisa membantu untuk melalui perjalanan untuk menyembuhkan diri dari trauma
  • Jika merasa perlu, bergabung dengan support group agar bisa pulih bersama

  • Mendengarkan cerita teman
  • Percaya dan berpihak kepadanya
  • Memberi dukungan penuh secara rutin
  • Ingat untuk tidak menjadikan kejadian sebagai bahan bercanda
  • Memberi informasi ke mana mencari dukungan/layanan yang dibutuhkan

  • Percaya dan beri dukungan penuh kepada anak
  • Menindaklanjuti kasus dengan tenang tetapi tegas
  • Terus mendampingi anak dalam proses pelaporan, pengusutan, dan pemulihan
#JagaBarengWorkshop

Simak keseruan workshop online and offline #JagaBareng!

Embedded video follows
Daftar kontak penting
Icon phone

Hotline SAPA 129 

Hubungi hotline SAPA 129 jika kamu mengalami kekerasan dan eksploitasi seksual di ranah daring atau jika kamu mengetahui ada teman yang mengalami

Icon laptop

aduankonten.id

Kunjungi dan laporkan ke situs ini jika kamu melihat konten di ranah daring yang menunjukkan kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak

 

Icon phone

Call Center KPAI 

Hubungi call center KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) di nomor (021) 31901556 untuk mengadukan kekerasan dan eksploitasi seksual di ranah daring yang terjadi padamu atau orang yang kamu kenal

Icon keamanan siber

patrolisiber.id

Laporkan di patrolisiber.id jika kamu atau orang yang kamu kenal mengalami kejahatan siber

Baca lebih lanjut

Pengetahuan dan Kebiasaan Daring Anak di Indonesia

Memaparkan kegiatan daring anak-anak di Indonesia dan upaya UNICEF mencegah dan menangani eksploitasi dan pelecehan seksual anak di ranah daring

Lihat laporan selengkapnya

Waspada, tetapi tidak takut: Santri belajar cara melindungi

Upaya UNICEF mendukung program Pencegahan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Ranah Daring (P-OCSEA)

Baca ceritanya