06 Oktober 2022

Secercah Asa untuk Anak-anak di Pulau Madura

Menjelang September di Madura, dedaunan mulai berguguran, rerumputan mengering dan debu-debu beterbangan dibawa angin. Kondisi tanah yang gersang serta curah hujan yang sedikit membuat panas terasa kian menyengat. Karenanya, banyak yang berpandangan musim kemarau selalu datang lebih awal dan pergi paling akhir di Madura.  Di tengah cuaca yang..., “Emak-emak” adalah kunci .  , Sejak Agustus, Alfiatun secara rutin mengalokasikan dua puluh hingga tiga puluh menit terakhir waktu kajian mingguan yang dia pimpin untuk berbagi informasi mengenai imunisasi. Ini ia lakukan setelah UNICEF dan Dinas Kesehatan setempat menyambaginya menjelang Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Sebagai kader kesehatan dan pimpinan Muslimat NU–..., GRIDU: Memecah bongkahan es.  , Alfiatun tidaklah sendiri – ada sedikitnya lima ribu emak-emak seperti dia di Sumenep yang terlibat mengadvokasi imunisasi anak selama BIAN yang tergabung dalam inisatif Grebek Imunisasi Terpadu (GRIDU).  “Gridu ini diambil dari bahasa Madura yang berarti gaduh dan riuh,” ujar Nia Kurnia Fauzi. “Ini merepresentasikan gerakan kami yang sistematis,..., Ingin membantu lebih banyak anak-anak memperoleh imunisasi rutin?, Berkat bantuan dari para dermawan di Indonesia dan kerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat beserta aparatur setempat, UNICEF dapat memastikan imunisasi rutin terus berlanjut. Sebanyak 67 juta anak di dunia tidak menerima satu pun vaksin rutin selama pandemi. Oleh karena itu, UNICEF terus bergerak untuk memastikan anak terlindungi dari...
11 Agustus 2021

Bagaimana mendiskusikan vaksin COVID-19 dengan teman dan keluarga

Vaksin menyelamatkan 2 hingga 3 juta nyawa setiap tahun dan merupakan salah satu kemajuan terbesar di dunia kedokteran modern. Pengembangan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif adalah langkah penting dalam upaya bersama secara global untuk mengakhiri pandemi. Kehadiran vaksin merupakan kabar baik yang dinanti-nantikan, namun masih ada sebagian..., Berempati dengan nilai-nilai yang mereka yakini, Di tengah rasa frustrasi sekalipun, sangat penting bahwa kita tidak berhenti berusaha untuk menunjukkan empati. “Pastikan bahwa mereka merasa didengar,”  saran Dr. Omer. Cobalah tanggapi permasalahan mendasar yang mereka rasakan. Contohnya, jika ada yang mengeluhkan sulitnya melakukan berbagai kegiatan akibat COVID-19, sampaikan bahwa tempat-..., Jangan memotong lawan bicara, Pastikan agar Anda tidak memotong, mendominasi percakapan, atau terlalu cepat mengoreksi mereka. Simak dan coba pahami sudut pandang mereka. “Anda tidak perlu setuju dengan informasi yang salah, namun Anda bisa berempati dan melanjutkan percakapan alih-alih mengakhiri atau menyudahi diskusi,” kata Dr. Omer., Bantu mereka agar merasa berdaya, Saat ini, banyak orang merasa takut. Faktanya, pandemi telah mengubah kehidupan kita secara menyeluruh. Dr. Omer menyarankan agar kita selalu menyampaikan pesan yang positif: Kita bisa berbuat sesuatu untuk mengatasi pandemi. Ingatkan bahwa mereka bisa membantu mengubah situasi, baik untuk diri sendiri maupun keluarganya, dengan mendapatkan vaksin..., Jangan fokus pada mitos, “Hati-hati saat menghadapi mitos dengan cara yang terlalu frontal,” Dr. Omer mengingatkan. Diskusi kita sebaiknya tidak berfokus pada mitos tertentu karena akan memancing keluarnya mitos-mitos lain. Berfokus pada mitos juga bisa berdampak negatif, yaitu membuat mitosnya lebih diingat dibandingkan fakta yang kita sampaikan. Akan tetapi, ada kalanya..., Asumsikan mereka akan menerima vaksin, Katakan kepada teman atau anggota keluarga, “ Yuk , kita vaksinasi!” Metode ini disebut juga dengan komunikasi presumtif. “Pendekatan komunikasi dengan membuat pernyataan atau presumsi [dugaan] telah terbukti berhasil di lingkungan klinik kesehatan dan bisa jadi juga efektif dalam komunikasi antarpribadi,” kata Dr. Omer. Dalam situasi ini, kita..., Jangan berkecil hati, Upaya mengubah pikiran seseorang yang ragu terhadap vaksin adalah proses yang panjang. “Susah sekali,” kata Dr. Omer. Ingatlah bahwa secara umum, orang-orang yang menolak vaksin dengan keras  tidak akan berubah hanya melalui satu kali diskusi. Kuncinya adalah dengan “Tetap menjalin hubungan baik dengan mereka.” Wawancara dan artikel ditulis oleh ...