190 Juta Anak di Asia dan Pasifik Terpapar Risiko Iklim Akibat El Niño – UNICEF
El Niño berpotensi memperburuk kondisi anak-anak dan keluarga yang telah menghadapi dampak bencana iklim, konflik, dan kesulitan ekonomi
- English
- Bahasa Indonesia
BANGKOK, 6 Oktober 2026 – UNICEF hari ini memperingatkan bahwa sekitar 190 juta anak di Asia dan Pasifik tinggal di wilayah yang diperkirakan akan mengalami kondisi curah hujan yang jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya akibat El Niño selama periode Oktober hingga Desember 2026. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kawasan lain di dunia.
El Niño 2026–2027 diperkirakan akan menjadi salah satu yang terkuat sepanjang sejarah pencatatan. Perubahan pola curah hujan diperkirakan meningkatkan kemungkinan terjadinya kekeringan parah, banjir, dan berbagai peristiwa cuaca ekstrem lainnya. Kondisi ini mengancam kesehatan, gizi, pendidikan, dan perlindungan anak, serta akses mereka terhadap air bersih, sanitasi, dan layanan kebersihan yang layak.
“Bagi jutaan anak di Asia dan Pasifik, El Niño berisiko menjadi krisis tambahan di tengah berbagai tekanan yang telah memengaruhi kehidupan mereka,” ujar Sanjay Wijesekera, Direktur Regional UNICEF untuk Asia dan Pasifik. “Banyak anak dan keluarga saat ini masih berjuang menghadapi dampak bencana iklim, konflik, pengungsian, dan kesulitan ekonomi. El Niño dapat semakin memperburuk kondisi kesehatan, gizi, pendidikan, dan keselamatan mereka.”
Tingkat risiko yang dihadapi setiap negara di kawasan ini akan sangat bervariasi. Fiji, Vanuatu, Kepulauan Solomon, Timor-Leste, Papua Nugini, dan Filipina termasuk negara-negara yang diperkirakan akan mengalami kondisi lebih kering akibat El Niño. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan di sektor pertanian dan kelangkaan air, sekaligus meningkatkan risiko pengungsian dan malnutrisi akut. Sementara itu, negara lain seperti Sri Lanka diperkirakan akan mengalami curah hujan di atas rata-rata. Di negara-negara yang terdampak krisis dan konflik, seperti Afghanistan, El Niño dapat memperburuk kondisi kelaparan, malnutrisi, pengungsian, serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar yang sudah terjadi.
El Niño juga terjadi ketika anak-anak dan keluarga di seluruh Asia dan Pasifik masih menghadapi bencana iklim yang berulang serta tekanan ekonomi yang semakin meningkat akibat krisis di Timur Tengah. Di negara-negara seperti Nepal dan Pakistan, banjir, badai, dan suhu panas ekstrem telah memaksa keluarga mengungsi, merusak infrastruktur, mengganggu kegiatan pertanian dan mata pencaharian, serta semakin membebani layanan dasar. Pada saat yang sama, kenaikan harga pangan dan biaya hidup, serta gangguan pada pasar lokal, semakin menekan anggaran rumah tangga. Akibatnya, keluarga rentan memiliki semakin sedikit sumber daya untuk menghadapi krisis berikutnya.
“Bagi banyak keluarga, waktu untuk pulih dari satu krisis hampir tidak ada sebelum mereka harus menghadapi krisis berikutnya,” kata Wijesekera. “Ketika hasil panen gagal, harga pangan meningkat, atau mata pencaharian terganggu, dampaknya dengan cepat dirasakan oleh anak-anak, mulai dari makanan yang mereka konsumsi, kesempatan untuk tetap bersekolah, hingga kemampuan keluarga membiayai layanan kesehatan dan kebutuhan penting lainnya.”
Berbagai tekanan tersebut juga dapat meningkatkan risiko putus sekolah, pekerja anak, perkawinan anak, kekerasan, dan eksploitasi. Anak perempuan menghadapi dampak yang lebih besar, terutama akibat terganggunya pendidikan, meningkatnya tanggung jawab pengasuhan, serta bertambahnya risiko terhadap keselamatan dan perlindungan mereka.
UNICEF bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai mitra di seluruh kawasan untuk memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan, menyiapkan dan menempatkan pasokan kebutuhan penting di lokasi strategis, melindungi keberlangsungan layanan dasar, serta memperkuat sistem yang tangguh terhadap perubahan iklim. Upaya-upaya ini membutuhkan pendanaan yang memadai, tepat waktu, dan fleksibel, termasuk untuk tindakan antisipatif, agar negara dan masyarakat dapat mempersiapkan diri serta merespons sebelum risiko semakin meningkat.
“Kita tahu ancaman ini akan datang, dan kita masih memiliki kesempatan untuk bertindak,” ujar Wijesekera. “Kita tidak boleh menunggu hingga sumber air mengering, harga pangan menjadi tidak terjangkau, atau anak-anak terpaksa berhenti bersekolah sebelum mengambil tindakan. Langkah yang dilakukan sekarang dapat membantu memastikan layanan penting tetap berjalan dan dukungan menjangkau anak-anak, keluarga, serta masyarakat rentan sebelum kebutuhan mereka semakin mendesak.”
UNICEF mendesak pemerintah, donor, dan mitra untuk segera berinvestasi dalam kesiapsiagaan dan tindakan antisipatif, termasuk memperkuat sistem perlindungan sosial, agar bantuan dapat segera menjangkau kelompok yang paling berisiko. Pendanaan yang fleksibel dan tepat waktu akan menjadi faktor penting untuk memastikan prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat ditindaklanjuti sebelum bencana terjadi.
###
Catatan untuk Redaksi
Angka 190 juta merupakan perkiraan jumlah anak yang tinggal di wilayah Asia dan Pasifik yang diprediksi akan mengalami curah hujan jauh di bawah atau di atas kondisi normal akibat El Niño selama Oktober hingga Desember 2026. Angka tersebut merupakan estimasi jumlah anak yang terpapar kondisi curah hujan tidak normal, bukan jumlah anak yang diperkirakan akan terdampak secara langsung.
Estimasi ini diperoleh dengan menggabungkan prakiraan musiman yang diterbitkan oleh Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) pada September 2026, data populasi anak dari WorldPop, serta pemetaan wilayah terdampak El Niño berdasarkan kejadian historis dari Institut Penelitian Internasional untuk Iklim dan Masyarakat (International Research Institute for Climate and Society).
Prakiraan tersebut memiliki resolusi spasial sekitar 110 kilometer sehingga menghasilkan estimasi populasi dalam cakupan wilayah yang luas, bukan penghitungan jumlah penduduk secara tepat pada tingkat lokal.
Kontak Media
Additional resources
Tentang UNICEF
UNICEF mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan setiap anak melalui setiap kegiatannya. Bersama dengan para mitra, kami bekerja di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mengubah komitmen itu menjadi aksi nyata dengan fokus untuk menjangkau anak yang paling rentan dan paling terpinggir, demi semua anak, di mana pun mereka berada.
Untuk informasi lebih jauh tentang UNICEF dan kerja-kerjanya untuk anak, silakan kunjungi www.unicef.org.