Duta Besar Jepang mengunjungi Biak, Papua, untuk meninjau program gizi anak dan kegiatan pembelajaran sebagai bagian dari kemitraan antara Pemerintah Jepang, UNICEF, dan Badan Gizi Nasional
- English
- Bahasa Indonesia
Biak, Papua, 11 September 2025 – Yang Mulia Bapak MASAKI Yasushi, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, bersama dengan Bapak Jean Lokenga, Deputy Representative UNICEF Indonesia, dan Bapak Sarwono, Sekretaris Jenderal Badan Gizi Nasional, mengunjungi Biak di Provinsi Papua untuk melihat secara langsung bagaimana anak-anak mendapatkan manfaat dari program kemitraan yang sedang berlangsung antara Pemerintah Jepang, UNICEF, dan Badan Gizi Nasional dalam meningkatkan pembelajaran, gizi, dan kesejahteraan mereka secara menyeluruh.
Selama kunjungan, delegasi berinteraksi dengan siswa-siswa sekolah dasar di ruang kelas, berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran literasi dan numerasi, edukasi gizi, serta mengamati waktu makan di sekolah. Delegasi juga mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) - yang didirikan dengan dukungan Pemerintah Indonesia, bantuan teknis dari UNICEF serta dukungan finansial dari Pemerintah Jepang - untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah.
Duta Besar Jepang juga mengunjungi pelabuhan dan pasar ikan Biak, yang fasilitasnya telah ditingkatkan dengan dukungan langsung dari Pemerintah Jepang. Fasilitas ini berperan penting dalam mendukung perekonomian lokal dan menyediakan bahan pangan bergizi yang bersumber dari pangan lokal, seperti ikan, untuk makanan sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, diselenggarakan acara seremonial untuk secara resmi menandai kemitraan tersebut, menyusul penandatanganan awal pada Februari lalu. Melalui kemitraan ini, Pemerintah Jepang dan UNICEF bersama Pemerintah Indonesia berkolaborasi dalam mendukung upaya peningkatan gizi serta kualitas pembelajaran bagi anak-anak di Papua.
Acara ini dihadiri oleh JICA, perwakilan pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Pemerintah Provinsi Papua, serta kepala sekolah, guru, dan siswa dari sekolah-sekolah yang akan menerima dukungan melalui program ini.
Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar MASAKI menyampaikan: “Makan siang di sekolah-sekolah Jepang telah menjadi tradisi selama lebih dari 100 tahun, seiring dengan berkembangnya pendidikan tentang pangan dan gizi yang dikenal sebagai “Shokuiku”. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan makanan dengan gizi seimbang, tetapi juga dibekali pengetahuan dan kebiasaan makan sehat sejak dini. Ketika menyaksikan anak-anak di Biak menikmati makan siang bergizi di sekolah, saya semakin yakin akan pentingnya memastikan lebih banyak anak memperoleh akses serupa. Penerapan prinsip “Shokuiku” juga dapat menjadi landasan untuk menumbuhkan pola hidup sehat yang berkelanjutan sepanjang kehidupan. Jepang, melalui JICA, turut mendukung pembangunan pelabuhan perikanan di Biak. Dengan menghubungkan kedua bentuk kerja sama ini - penyediaan makan siang bergizi di sekolah dan pemanfaatan hasil tangkapan ikan lokal - kita tidak hanya mendorong peningkatan konsumsi dan produksi lokal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi revitalisasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dalam acara tersebut, Jean Lokenga, Deputy Representative UNICEF Indonesia, mengatakan: “Setiap anak memiliki hak atas pendidikan yang berkualitas, gizi yang baik, dan layanan kesehatan - hal-hal mendasar bagi kesejahteraan dan perkembangan mereka. Memenuhi hak-hak ini adalah inti dari misi UNICEF, dan kami bangga mendukung anak-anak di Biak melalui layanan yang meningkatkan pembelajaran, gizi, dan kesejahteraan mereka secara menyeluruh. Kami juga berharap pendekatan layanan terpadu ini, yang dikombinasikan dengan upaya membangun kapasitas penyedia layanan dan anggota masyarakat, dapat menjadi contoh berharga yang dapat direplikasi di tempat lain.”
********************************
Catatan untuk Editor:
Anak-anak di provinsi Papua masih menghadapi tantangan besar dalam pendidikan, kesejahteraan, dan perkembangan mereka. Sekitar satu dari empat anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting, satu dari sepuluh mengalami wasting, dan hampir 30 persen anak usia sekolah mengalami malnutrisi atau kelebihan berat badan. Tantangan gizi ini diperparah oleh sejumlah hambatan di sektor pendidikan, termasuk ketidakhadiran guru, kesenjangan kapasitas guru, kurangnya bahan pembelajaran berkualitas, dan rendahnya partisipasi dalam pendidikan anak usia dini - menyebabkan anak-anak di Papua tertinggal jauh dibandingkan teman-teman sebaya mereka di tingkat nasional.
Kemitraan dua tahun antara Pemerintah Jepang, UNICEF Indonesia, dan Pemerintah Indonesia, yang ditandatangani pada Februari 2025, akan memberikan manfaat langsung kepada 7.500 anak di unit layanan pra-sekolah dan sekolah dasar di Biak. Program ini mendukung penguatan dapur terpusat yang digunakan oleh Badan Gizi Nasional untuk menyiapkan makanan, serta meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran literasi, numerasi, dan kesadaran gizi. Lebih dari 150 guru dan kepala sekolah akan dilatih, dan 50 pejabat pemerintah akan didukung dalam merencanakan, menganggarkan, dan memantau pemberian makanan sekolah dalam skala besar.
Kontak Media
Tentang UNICEF
UNICEF mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan setiap anak melalui setiap kegiatannya. Bersama dengan para mitra, kami bekerja di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mengubah komitmen itu menjadi aksi nyata dengan fokus untuk menjangkau anak yang paling rentan dan paling terpinggir, demi semua anak, di mana pun mereka berada.
Untuk informasi lebih jauh tentang UNICEF dan kerja-kerjanya untuk anak, silakan kunjungi www.unicef.org.