03 Juni 2019

Menstruasi di Tengah Masa Darurat

Saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 menghantam Pulau Lombok, Kadek Ariasti Widhiari, 14, sedang mengalami menstruasi. Dalam bulan-bulan yang ia gambarkan sebagai masa tersulit di dalam kehidupannya, ia dan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan menghuni tenda pengungsian. “Sementara itu, saya juga tidak nyaman karena sedang datang..., Tabu dan takhayul, Menurut Stefani Rahardini, fasilitator UNICEF yang memimpin diskusi, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang menstruasi. Namun, masih ada kebiasaan dan keyakinan yang menghalangi partisipasi mereka di sekolah. “Orang tua masih berat untuk merelakan anak-anak kembali ke sekolah, takut akan ada gempa susulan,” katanya. “..., Memperluas ketersediaan fasilitas ‘WASH’ di sekolah-sekolah terdampak gempa bumi, Pasca gempa bumi, UNICEF—bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)—melaksanakan serangkaian kegiatan tanggap bencana. Bagian penting dari upaya tersebut adalah penyediaan prasarana seperti toilet sementara, tempat sampah, dan perlengkapan kebersihan diri—sabun, handuk, dan pakaian dalam—untuk keluarga-keluarga terdampak...., Membantu remaja putri merasa nyaman dengan siklusnya, Elemen penting lain dari upaya tanggap bencana yang dipimpin UNICEF adalah edukasi publik tentang kebersihan menstruasi. Dengan melibatkan sekolah, puskesmas, dinas kesehatan, dan sukarelawan dari kalangan warga, anak-anak perempuan didorong untuk kembali ke sekolah dan diyakinkan bahwa mereka bisa merasa nyaman dengan diri dan tubuhnya.  , Perundungan dan kurangnya keterbukaan, Menurut Stefani, salah satu hambatan terbesar dalam proses membangun kesadaran adalah kurangnya keterbukaan antara murid perempuan dan guru perempuan. “Murid perempuan tidak mudah bercerita tentang menstruasinya ke guru perempuan, apalagi guru laki-laki,” katanya. “Masalahnya, banyak guru perempuan yang bahkan tidak sadar murid-muridnya punya..., Ingin Membantu Remaja Perempuan Mengakses Sarana Air, Sanitasi, dan Kebersihan Kapan Pun, di Mana Pun?, Berkat sumbangan dari para dermawan di Indonesia, UNICEF dapat bekerja dengan tenaga dan pejabat bidang Air, Sanitasi, dan Kebersihan (WASH) di seluruh Indonesia untuk kebutuhan keluarga dan anak-anak perempuan di masa darurat, seperti pascabencana alam. Namun demikian, pemahaman dan praktik yang baik dari manajemen kesehatan menstruasi bergantung...
22 Mei 2019

Teknologi Inovatif yang Mempercepat Pelacakan Anak

Tiga tahun telah berlalu, namun hari ketika gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami mengguncang Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) masih segar di ingatan mereka yang selamat. Bencana itu merenggut lebih dari 4.000 jiwa dan menyebabkan setidaknya 10.000 orang luka-luka. Beberapa hari setelah bencana terjadi, suasana di Sulteng dicekam kematian..., Primero: aplikasi digital untuk pelacakan dan reunifikasi anak dengan keluarganya, Salah satu bentuk tanggap bencana dari UNICEF terhadap peristiwa di Sulteng adalah membantu Pemerintah Indonesia melacak dan mempertemukan kembali keluarga dengan anggotanya yang terpisah. Sebagai langkah pertama, UNICEF mendirikan pos-pos di 12 area terdampak. Pos berfungsi sebagai pusat komunikasi bagi warga yang mencari atau ingin memberikan..., Keampuhan teknologi, Sejak menggunakan Primero, prioritas utama UNICEF adalah melatih pekerja garda depan, termasuk pekerja sosial dari Kementerian Sosial, untuk menggunakan Primero dan fitur-fiturnya yang tersedia dalam bahasa Indonesia dan dalam versi web dan aplikasi gawai. Setelah beberapa bulan dilatih, mereka mulai lihai mengumpulkan dan memasukkan data dasar..., Inovasi teknologi lain yang didukung UNICEF dan digunakan di situasi darurat, Selain Primero, inovasi teknologi lain yang didukung oleh UNICEF dan dianggap berhasil adalah U-report. Diluncurkan beberapa tahun lalu oleh UNICEF Indonesia, U-report adalah platform komunikasi berbasis Twitter yang memberi ruang bagi ratusan ribu remaja Indonesia untuk menyuarakan aspirasi mereka tentang pelbagai isu pembangunan kepada pembuat..., Tantangan ke depan, Inovasi teknologi seperti Primero dan U-Report memang terbukti mampu mempercepat dan membuat pekerjaan lebih efisien di dalam situasi bencana. Namun, penyediaan keduanya di setiap lokasi rawan bencana di seluruh Indonesia masih menantang. Pembaruan prasarana dan pelatihan sebagai bagian dari langkah pencegahan juga membutuhkan tenaga dan anggaran..., Ingin Membantu Mempertemukan Anak dan Keluarganya Pascabencana?, Berkat sumbangan dari para dermawan di Indonesia, UNICEF dan para mitranya dapat bekerja dengan lembaga dan pengusaha penyedia teknologi, pejabat dan tenaga kesehatan dan perlindungan anak, gugus tugas darurat, dan anggota masyarakat setempat di seluruh Indonesia untuk membantu mereka melacak anak yang hilang, kemudian mempertemukan anak dengan...