Bertahan di Tengah Pandemi, Sehari demi Sehari

Kisah sebuah keluarga di Bali menghadapi krisis kesehatan COVID-19

Suzanna Dayne
Komang Agus Sumantara (R) with son Rendra, wife Niluh and baby Komang outside their home in Badung Regency, Bali.
UNICEF/UN0473636/Ijazah
13 Juni 2021

Bali, Indonesia - Komang Agus Sumantara tinggal di Kabupaten Badung, Bali, bersama keluarganya. Ia telah bekerja sebagai pengemudi selama sepuluh tahun. Sehari-hari, ia menunggu penumpang di bandara. Sebelum pandemi, Komang rata-rata menempuh empat hingga lima rit dalam sehari. Akibat COVID, mengantar satu penumpang setiap tiga hari pun sudah dianggapnya mujur. 

“Keadaan sepertinya membaik sedikit, wisatawan lokal mulai datang lagi. Tapi, masih sulit,” ujar Komang, ayah dari tiga anak. “Kalau tidak dibantu saudara, saya tidak tahu bagaimana kami bisa bertahan,” tambahnya.  

Niluh, istri Komang, berkata tahun lalu adalah tahun yang menantang dan ia melaluinya dalam keadaan hamil. 

“Sebelum suami saya divaksin, saya selalu khawatir setiap kali ia pergi bekerja ke bandara. Saya yang ingatkan untuk pakai dua masker dan harus mandi dan ganti baju setelah pulang,” ungkap Niluh. 

Komang sendiri mengkhawatirkan keadaan putra sulungnya, Gede Freskah, yang saat ini tinggal di desa untuk membantu merawat neneknya. 

“Anak saya lulus SMA tahun 2019. Ia ingin melanjutkan ke akademi pariwisata, tetapi sekarang kami sedang tidak bisa membiayai sekolahnya,” kata Komang. 

Komang shows his vaccination certificate. He says he hopes the vaccine will help bring Bali back.
UNICEF/UN0473642/Ijazah
Komang menunjukkan kartu vaksinasinya. Ia berharap program vaksinasi akan membantu memulihkan perekonomian Bali.

Menatap ke depan 

Komang berharap semua upaya penanggulangan pandemi saat ini, termasuk vaksinasi dan wacana dilanjutkannya pembelajaran tatap muka, adalah pertanda bahwa kondisi keluarganya dapat kembali seperti sedia kala. 

“Harapan saya, Bali bisa pulih 100% dan kembali seperti dulu,” kata Komang.  

“Sudah lebih dari setahun keadaan serba tidak pasti, saya sudah kangen dengan hal-hal kecil. Seperti membeli jajanan untuk Rendra dari warung tanpa harus khawatir soal harga,” Niluh menambahkan. 

Angan-angan Niluh mungkin sederhana, tetapi baginya hal itu berarti sang suami bisa bekerja seperti biasa dan pandemi usai tak lama lagi. 

UNICEF dan para mitranya mengupayakan ketersediaan vaksin COVID-19 di negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, melalui COVAX—skema internasional untuk akses yang adil kepada vaksin. 

Komang drives along near empty streets in Kuta, Badung. Before the pandemic, the popular tourist area, was bustling with visitors.
UNICEF/UN0473638/Ijazah
Komang menyusuri jalanan yang lengang di Kuta, Badung. Sebelum pandemi, suasana area yang sangat populer di kalangan wisatawan ini senantiasa ramai.