Perluasan Pendekatan Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT)
Program penyelamat jiwa untuk pencegahan dan tata laksana anak balita wasting dalam upaya penurunan prevalensi stunting di Indonesia
- English
- Bahasa Indonesia
Sorotan
Satu dari 12 anak usia dibawah lima tahun (balita) di Indonesia diperkirakan mengalami wasting (terlalu kurus untuk tinggi atau panjang badannya). Anak balita wasting (gizi kurang dan gizi buruk) memiliki risiko tiga kali menjadi stunting dan anak balita gizi buruk memiliki risiko kematian 12 kali lebih tinggi dibandingkan balita gizi baik. Dengan pendekatan Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT), sekitar 85-90 persen anak balita gizi buruk dapat disembuhkan melalui perawatan di rumah tanpa membutuhkan perawatan di layanan rawat inap, jika dapat ditemukan dini. Setelah keberhasilan pemodelan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Kesehatan mengintegrasikan pendekatan PGBT sebagai salah satu komponen kunci dalam upaya penurunan stunting. Pendekatan PGBT perlu diperluas dengan cakupan dan kualitas di seluruh wilayah di Indonesia untuk menyelamatkan jutaan jiwa anak balita.