22 Juni 2021

Melindungi anak dari penyakit menular yang paling mematikan di Indonesia

Lombok, Indonesia Ayu Arini terbangun mendengar napas mengi dan sesak dari putrinya yang baru berusia 11 bulan. “Nada sakit selama beberapa hari, jadi saya sempat berikan obat penurun panas. Tapi, waktu saya lihat dia sulit bernapas, saya jadi khawatir dan segera membawa Nada ke Puskesmas,” kata ibu dua anak ini. Nada didiagnosis mengidap..., Bantuan datang, Lombok sendiri merupakan lokasi percontohan imunisasi PCV yang mulai dilaksanakan pada tahun 2017. Baru-baru ini, persediaan PCV tiba di Lombok, bagian dari strategi perluasan vaksinasi dari Kementerian Kesehatan. Ketersediaan vaksin PCV juga merupakan bagian dari mekanisme Gavi Advanced Market Commitment. Mekanisme ini memungkinkan negara-negara..., Di Tengah Pandemi COVID-19, Meski dinanti, proses vaksinasi PCV tidak sepenuhnya bebas dari kendala. Pandemi COVID-19 menyebabkan fasilitas kesehatan di tingkat tapak ditutup. Sementara itu, protokol kesehatan melarang kerumunan, sehingga orang tua dan anak tidak bisa berkumpul di Puskesmas. “Orang tua juga khawatir tertular COVID jika datang ke Puskesmas. Akhirnya, banyak..., Perlindungan untuk semua anak, Tahun depan, vaksinasi PCV akan digulirkan ke seluruh Indonesia sebagai bagian dari program imunisasi rutin. Indonesia ingin meningkatkan cakupan vaksin PCV sebesar empat juta anak per tahun dan melindungi mereka dari pneumonia. Secara total, anak akan menerima tiga dosis PCV—dosis pertama diberikan pada usia dua bulan, dosis kedua pada usia tiga...
18 Juni 2020

Sanitasi Aman untuk Feby

“Waktu Feby kena diare DAN tipus sekaligus, saya langsung berpikir untuk cepat-cepat beli jamban. Tapi penghasilan saya dan suami terbatas untuk kebutuhan sehari-hari saja.” Sri, ibu Feby. Begitu Sri bercerita dalam perjalanan pulang menyusuri gang sempit menuju rumahnya. Salah satu anaknya, Feby, 9, membuntutinya tanpa bersuara. Rumah mereka..., Kampanye Stop Buang Air Sembarangan, Sri dan suaminya, Suryatul Handi, bekerja sebagai buruh tani. Upah harian mereka hanya cukup untuk makan, membeli sabun, dan kebutuhan dasar lainnya. Biaya pembangunan jamban tak terjangkau, belum termasuk pipa air minum di dalam rumah. “Dulu aku buang air besar di got. Waktu kena diare, rasanya lemas dan pusing. Aku gak mau sakit diare lagi."..., Tantangan membangun dan merawat sanitasi aman, Walau demikian, keberadaan jamban tak serta-merta berarti hilangnya ancaman diare. Di lingkungan Feby, pencemaran air akibat limbah toilet yang dibuang sembarangan masih merupakan masalah besar. Menurut studi Bank Dunia baru-baru ini, sekitar 95 persen dari limbah BAB di Indonesia dibuang tanpa diolah terlebih dahulu di Instalasi Pengelolaan..., Menuju Sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah Domestik Yang Aman, Karena pemberian jamban kepada penduduk tak cukup untuk membangun sistem sanitasi aman yang berkesinambungan, UNICEF bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk merancang peta jalan bagi pembangunan sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah Domestik yang kokoh dan berkelanjutan. Di bawah inisiatif ini, tak hanya jumlah jamban dan..., Ingin membantu anak-anak hidup lebih layak dan lebih sehat?, Berkat sumbangan dari para dermawan di Indonesia dan kerja sama dengan ahli dan pekerja WASH ( Water, Sanitation and Hygiene ) di seluruh pelosok Nusantara, UNICEF telah berhasil membantu menyediakan fasilitas sanitasi aman untuk keluarga Feby dan keluarga pra-sejahtera lainnya. Meski demikian, masih banyak yang harus dilakukan untuk menjadikan...
30 Januari 2020

Hak untuk Bernapas: Menurunkan Angka Pneumonia Anak

Seorang bayi lelaki yang manis dengan pipi menggemaskan tampak nyaman berada di dalam pelukan ibunya. Siapa sangka, bayi itu sesungguhnya tidak sehat. “Septian kena pneumonia,” kata sang ibu, Baiq Yuliati. “Dia sudah dirawat di rumah sakit tiga kali, yang terakhir parah, sampai-sampai harus dirawat beberapa hari,” lanjut Baiq. Septian Alfaqih..., Pneumonia: Penyebab Utama Kematian Anak, Dalam dua puluh tahun terakhir, Indonesia telah mencapai kemajuan besar dalam hal kesehatan masyarakat. Salah satu kemajuan utama adalah penurunan angka kematian anak dan peningkatan program imunisasi yang signifikan. Terkait imunisasi, pencapaian itu termasuk pengadaan vaksin baru-baru ini oleh pemerintah, yaitu 1,6 juta dosis pneumococcal..., Lingkungan beracun, Terdapat satu benang merah dari semua kasus pneumonia sebagaimana ditemukan oleh UNICEF, yaitu lingkungan tempat tinggal yang terpapar racun. Rumah Septian, yang baru-baru ini dibangun kembali dengan bantuan pemerintah setelah rusak akibat gempa bumi Lombok, diapit oleh dua tempat pengeringan tembakau. Pada musim kemarau, ayah Septian, seorang..., Inisiatif yang didukung UNICEF, Selama bertahun-tahun, UNICEF membantu pemerintah provinsi meningkatkan layanan kesehatan masyarakat untuk anak-anak, khususnya setelah bencana gempa bumi di Lombok. Upaya ini berfokus pada bidang imunisasi, gizi, pemantauan keluarga terhadap penyakit berat di masa kanak-kanak, dan untuk menjawab masalah sistemik yang mengakar: sebaran layanan..., Ingin Membantu Anak-Anak Indonesia Bebas dari Pneumonia?, Berkat sumbangan dari para dermawan di Indonesia, UNICEF mampu bekerja dengan rumah sakit, puskesmas, pejabat kementerian kesehatan, dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia untuk membantu menurunkan kerentanan anak terhadap pneumonia dan penyakit lain yang dapat dicegah. Dengan kapasitas yang lebih baik, kita dapat membantu melindungi anak-anak...
03 Juni 2019

Menstruasi di Tengah Masa Darurat

Saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 menghantam Pulau Lombok, Kadek Ariasti Widhiari, 14, sedang mengalami menstruasi. Dalam bulan-bulan yang ia gambarkan sebagai masa tersulit di dalam kehidupannya, ia dan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan menghuni tenda pengungsian. “Sementara itu, saya juga tidak nyaman karena sedang datang..., Tabu dan takhayul, Menurut Stefani Rahardini, fasilitator UNICEF yang memimpin diskusi, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang menstruasi. Namun, masih ada kebiasaan dan keyakinan yang menghalangi partisipasi mereka di sekolah. “Orang tua masih berat untuk merelakan anak-anak kembali ke sekolah, takut akan ada gempa susulan,” katanya. “..., Memperluas ketersediaan fasilitas ‘WASH’ di sekolah-sekolah terdampak gempa bumi, Pasca gempa bumi, UNICEF—bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)—melaksanakan serangkaian kegiatan tanggap bencana. Bagian penting dari upaya tersebut adalah penyediaan prasarana seperti toilet sementara, tempat sampah, dan perlengkapan kebersihan diri—sabun, handuk, dan pakaian dalam—untuk keluarga-keluarga terdampak...., Membantu remaja putri merasa nyaman dengan siklusnya, Elemen penting lain dari upaya tanggap bencana yang dipimpin UNICEF adalah edukasi publik tentang kebersihan menstruasi. Dengan melibatkan sekolah, puskesmas, dinas kesehatan, dan sukarelawan dari kalangan warga, anak-anak perempuan didorong untuk kembali ke sekolah dan diyakinkan bahwa mereka bisa merasa nyaman dengan diri dan tubuhnya.  , Perundungan dan kurangnya keterbukaan, Menurut Stefani, salah satu hambatan terbesar dalam proses membangun kesadaran adalah kurangnya keterbukaan antara murid perempuan dan guru perempuan. “Murid perempuan tidak mudah bercerita tentang menstruasinya ke guru perempuan, apalagi guru laki-laki,” katanya. “Masalahnya, banyak guru perempuan yang bahkan tidak sadar murid-muridnya punya..., Ingin Membantu Remaja Perempuan Mengakses Sarana Air, Sanitasi, dan Kebersihan Kapan Pun, di Mana Pun?, Berkat sumbangan dari para dermawan di Indonesia, UNICEF dapat bekerja dengan tenaga dan pejabat bidang Air, Sanitasi, dan Kebersihan (WASH) di seluruh Indonesia untuk kebutuhan keluarga dan anak-anak perempuan di masa darurat, seperti pascabencana alam. Namun demikian, pemahaman dan praktik yang baik dari manajemen kesehatan menstruasi bergantung...