Kajian Pentingnya Produksi Massal Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF) Lokal di Indonesia

Ringkasan Kebijakan

A mother feeds her daughter a Ready-to-Use Therapeutic Food
UNICEF/UN0459210/Padji

Sorotan

Gizi buruk adalah jenis kekurangan gizi yang paling berbahaya dan mengancam jiwa anak-anak. Indonesia adalah negara dengan jumlah anak balita gizi buruk tertinggi kedua di dunia. Faktor risiko wasting (gizi kurang dan gizi buruk) pada balita sama dengan faktor risiko stunting, dan kedua jenis kekurangan gizi ini dapat saling mempengaruhi: anak-anak dengan wasting berisiko tiga kali menjadi stunting dibandingkan anak-anak dengan gizi baik. Gizi buruk dapat dicegah dan ditangani hingga sembuh menjadi gizi baik bila dideteksi secara dini. Namun, bila pencegahan gagal dan anak menjadi gizi buruk, mereka memerlukan penanganan dan perawatan segera untuk menyelamatkan jiwa dan mengembalikan mereka ke pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Sebagian besar balita gizi buruk (>85%) dapat diobati dengan menggunakan ready-to- use-therapeutic food (RUTF) di rumah melalui layanan rawat jalan. World Health Organization (WHO/Badan Kesehatan Dunia) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia merekomendasikan penggunaan RUTF untuk pengobatan balita gizi buruk tanpa komplikasi medis usia 6 – 59 bulan di layanan rawat jalan. Namun, tidak tersedianya RUTF di Indonesia merupakan hambatan terbesar dalam memberikan layanan bagi anak gizi buruk. RUTF yang diproduksi secara lokal dapat mengurangi masalah tidak tersedianya produk yang diperlukan untuk kualitas dan cakupan layanan yang luas. Hasil kajian menunjukan RUTF produksi lokal efektif untuk mengobati balita gizi buruk tanpa komplikasi medis di layanan rawat jalan dan juga lebih disukai oleh anak-anak Indonesia dibandingkan produk RUTF standar. Ringkasan kebijakan ini menekankan diperlukan aksi secepatnya untuk mendukung produksi RUTF lokal dan perluasan layanan penanganan balita gizi buruk ke seluruh pelosok Indonesia.

Penulis
UNICEF Indonesia, Kementerian Kesehatan, Kementerian PPN/Bappenas
Tanggal penerbitan
Bahasa
Inggris, Indonesia