Cara menurunkan stres
Kiat sederhana dan efektif mengelola stres untuk orang tua
- English
- Bahasa Indonesia
Menjadi orang tua berarti merasakan beragam emosi yang datang silih berganti, mulai dari bahagia dan cinta hingga cemas dan takut, lalu kembali ke suka cita. Yang jelas, orang tua tidak pernah lepas dari stres.
Stres bisa terjadi kepada siapa saja dan merupakan reaksi yang normal. Sedikit stres bahkan bisa berguna untuk kita, karena kita menjadi lebih fokus dan produktif. Namun, stres juga dapat berbahaya, apa lagi jika terlalu tinggi atau berlangsung terlalu lama, sehingga membuat kita kelelahan dan akhirnya jenuh.
Stres hadir dalam berbagai tuntutan kehidupan, seperti pekerjaan, hubungan dengan orang lain, dan menjadi orang tua. Stres dapat mengganggu kita saat menjalani peran-peran ini dan berdampak negatif. Bahkan, tugas paling sederhana pun bisa membuat kita merasa stres.
Lalu, bagaimana mengatasi stres? Pertama, jangan terlalu keras kepada diri sendiri. Terimalah bahwa menjadi orang tua merupakan tugas yang berat dan tidak ada orang tua yang “sempurna”. Meluangkan waktu untuk diri sendiri bukan kemewahan, melainkan keharusan. Ketika kita merawat diri, kita pun akan lebih mampu merawat anak-anak kita.
Mengenali tanda-tanda stres
Stres tidak bisa sepenuhnya dihindari, tetapi bisa dikelola agar tidak menjadi berlebihan. Dampak stres pun berbeda pada tiap orang. Perasaan seperti kewalahan, kecemasan yang meningkat, mudah kesal, dan lelah adalah beberapa efek stres yang sering dialami seseorang.
Cobalah kenali tanda-tanda diri kita butuh jeda dan ambil langkah untuk mencegah stres makin bertumpuk; hal seperti berjalan kaki, minum teh, atau melakukan teknik pernapasan bisa sangat besar manfaatnya. Cara ini membantu tubuh kembali seimbang, sehingga stres tidak makin naik dan mengakibatkan jenuh (burnout).
> Cari tahu lebih lanjut: Apa itu stress?
Cara mengatasi amarah
Jika kita merasa marah, menjauhlah dari situasi yang sedang dihadapi. Ambil waktu 20 detik untuk menenangkan diri. Ambil napas dalam-dalam dan embuskan. Ulangi sebanyak 5 kali sebelum kita lanjut bicara atau bergerak. Jika bisa, pergilah ke tempat lain dan tetap di sana selama 5—10 menit hingga merasa mampu mengendalikan emosi.
Apa itu burnout?
Salah satu efek negatif dari stres yang bertumpuk adalah kondisi jenuh. Ini adalah keadaan letih fisik, emosi, dan mental akibat terlalu lama terpapar pemicu stres atau situasi yang dengan tuntutan emosional tinggi. Jenuh merupakan keletihan emosional.
Terdapat beragam gejala fisik dan emosional dari kejenuhan, misalnya:
- Terus-terusan merasa lelah
- Sulit tidur atau terlalu banyak tidur
- Kinerja turun
- Daya konsentrasi dan ingat terganggu
- Tidak bisa mengambil keputusan
- Otot-otot tegang
- Sering sakit, sering pusing atau sakit perut
- Gelisah
- Hilang empati
Jika kita merasa memiliki salah satu gejala di atas, bisa jadi kita sedang di tepi kejenuhan, atau bahkan sudah mengalaminya. Inilah tanda kita harus mengambil waktu istirahat, mencari bantuan dari orang di sekitar, dan fokus pada pemulihan diri. Apabila merasa butuh bantuan lain, jangan ragu untuk menghubungi tenaga profesional yang bisa membantu kita memprioritaskan perawatan diri dan mempelajari cara-cara mengelola stres.
Teknik relaksasi untuk orang tua
Cara kita bernapas berpengaruh terhadap tubuh. Saat merasa stres atau cemas, tubuh menjadi tegang dan kita bernapas lebih cepat. Gunakan teknik pernapasan untuk menenangkan diri. Bernapas dalam-dalam selama dua sampai tiga menit, beberapa kali dalam sehari, dapat membantu kita merasa tenang.
Latihan pernapasan ini juga bisa dilakukan kapan saja, di mana saja.
Bernapas dalam
Cobalah mengambil napas dengan perlahan. Isi paru-paru dengan udara. Setelah itu, embuskan napas, juga perlahan, hingga tuntas. Untuk membantu, cobalah berhitung sampai lima tiap kali menarik dan mengeluarkan napas. Ulangi latihan ini selama dua sampai tiga menit. Jika mengajak anak, jelaskan bahwa ketika mereka menarik napas, mereka sedang mengisi perut dengan udara, seperti balon. Ketika mengeluarkan napas, udara pun keluar dengan perlahan dari balon.
Dengarkan napas
Saat menarik dan mengeluarkan napas, kita bisa mencoba mendengarkan napas sendiri. Letakkan tangan di atas perut. Rasakan perut naik dan turun setiap kali bernapas. Dengarkan napas itu untuk sementara waktu.
Tambahkan gerakan lembut
Posisikan kedua lengan di samping tubuh dengan telapak tangan menghadap ke atas. Perlahan, sambil menarik napas dari hidung, angkat lengan ke atas. Berhenti saat lengan sudah setinggi bahu. Setelah itu, turunkan lengan pelan-pelan sambil mengembuskan napas dari mulut.
Pentingnya merawat diri
Perawatan diri merujuk kepada aktivitas apa pun yang kita lakukan dalam rangka menjaga kesehatan mental, emosional, dan fisik. Meski definisinya sederhana, perawatan diri kerap terlupakan.
Perawatan diri yang baik penting untuk memperbaiki mood dan meredakan kecemasan. Aktivitas merawat diri bisa sesederhana menikmati secangkir teh, mendengarkan musik, atau berjalan kaki di sekitar lingkungan rumah. Silakan pilih aktivitas sederhana yang bisa mengembalikan energi kita.
Lebih jauh, merawat diri harus direncanakan, bukan terjadi karena tidak sengaja. Masukkan kegiatan tertentu di agenda kita, beritahukan kepada orang lain supaya kita merasa lebih berkomitmen, dan aktiflah mencari kesempatan untuk melakukannya. Coba lihat apakah aktivitas merawat diri ini bisa diselipkan ke dalam kegiatan sehari-hari dengan bantuan dari orang di sekitar.
Yang pasti, merawat diri penting untuk mencegah kejenuhan!
Optimis, mencari solusi, dan bermain
Bagi orang yang sedang menghadapi masalah, merasa optimis bisa jadi sulit. Akan tetapi, kita perlu selalu mengingatkan diri sendiri bahwa masih ada aspek-aspek dalam kehidupan yang kita bisa kendalikan dan bahwa kita bisa membuat perubahan. Ketika kita merasa optimis, kita akan dapat fokus pada perubahan, melihat ke masa depan, dan aktif mencari solusi bagi permasalahan yang sedang dihadapi.
Saat menghadapi masalah, coba tuliskan sebanyak mungkin kemungkinan solusinya. Setelah itu, pikirkan lagi keuntungan dan kerugian setiap pilihan ini, dan mana yang sekiranya termudah untuk dijalankan. Terkadang, kita harus mencoba lebih dari satu solusi. Kalau masalah itu rasanya terlalu besar, cobalah membedah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga lebih mudah dikelola.
Penting untuk diingat, kita tidak sendiri. Ada orang lain yang bisa membantu. Tidak perlu menunda meminta bantuan sampai kita merasa kewalahan. Cobalah bicara dengan teman atau anggota keluarga yang mungkin bisa mengulurkan tangan. Selain itu, anak bisa diajak terlibat dalam tugas-tugas rumah tangga sesuai usianya. Ini bisa menjadi cara efektif untuk menjalin kedekatan, membantu anak mengasah keterampilan, sekaligus meringankan tekanan yang dirasakan orang tua.
Bermain dengan anak juga terbukti efektif meredakan stres. Baik memainkan permainan tertentu, menari, maupun bernyanyi, ketika kita menikmati momen seru dan tertawa bersama anak, tubuh kita melepaskan hormon endorfin yang membuat kita gembira. Bermain, meski sebentar, bisa membantu mengingatkan kita mampu menjadi orang tua serta menjadi pengalih positif dari hal-hal lain yang menyibukkan pikiran.
Jangan ragu meminta bantuan tenaga profesional
Jika rasanya kesulitan menghadapi stres, cobalah pertimbangkan menemui tenaga ahli. Tenaga kesehatan bisa memberikan kita saran, misalnya merekomendasikan psikolog yang membantu seseorang mengelola stres dan membangun kebiasaan-kebiasaan baik bagi kesehatan mental.
Tidak perlu takut mencari bantuan profesional. Apabila stres berdampak terhadap kehidupan kita, artinya kita sangat perlu mencari bantuan sesegera mungkin, agar kita pun merasa lebih baik.
Ingat, anak-anak meneladani orang dewasa. Dengan proaktif mengelola stres, artinya kita sedang memberikan contoh baik kepada anak tentang cara merawat diri, sekarang dan nanti.
Tulisan ini disusun dengan dukungan dari LEGO Foundation.