Aspek privasi digital yang perlu diketahui orang tua

Cara melindungi identitas dan informasi pribadi anak di dunia maya

Online privacy - a girl uses a mobile phone
UNICEF/UN0657554

Setiap klik, share, komentar, dan unggahan di dunia maya menciptakan jejak digital yang mustahil dihapus. Sebagai generasi yang tumbuh di tengah teknologi digital, anak-anak pada masa ini menghadapi risiko terkait privasi, identitas, reputasi, dan keselamatan mereka dalam tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai orang tua, kita bisa mendukung anak dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan, agar mereka dapat menghadapi dunia maya secara independen sekaligus bertanggung jawab. Berikut adalah beberapa kiat penting untuk melindungi privasi anak di internet.

Cek privasi digital 
Membimbing anak usia muda
Berdiskusi dengan anak yang lebih besar dan remaja

 

Arrow

Cek privasi digital

Cek gawai

Pastikan semua gawai yang digunakan anak—ponsel pintar, tablet, komputer, dan gawai pintar lainnya (mis. mainan, speaker, dan jam yang terkoneksi ke internet)—selalu beroperasi dengan sistem lunak yang terkini. Ini salah satu cara untuk melindungi gawai dari risiko keamanan, seperti pelanggaran akses, pencurian identitas, dan pelanggaran akses data.

Periksa kembali pengaturan privasi untuk setiap gawai; atur agar data (seperti data lokasi dan foto) yang dapat dikumpulkan dan dibagikan oleh pihak ketiga terbatas. Kendalikan akses kamera dan mikrofon, dan pastikan kamera pada komputer selalu tertutup saat sedang tidak digunakan.

Cek pengaturan pada aplikasi

Cek kembali bagian pengaturan pada aplikasi media sosial, game, dan aplikasi lain yang digunakan anak. Khususnya pada pengaturan privasi, keamanan, dan akun, perhatikan pihak mana saja yang dapat melihat informasi dan menghubungi anak.

Ada banyak platform dan aplikasi yang meminta akses kamera, mikrofon, kontak, foto, dan lokasi. Pelajari setiap permintaan akses dan matikan atau batasi akses yang dirasa berlebih atau tidak pantas berdasarkan usia dan tahap perkembangan anak.

Kontrol orang tua

Banyak gawai, platform, aplikasi, game, dan penyedia jasa internet yang memiliki aneka fitur kendali orang tua (parental controls). Dengan fitur ini, orang tua dapat mengelola pengaturan privasi, jenis yang konten yang bisa dan tidak bisa diakses anak, membatasi waktu anak menggunakan gawai atau aplikasi, dan mengendalikan pembelian daring. Jangan enggan untuk mempelajari apa saja fitur kendali orang tua yang tersedia di setiap platform. Orang tua bisa memanfaatkan pencarian daring untuk mendapatkan panduan dan saran dari para ahli keamanan digital dan dari orang tua lain. Caranya, gunakan kata kunci berupa nama gawai, platform, atau game dan aplikasi lain disambung dengan “kendali orang tua”. Silakan juga kunjungi situs tentang keamanan digital dan forum untuk orang tua, seperti internetmatters.org yang memiliki informasi parental control berdasarkan gawai dan aplikasi.

Utamakan privasi keluarga

Periksa kembali perangkat yang digunakan keluarga, seperti peramban internet, penyedia surel, dan platform pengiriman pesan. Pilih penyedia layanan yang tidak melacak data pribadi, yang memblokir iklan, dan yang memiliki fitur privasi terbaik.

Untuk mengamankan akun pribadi, buatlah kata kunci yang seaman mungkin. Jika tersedia, pilih autentikasi dua faktor agar lebih aman. Keluarga juga dapat menggunakan platform pengelola kata kunci. Selain itu, jangan pernah bagikan kata kunci kepada siapa pun.

Untuk melindungi gawai, gunakan juga antivirus.

Selalu gunakan sistem terkini

Pengaturan dan fitur keamanan selalu berkembang. Buat jadwal setiap beberapa bulan sekali untuk mengecek perkembangan terbaru dan membuat penyesuaian sesuai kebutuhan.

Dukung literasi digital anak

Pengaturan privasi dan kontrol orang tua adalah fitur penting untuk melindungi hak anak terhadap privasi dan agar mereka selalu aman di dunia maya. Namun, anak pun perlu belajar caranya berada di dunia maya secara bertanggung jawab dan independen. Berikut adalah beberapa kiatnya:

Membimbing anak usia muda

Kinanti works on her laptop
UNICEF/UN0697872/Wilander

Perkenalkan konsep privasi sedini mungkin

Saat anak mulai menggunakan gawai digital, carilah cara untuk menjelaskan konsep privasi kepada mereka, baik privasi sebagai hak maupun privasi sebagai alat untuk melindungi mereka di dunia maya. Dengan bahasa yang mudah dipahami anak sesuai tahap perkembangannya, jelaskan alasan kita perlu menjaga keamanan informasi pribadi. Jelaskan juga bahwa apa pun yang kita lakukan di dunia maya akan meninggalkan jejak digital yang tidak bisa hilang.

Pilih platform yang ramah anak

Pilihlah aplikasi dan game yang memprioritaskan keamanan dan privasi anak. Orang tua bisa mengecek di situs seperti Common Sense Media untuk melihat ulasan aplikasi ataupun meminta saran dari orang tua lain.

Buat aturan keluarga 

Jelaskan kepada anak, informasi apa saja yang perlu mereka lindungi saat mengakses internet, seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat rumah, nomor telepon, nama sekolah, dan informasi pribadi lainnya. Ingatkan anak untuk tidak memberitahukan password apa pun, termasuk kepada sahabatnya sendiri. Orang tua pun perlu memperhatikan perilaku digitalnya sendiri dan menunjukkan contoh yang positif.

Dampingi kegiatan anak saat berinternet

Dampingi anak saat mencoba aplikasi, game, dan platform daring. Bantu mereka membuat pilihan yang aman. Saat mengakses platform baru, pastikan pengaturan platform sejak awal sudah meminimalkan pengumpulan data oleh pihak ketiga.

Diskusikan pembuatan kata kunci yang aman dengan anak, dan buat kata kunci berbeda untuk setiap akun. Kata kunci idealnya mudah diingat, tetapi sulit ditebak orang lain (dan tidak mengandung data pribadi); panjangnya lebih dari delapan karakter; dan meliputi angka, huruf kecil dan huruf kapital, serta simbol.

Ajarkan berpikir kritis.

Jelaskan kepada anak bahwa, seperti juga di kehidupan nyata, tidak semua orang di internet bisa dipercaya. Ajarkan anak untuk berhati-hati saat berinteraksi dengan orang lain di dunia maya dan tidak membuka atau membagikan tautan atau lampiran surel yang mencurigakan. Sampaikan juga siapa saja yang boleh mendapatkan informasi pribadi anak, seperti alamat rumah. Jika anak mengakses situs yang alamatnya berawalan “https”, orang tua perlu mengecek alamat itu disertai lambang gembok di sisi kirinya.

Sebelum mengunggah, pikir lagi 

Ajarkan anak untuk berhati-hati sebelum memutuskan mengunggah atau membagikan apa pun di dunia maya. Ingatkan bahwa unggahan apa pun akan menjadi jejak digital yang tidak bisa dihapus, dan bisa jadi dilihat oleh orang-orang yang tidak dimaksudkan sebagai penerima.

Berdiskusi dengan anak yang lebih besar dan remaja

Atik Roisanah, an economics teacher and digital skills mentor to Nikmah, 18, works with Nikmah and her peers in the school's computer lab in Magetan, East Java.
UNICEF/UNI821219/Chair

Berdiskusi secara terbuka

Salah satu cara untuk orang tua memulai diskusi dengan anak remaja adalah bertanya tentang platform favorit anak. Sambil mengobrol, tanyakan lagi apakah anak pernah merasa didesak untuk membagikan informasi pribadi di dunia maya, atau mengenal orang lain yang pernah mengalaminya? Bagaimana cara anak menghadapi masalah di dunia maya? Diskusikan juga tentang pengaturan privasi dan perangkat keamanan di platform kesukaan mereka.

Gunakan kesempatan ini untuk membahas aspek-aspek penting pengaturan privasi. Pastikan anak tahu apa saja jenis informasi yang dikumpulkan dan dibagikan di platform.

Ingatkan anak untuk bertanya kepada orang tua atau orang dewasa lain jika mereka menemui masalah. Ingatkan juga bahwa, apa pun keadaannya, orang tua akan selalu mengutamakan keamanan dan kesehatan anak.

Bahas jejak digital

Sampaikan kepada anak untuk berhati-hati dengan interaksinya di dunia maya, dan bahwa jejak digital kita akan selamanya ada. Bahas risiko yang terkait dengan berbagi foto di internet, bahwa foto bisa dilihat dan dimanfaatkan oleh pihak lain. Ingatkan anak bahwa aksi kita di dunia maya dapat merugikan kita secara nyata, bahkan berdampak terhadap pendidikan dan peluang bekerja di masa depan.

Jelaskan hak terhadap privasi

Pastikan anak tahu mereka memiliki hak privasi, termasuk hak untuk meminta akses, koreksi, dan penghapusan data. Sebagai kegiatan yang menarik, ajak anak untuk melaksanakan haknya atas data dan mengetahui apa saja data pribadi yang disimpan oleh perusahaan media sosial. Laporan “akses data” biasanya mengandung semua data dari kegiatan kita di dunia maya, termasuk minat pribadi, perilaku, dan ciri-ciri psikologis. Untuk mengetahui tata cara meminta akses, orang tua dapat melakukan pencarian dengan kata kunci “data access report” (laporan akses data) diikuti dengan nama platform media sosial yang dituju. 

Hormati kemandirian anak

Libatkan anak saat mengambil keputusan terkait privasinya di dunia maya. Sampaikan hal-hal yang menjadi kekhawatiran orang tua, dan simak penjelasan anak tanpa menghakimi mereka. Seiring bertambah pengalaman anak di dunia maya, orang tua perlu mencari cara untuk membuat mereka lebih berdaya dengan memberikan mereka tanggung jawab yang sesuai usia sambil tetap memantau aktivitas mereka di internet.

>> Pelajari lebih banyak tips pengasuhan