Tata Laksana Anak Wasting di Indonesia

Pendekatan yang efektif untuk menyelamatkan jiwa

A mother holding her baby
UNICEF/UN0640474/Wilander

Sorotan

Indonesia adalah salah satu negara dengan beban kasus gizi buruk tertinggi di dunia. Gizi buruk merupakan masalah gizi pada anak balita yang paling mematikan. Bila ditemukan secara dini, maka lebih dari 85% anak balita gizi buruk dapat ditangani hingga sembuh di rumah tanpa perlu dirawat di fasilitas rawat inap melalui pendekatan Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi/PGBT (Integrated Management of Acute Malnutrition).

Pada tahun 2021, dilakukan studi analisis biaya untuk mengetahui biaya penatalaksanaan anak balita gizi buruk dengan pendekatan PGBT dengan menggunakan data dari 2 (dua) kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dibandingkan dengan pendekatan tata laksana anak balita gizi buruk yang dirawat di fasilitas rawat inap saja. Hasil studi ini menunjukkan bahwa biaya tata laksana anak balita gizi buruk dengan pendekatan PGBT lebih hemat 22% dibandingkan dengan tata laksana yang dilakukan di fasilitas rawat inap saja. Sehingga dengan komponen biaya-biaya yang sama, pendekatan PGBT dapat menangani lebih banyak anak balita gizi buruk.

Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa peningkatan cakupan perawatan anak balita gizi buruk dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi biaya layanan PGBT. Dengan demikian, perluasan cakupan layanan perlu memprioritaskan wilayah dengan beban kasus gizi buruk yang tinggi. Selain itu, kajian ini menunjukkan bahwa pendekatan PGBT merupakan intervensi yang lebih efektif secara biaya dan perlu diperluas ke seluruh pelosok Indonesia.

Penulis
UNICEF Indonesia, Kementerian Kesehatan, Kementerian PPN/Bappenas
Tanggal penerbitan
Bahasa
Inggris, Indonesia