Dari Barat hingga Timur, Bersama Melawan COVID-19

Di seluruh Indonesia, masyarakat bahu-membahu mendukung upaya penanggulangan pandemi

UNICEF
The team sprays disinfectant at the Beurawe Health Centre.
UNICEF Indonesia/2020/Ihsan e
12 Juni 2020
Di Barat:

Pada pukul 9 pagi, Pak Ucup dan tim telah siap berangkat. Mengenakan alat pelindung diri (APD) dan berbekal alat semprot disinfektan, mereka siap membersihkan sebuah fasilitas kesehatan di Beurawe.

Sejak hampir dua bulan terakhir, Pak Ucup dan tim bekerja mendisinfeksi area-area publik di Kota Banda Aceh. Tim mereka dibentuk pada bulan Maret 2020 sebagai bagian dari tim penanggulangan COVID-19 di bawah Dinas Kesehatan setempat. Bersama 12 orang rekannya, Pak Ucup biasanya menangani lima jenis sarana publik: rumah sakit, puskesmas, masjid, kantor pemerintahan, dan pasar. Sebelum pandemi, timnya bertanggung jawab melakukan pengasapan (fogging) di lingkungan masyarakat untuk mencegah demam berdarah.

“Kegiatan [disinfeksi] ini mendukung layanan kami dan membantu mencegah penularan COVID-19 di puskesmas,” kata Emi, bidan di fasilitas kesehatan di Beurawe.

Disinfeksi merupakan bagian dari upaya pemerintah Banda Aceh merespons dan menghambat penularan, yaitu dengan meningkatkan kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit. Melalui kerja sama antara UNICEF, Pemerintah Kota Banda Aceh, dan Yayasan Aceh Hijau, antara tanggal 14 dan 20 Mei 2020 dilakukan disinfeksi di 48 fasilitas kesehatan di provinsi ini, termasuk di Beurawe. Secara keseluruhan, penerima layanan terdiri dari 27 fasilitas kesehatan sekunder beserta 21 puskesmas di Banda Aceh yang belum pernah mendapatkan pelayanan ini sebelumnya.

Pak Ucup mengakui bahwa ia dan tim sempat merasa was-was pada awalnya karena banyak di antara mereka yang tidak menggunakan APD yang sesuai. Namun, setelah tugas berjalan, mereka menemukan cara untuk memastikan keselamatan diri sendiri dan keluarga.

“Ada yang tidak pulang dan memilih tidur di kantor jika hari itu melakukan penyemprotan di rumah orang yang positif COVID-19,” katanya. “Ada yang pulang, tetapi tidak masuk rumah dan lebih memilih tidur di teras.”

Tak lama setelah mengajukan permohonan ke tim lokal Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, timnya menerima APD yang memenuhi standar untuk melakukan tugas mereka.. 

Pak Ucup dan tim akan terus melakukan pelayanan disinfeksi di gedung-gedung publik di Banda Aceh. Saat ini, Kota Banda Aceh merupakan salah satu episentrum COVID-19 di Provinsi Aceh sehingga pelayanan seperti yang dilakukan oleh Pak Ucup, baik di lingkungan fasilitas kesehatan maupun lingkungan lain, sangat penting untuk mengatasi penularan penyakit.

The team prepares to spray disinfectant at the Beurawe Health Centre.
UNICEF Indonesia/2020/Ihsan e
Pak Ucup dan tim bersiap melakukan penyemprotan disinfektan di sebuah fasilitas kesehatan di Beurawe.
Di Timur:

Gina baru berusia tujuh tahun, tetapi ia sudah tahu bahwa mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu hal terpenting yang dapat ia lakukan. Pengetahuan ini diajarkan oleh seorang kader desa berdedikasi yang bernama Ibu Pat.

Ibu Pat telah terjun sebagai kader desa sejak tahun 2013. Di lingkungannya, ia dikenal sebagai sosok yang gigih dan sigap dalam membuat laporan. Bulan ini, Ibu Pat membantu membagi-bagikan sabun kepada warga desa dan mengajarkan mereka cara mencuci tangan yang benar. Hal ini adalah bagian dari upaya penanggulangan COVID-19 oleh Pemerintah Nusa Tenggara Barat dengan dukungan dari UNICEF.

Sebelumnya, Ibu Pat terlibat dalam segala bentuk kegiatan kemasyarakatan dan kesehatan yang diadakan puskesmas. Namun, pandemi membuatnya khawatir, terutama jika ia harus bepergian mengunjungi warga.

“Tantangan terbesar adalah menghadapi warga yang keras kepala,” katanya, berkomentar mengenai warga yang ia lihat berada di pasar. Ibu Pat mengingatkan mereka untuk menjaga jarak dan mengenakan masker, namun sebagian menolak.

Ibu Pat yang berusia 31 tahun mengakui bahwa ada kalanya pekerjaan membuatnya merasa kewalahan. “Ada warga yang tidak mau bertemu, bahkan berkata-kata pedas terhadap saya,” kata Ibu Pat. Akan tetapi, ia tidak patah semangat. Ia bahagia setiap kali berhasil membantu orang lain, seperti Gina dan keluarganya.

Gina washes her hands
UNICEF Indonesia/2020/Tyo
Gina mencuci tangan di sarana cuci tangan umum di desanya.

Gina sendiri adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Orang tuanya bekerja sebagai buruh tani. Sebelum pandemi, Gina ikut orang tuanya bekerja setiap hari—dari pagi hingga sore. Namun, kini, mereka tak bisa terlalu sering meninggalkan rumah. Kakak Gina yang tertua, laki-laki, bekerja di kebun sawit di Sumatra. Dahulu, ia sering mengirim uang kepada keluarganya. Akan tetapi, pekerjaannya turut terdampak pandemi, sehingga keluarganya belum menerima bantuan lagi darinya.

Ibu Gina berharap pandemi ini cepat selesai agar mereka dapat bekerja dan mendapatkan pendapatan tambahan. Gina pun ingin keadaan lekas normal, agar ia dapat bermain kembali dengan teman-temannya.

Sembari menanti keadaan benar-benar aman, Ibu Pat membantu tetangga-tetangganya sebisa mungkin. Dengan mengajarkan cara mencuci tangan yang baik dengan air dan sabun, ia tidak hanya membantu mereka tetap sehat, tetapi juga menghemat biaya kunjungan ke dokter.

Ibu Pat dan para kader lain adalah elemen penting dari upaya melawan COVID-19—suatu upaya yang menyatukan berbagai pihak, seperti Pemerintah Lombok Timur, UNICEF, dan pemangku kepentingan lain.

Menurut Gina, cara terbaik agar diri kita tidak tertular virus korona adalah dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun. Ia pun rajin mempraktikkan langkah pencegahan ini di rumah.

Pak Ucup, the team leader of one of the disinfection teams in Banda Aceh.
UNICEF Indonesia/2020/Ihsan e
Pak Ucup, ketua salah satu tim disinfeksi di Banda Aceh

Pak Ucup dan Ibu Pat adalah dua contoh yang memperlihatkan bagaimana anggota masyarakat secara aktif berada di garis depan, mendukung upaya penanggulangan pandemi oleh pemerintah. Mereka pun harus menghadapi rasa khawatir dan mengambil langkah pengamanan tambahan untuk memastikan keluarga mereka terlindungi. Namun demikian, mereka tetap menjalani hari-harinya dengan tekad yang kuat.

 Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari masyarakat Amerika melalui USAID.