Wasting (Gizi Kurang dan Gizi Buruk) dan Dampaknya pada Anak

Mari kenali lebih jauh dampak-dampak wasting.

UNICEF Indonesia
Wasting dan ancaman fatalnya pada anak
UNICEF/2023
05 September 2023

Usia balita, terutama hingga usia 2 tahun merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan anak yang sangat penting. Untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa anak balita terbebas dari segala bentuk masalah gizi, termasuk wasting (gizi kurang dan gizi buruk). Wasting dapat berdampak serius pada kesehatan, dapat mengancam keberlangsungan hidup, serta potensi anak.

Wasting tidak boleh diabaikan. Upaya-upaya pencegahan sangatlah penting, termasuk deteksi dini wasting dengan melakukan pemantauan pertumbuhan rutin di posyandu dan secara mandiri di rumah.

Mari ketahui lebih lanjut dampak-dampak wasting berikut:

Kekebalan tubuh rendah
Kekebalan (sistem imunitas) tubuh rendah

Anak wasting, khususnya anak gizi buruk, memiliki sistem imunitas yang rendah sehingga mudah terkena penyakit infeksi seperti diare, batuk pilek, dan pneumonia. Dan, balita wasting bila menderita penyakit infeksi maka kondisinya dapat lebih parah dan lebih sulit untuk sembuh dibandingkan anak gizi baik.

Gangguan pertumbuhan fisik
Gangguan pertumbuhan fisik

Anak wasting berisiko mengalami gangguan pertumbuhan fisik, termasuk pertumbuhan tinggi badan, dikarenakan kurangnya asupan zat gizi yang diperlukan untuk bertumbuh. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama, anak tersebut memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stunting, yaitu kondisi di mana tinggi badan lebih pendek bila dibandingkan anak seusianya.

Gangguan perkembangan otak
Gangguan perkembangan otak

Zat gizi adalah kunci penting dalam mendukung perkembangan otak balita. Sama seperti stunting, asupan gizi pada anak yang mengalami wasting juga terganggu, yang berisiko bagi perkembangan otak yang optimal, kemampuan belajar, serta produktivitas kerja di masa depan.

Risiko menderita penyakit tidak menular
Berisiko terkena penyakit tidak menular saat usia dewasa

Sama halnya dengan stunting, anak yang mengalami wasting memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita penyakit tidak menular, seperti diabetes dan penyakit jantung, saat usia dewasa.

Kematian
Kematian

Dari semua bentuk masalah gizi  anak, wasting, khususnya gizi buruk memiliki risiko kematian yang paling tinggi, yaitu hingga hampir 12 kali lebih tinggi dibandingkan anak gizi baik. Risiko kematian yang tinggi pada anak gizi buruk dikarenakan kekebalan (sistem imunitas) tubuh yang rendah sehingga bila menderita penyakit infeksi, maka kondisinya akan lebih parah dan lebih sulit untuk sembuh, serta dapat menyebabkan kematian.

Dengan memahami dampak wasting pada anak membawa kita pada kesadaran betapa pentingnya tindakan pencegahan, termasuk deteksi dini wasting

Mari bawa anak balita kita ke posyandu atau fasilitasi kesehatan terdekat secara rutin untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, serta deteksi dini wasting.

Ayo, cegah dan obati wasting, biar ga stunting.

--

>> Baca artikel lain seputar wasting: Selain Stunting, Wasting Juga Salah Satu Bentuk Masalah Gizi Anak yang Perlu Diwaspadai