Pertanyaan yang Paling Banyak Diajukan Seputar Vaksin
Jawaban lengkap untuk pertanyaan orang tua seputar vaksin
- English
- Bahasa Indonesia
Apa itu vaksin?
Vaksin adalah produk biologis yang biasanya diberikan kepada seseorang saat kanak-kanak untuk melindunginya dari penyakit berat, bahkan mematikan. Dengan menstimulasi terbentuknya kekebalan tubuh alami, vaksin membuat tubuh siap melawan suatu penyakit dengan lebih cepat dan efektif.
Bagaimana vaksin bekerja?
Vaksin membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi secara efisien dengan mengaktifkan respons tubuh terhadap penyakit tertentu. Selanjutnya, jika virus atau bakteri yang sama masuk kembali ke dalam tubuh di masa depan, tubuh bisa mengenali dan tahu cara melawannya.
Bayangkan di dalam tubuh kita ada pendekar-pendekar kecil yang dilatih untuk melawan serangan bibit penyakit yang datang. Simak ilustrasinya di bawah ini:
Apakah vaksin aman?
Vaksin sangat aman. Kemungkinan anak jatuh sakit akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin adalah jauh lebih besar dibandingkan sakit akibat vaksin itu sendiri. Semua vaksin sudah melalui uji keselamatan yang ketat, termasuk uji klinis, sebelum disetujui dan dapat diberikan kepada masyarakat. Negara-negara pengguna vaksin hanya akan menggunakan dan mendistribusikan vaksin yang sudah memenuhi uji kualitas dan standar keselamatan yang tinggi.
Mengapa anak saya perlu diimunisasi?
Vaksin, yang diberikan melalui imunisasi, bisa menyelamatkan nyawa anak. Vaksin campak saja, misalnya, diperkirakan telah mencegah lebih dari 23 juta kematian antara tahun 2000 dan 2018.
Vaksin akan membantu melindungi anak dari penyakit yang bisa menimbulkan konsekuensi serius atau kematian, terutama jika penyakit menjangkiti orang dengan sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang seperti bayi.
Mengimunisasi anak sangat penting. Tanpa imunisasi, penyakit sangat menular seperti campak, difteri, dan polio, yang sudah pernah dinyatakan berhasil diberantas di banyak negara, dapat kembali menyebar.
Apakah bayi saya akan tetap aman meski menerima beragam vaksin?
Ya. Banyak orang tua khawatir bahwa imunisasi lebih dari satu vaksin akan berlebihan bagi sistem kekebalan tubuh anak. Namun, setiap hari, anak terpapar ratusan jenis kuman. Faktanya, flu biasa atau sakit tenggorokan akan lebih membebani sistem kekebalan tubuh dibandingkan vaksin.
Ada penyakit yang tidak ada di lingkungan saya. Mengapa saya masih harus mengimunisasi anak saya?
Ya. Ada penyakit-penyakit yang mungkin telah berhasil diberantas di negara atau kawasan Anda. Akan tetapi, dunia semakin terhubung sehingga penyakit yang ada di wilayah-wilayah tertentu bisa menyebar.
Apa itu kekebalan kelompok?
Kekebalan kelompok terjadi jika terdapat cukup banyak orang di masyarakat yang kebal terhadap penyakit tertentu. Dalam situasi ini, penyakit tidak akan mudah menular dari satu orang ke orang lain karena sebagian besar orang sudah kebal. Kekebalan kelompok menciptakan perlindungan tambahan terhadap penyakit termasuk bagi mereka yang belum bisa diimunisasi, seperti bayi.
Kekebalan kelompok juga mencegah wabah karena mempersulit penyebaran penyakit. Seiring waktu, penyakit itu akan menjadi semakin langka. Dalam beberapa kasus, penyakit bahkan menghilang sepenuhnya dari suatu kelompok masyarakat.
Bisakah vaksin menyebabkan bayi saya sakit?
Vaksin sangat aman dan efek samping yang berat adalah langka. Hampir semua sakit atau rasa tidak nyaman setelah imunisasi bersifat ringan dan sementara. Misalnya, rasa nyeri pada area yang disuntik atau demam ringan. Hal ini umumnya bisa diatasi dengan mengonsumsi obat yang dijual bebas sesuai anjuran dokter atau dengan mengompres area yang disuntik dengan air dingin. Jika terdapat kekhawatiran lain, orang tua sebaiknya menghubungi dokter atau tenaga kesehatan lain.
>> Baca mitos dan fakta tentang imunisasi
Penyakit apa saja yang dicegah oleh vaksin?
Vaksin melindungi anak dari penyakit berat seperti polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan, campak yang bisa menyebabkan radang otak dan kebutaan, dan tetanus yang bisa menyebabkan kejang pada otot menyakitkan serta kesulitan menyusu dan bernapas—terutama pada bayi baru lahir. Simak penyakit-penyakit apa saja yang bisa dicegah oleh imunisasi berikut ini:
>> Lihat daftar berikut untuk mengetahui vaksin dan penyakit yang dicegahnya.
Bisakah saya menunda jadwal imunisasi?
Salah satu cara terbaik untuk melindungi anak adalah dengan mengikuti jadwal vaksin yang direkomendasikan pemerintah. Semakin lama menunda imunisasi, semakin rentan anak terhadap penyakit.
>> Cari tahu risiko jika anak tidak diimunisasi
Bagaimana jika saya membiarkan anak terkena cacar air alih-alih memberikannya imunisasi?
Meskipun cacar air adalah penyakit ringan dan banyak orang tua pernah mengalaminya saat kecil (vaksin cacar air baru diperkenalkan pada 1995), penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius pada anak, termasuk kematian atau kecacatan permanen. Vaksin menghilangkan risiko komplikasi dan mencegah anak menularkan cacar air kepada saudaranya, teman baik di rumah maupun di sekolah.
Di manakah imunisasi bisa didapat?
Imunisasi yang direkomendasikan oleh pemerintah bisa didapatkan di Puskesmas dan Posyandu tanpa dikenakan biaya.
Kapankah jadwal imunisasi yang direkomendasikan?
Jadwal imunisasi berbeda-beda di setiap negara, tergantung pada jenis penyakit yang paling umum di negara itu. Silakan datangi Puskesmas atau Posyandu setempat, atau lihat jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh pemerintah di situs Kementerian Kesehatan (www.kemkes.go.id).





