Pengukuran LiLA: Salah Satu Cara Penting untuk Deteksi Dini Wasting
Salah satu cara identifikasi mandiri wasting adalah dengan melakukan pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) anak dengan menggunakan pita LiLA. Mari ketahui lebih dalam tentang pengukuran dan pita LiLA.
Wasting (gizi kurang dan gizi buruk) merupakan masalah gizi serius dengan dampak-dampak yang tidak bisa disepelekan. Deteksi dini dan penanganan yang tepat, termasuk tepat waktu menjadi hal yang harus diperhatikan untuk mencegah dampak wasting pada anak. Salah satu cara deteksi dini wasting pada anak adalah dengan melakukan pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) menggunakan pita LiLA.
Pengukuran LiLA untuk Anak Usia 6 bulan – 5 tahun
Pengukuran LiLA adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi dini balita wasting di rumah, selain melakukan pemeriksaan bengkak pada kedua punggung kaki dan identifikasi balita kurus. Pengukuran LiLA dengan menggunakan pita LiLA bisa digunakan oleh siapa pun, seperti orang tua, pengasuh, guru PAUD, dan anggota masyarakat lainnya. Penggunaan pita LiLA tidak rumit dan semua anggota masyarakat dapat diajar untuk melakukan pengukuran LiLA anak dengan benar sehingga mampu melakukan pengukuran secara mandiri di rumah, di satuan pendidikan anak usia dini (PAUD), posyandu dan tempat-tempat dimana banyak anak balita berkumpul lainnya.
Berkenalan dengan Pita LiLA
Pita LiLA merupakan sebuah alat sederhana yang dapat digunakan untuk mengukur LiLA balita usia 6 bulan - 5 tahun.
Pita LiLA balita mempunyai 3 warna, yaitu hijau, kuning dan merah. Setiap warna tersebut menggambarkan kondisi gizi balita. Berdasarkan hasil pengukuran LiLA, ada 3 (tiga) kondisi gizi balita, yaitu:
- Hijau (≥12,5 cm) artinya → anak sehat/gizi baik
- Kuning (11,5 cm – 12,4 cm) artinya → anak mengalami gizi kurang
- Merah (<11,5 cm) artinya → anak mengalami gizi buruk
Langkah-langkah Pengukuran LiLA
Saat akan melakukan pengukuran LiLA anak, pastikan kondisi pita LiLA masih baik, tidak terlipat atau sobek. Pita LiLA sebaiknya disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak agar saat diperlukan, pita LiLA tersedia, mudah ditemukan dan dalam kondisi yang baik untuk digunakan.
Penting untuk diingat saat mengukur LiLA untuk tidak menarik pita LiLA terlalu ketat atau longgar agar hasilnya tepat.
Apa yang harus dilakukan orang tua/pengasuh setelah mengukur LiLA?
Penting bagi orang tua/pengasuh untuk dapat mengambil tindakan yang tepat berdasarkan hasil deteksi mandiri di rumah.
Jika hasil pengukuran LiLA menunjukkan warna kuning (11,5 cm – 12,4 cm) atau merah (<11,5 cm), segera bawa anak ke fasilitas layanan kesehatan setempat agar dapat diperiksa lebih lengkap oleh tenaga kesehatan dan mendapat penanganan tepat sesuai kondisi balita.
Jika hasil pengukuran LiLA hijau (≥12 cm), pastikan anak terus mendapatkan asupan gizi yang seimbang dan berkualitas, dan perawatan kesehatan penting lainnya, termasuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Penting untuk diingat, walaupun hasil pengukuran LiLA hijau, namun anak terlihat kurus, maka sebaiknya anak dibawa ke fasilitas layanan kesehatan.
Pengukuran LiLA anak secara rutin (minimal satu kali dalam sebulan) dan juga pada saat balita sakit atau tidak nafsu makan dapat membantu deteksi dini anak wasting dan mencegah agar kondisi tidak menjadi buruk. Pastikan pengukuran LiLA secara mandiri dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat.
Jangan lupa bawa anak ke posyandu secara rutin agar pertumbuhan dan perkembangan balita selalu terpantau dan bila anak mengalami masalah gizi dapat terdeteksi secara dini dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Ikuti informasi tentang deteksi dini wasting yang lain seperti pemeriksaan bengkak di kedua punggung kaki dan balita tampak kurus dalam artikel-artikel seputar wasting lainnya.