UNICEF meminta sekolah agar memiliki rencana pembelajaran jarak jauh dan akses ke layanan penting

Rencana mitigasi perlu diterapkan ketika sekolah ditutup untuk waktu yang lama

16 Maret 2020
School students in class
UNICEF Indonesia/2017/Kate Watson

Jakarta, 16 Maret 2020 – Menyusul pengumuman oleh pemerintah pusat dan daerah yang menyerukan agar anak-anak belajar dari rumah sebagai respon terhadap COVID-19, UNICEF mendesak otoritas sekolah untuk memastikan bahwa ada rencana untuk opsi pembelajaran jarak jauh dan akses ke layanan penting untuk semua anak.

Ketika sekolah ditutup untuk waktu yang lama, rencana mitigasi meliputi strategi pendidikan online dan siaran dari konten akademik, seperti portal pembelajaran online Rumah Belajar [https://belajar.kemdikbud.go.id/ ] dan Ruangguru Free Online School, yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Strategi lain meliputi:

• Menugaskan membaca dan latihan untuk belajar di rumah

• Menugaskan guru untuk melakukan tindak lanjut harian atau mingguan jarak jauh dengan siswa

• Mengembangkan strategi pendidikan yang dipercepat

“Ketika sekolah normal anak-anak terganggu, sangat penting untuk menempatkan platform pembelajaran alternatif, seperti internet, siaran radio dan televisi, untuk mengurangi dampak penutupan sekolah yang berkepanjangan terhadap kesejahteraan anak-anak. Yang sama pentingnya adalah menjaga layanan esensial untuk anak-anak, seperti program pemberian makanan atau dukungan psikososial - terutama untuk kelompok yang paling rentan, ”kata Perwakilan UNICEF Debora Comini.

Jika sekolah tetap dibuka seperti biasa, pedoman operasional yang aman harus diikuti untuk memastikan bahwa anak-anak dan keluarga mereka tetap dilindungi dan diberi informasi.

UNICEF juga mendesak sekolah - baik yang tetap dibuka atau yang membantu  melalui pembelajaran jarak jauh - untuk memberikan siswa dukungan holistik: sekolah harus memberi anak-anak informasi penting tentang mencuci tangan dengan sabun dan tindakan lain untuk melindungi diri mereka sendiri dan keluarga mereka; memfasilitasi dukungan kesehatan mental; dan membantu mencegah stigma dan diskriminasi dengan mendorong siswa untuk bersikap ramah dan saling tolong menolong serta menghindari stereotip ketika berbicara tentang virus.

Dengan memberikan informasi praktis dan akurat tentang cara mencegah penyebaran virus, sekolah dapat mendorong siswa untuk menjadi pendukung pencegahan dan pengendalian penyakit di rumah, di sekolah dan di komunitas mereka.


Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minggu lalu mengeluarkan panduan global baru untuk membantu melindungi anak-anak dan sekolah dari penularan virus COVID-19. Panduan ini juga menawarkan tips dan daftar periksa (checklist) yang bermanfaat untuk orang tua dan pengasuh, serta anak-anak dan siswa itu sendiri.

Panduan global bisa diunduh di: https://www.unicef.org/indonesia/id/laporan/panduan-sekolah-untuk-pencegahan-coronavirus (panduan hanya tersedia dalam Bahasa Inggris)

Keluarga bisa mendapat informasi tentang situasi COVID-19 dan menemukan jawaban atas pertanyaan mereka dengan menghubungi hotline informasi di 119 ex 9 atau dari sumber-sumber daring berikut:

Pesan utama untuk pemberi pengasuhan (caregivers)

Ketika sekolah tutup, anak-anak akan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, dan kebiasaan yang baik harus didorong untuk mencegah penularan COVID-19 dan menjaga semua orang sehat:

1. Jawab pertanyaan yang mungkin dimiliki anak-anak tentang COVID-19, bagaimana penularannya, tanda dan gejala, dan apa yang mereka lakukan untuk melindungi diri mereka dengan fakta-fakta sederhana yang disampaikan dengan tenang. Hargai perasaan mereka, yang mungkin termasuk ketakutan, kecemasan, dan kebingungan, terutama ketika rutinitas mereka berubah karena penutupan sekolah. Bicaralah dengan mereka tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk beradaptasi dengan situasi baru ini.

2. Pastikan semua orang mencuci tangan mereka dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik ketika mereka pulang, sebelum makan dan setelah menggunakan kamar mandi

3. Bersihkan permukaan yang sering disentuh seperti meja dan pegangan pintu, terutama di dapur dan kamar mandi dengan menggunakan pembersih rumah tangga biasa dan mengikuti instruksi pada label.

4. Temukan cara alternatif untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, terutama mereka yang paling rentan terhadap COVID-19 seperti orang tua atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang terkompromikan, seperti dengan menggunakan ponsel, bukan kunjungan langsung.

Kontak Media

Kinanti Pinta Karana
Spesialis Komunikasi
UNICEF Indonesia
Tel: +62 8158805842

Konten multimedia

Student in Alor learns how to wash hands properly

 

Panduan informasi dan langkah pencegahan dan pengendalian coronavirus (COVID-19) di sekolah

Panduan yang jelas terkait pencegahan, deteksi awal, dan pengendalian COVID-19 di sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya.(hanya tersedia dalam Bahasa Inggris)

Jelajahi UNICEF

UNICEF mendukung hak dan kesejahteraan setiap anak melalui seluruh progam yang dilakukan. Bersama dengan para donatur, kami beroperasi di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mewujudkan komitmen kami dalam bentuk tindakan nyata. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membantu anak-anak di wilayah yang paling sulit terjangkau, memberikan yang terbaik untuk seluruh anak, di seluruh dunia

Informasi lebih lanjut mengenai UNICEF dan kontribusinya terhadap anak-anak, kunjungi website kami www.unicef.org.

Dapatkan juga informasi terkini dari UNICEF melalui Twitter dan Facebook