Simposium Pembelajaran Digital untuk Semua - menjangkau mereka yang tertinggal

UNICEF dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendiskusikan tentang platform dan konten pembelajaran digital yang inovatif untuk menjangkau mereka yang paling sulit dijangkau

24 November 2022
Screenshot from the event
UNICEF/2022

Jakarta, 23 November 2022 – UNICEF dan Kemendikbudristek hari ini menampilkan pembicara-pembicara ahli dalam Simposium Pembelajaran Digital untuk Semua untuk membahas strategi menjangkau ‘last-mile learners’. Last mile learners disini adalah peserta didik yang masih tertinggal, yang paling sulit dijangkau, termasuk anak-anak yang terkena dampak akibat terganggunya proses pembelajaran selama pandemi COVID 19.

Beragam pemangku kepentingan baik dari kalangan pemerintah, sekolah, pihak swasta, dan masyarakat sipil berkumpul dan bertukar pikiran untuk memajukan pembelajaran digital berkualitas di Indonesia, termasuk bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mengembangkan konten, platform, aplikasi, dan alat bantu bagi last-mile learners.

Lebih dari 60 juta anak usia sekolah di Indonesia saat ini dihadapkan dengan tantangan untuk mengejar pembelajaran akibat penutupan sekolah dan sekaligus menghadapi tahun ajaran baru.

Anak-anak, terutama remaja perempuan, anak dengan disabilitas, remaja tidak sekolah, dan mereka yang tinggal di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) memerlukan dukungan khusus terutama dalam mengakses pembelajaran digital berkualitas.

Teknologi dalam pendidikan merupakan salah satu agenda utama pembangunan nasional. Pada bulan September 2021, dalam Pertemuan Tingkat Menteri G-20 di Bali, teknologi digital diakui sebagai salah satu upaya yang penting untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan terkait akses, kualitas, dan kesetaraan, dan merupakan investasi jangka panjang dalam mentransformasi pendidikan.

”Investasi dalam pembelajaran digital berpotensi menjadi kekuatan penyeimbang dalam pemerataan kesempatan pendidikan bagi semua anak, termasuk mereka yang paling tidak beruntung” ucap Katheryn Bennet, Kepala Bidang Pendidikan UNICEF Indonesia. “Karena itulah menciptakan dan meyebarluaskan inovasi pembelajaran digital merupakan investasi penting bagi pembelajar Indonesia di masa kini maupun di masa yang akan datang.”

Kegiatan yang berlangsung selama setengah hari itu juga ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube UNICEF Indonesia: tautan livestream

# # # 

Tentang UNICEF

UNICEF mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan setiap anak melalui setiap kegiatannya. Bersama dengan para mitra, kami bekerja di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mengubah komitmen itu menjadi aksi nyata dengan fokus untuk menjangkau anak yang paling rentan dan paling terpinggir, demi semua anak, di mana pun mereka berada.

Untuk informasi lebih jauh tentang UNICEF dan kerja-kerjanya untuk anak, silakan kunjungi  www.unicef.org.

Ikuti UNICEF di FacebookInstagram, Twitter, dan Linkedin.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Spesialis Komunikasi Kinanti Pinta Karana 

Email: kpkarana@unicef.org 

Mobile: +62 8158805842 

Kontak Media

Kinanti Pinta Karana
Spesialis Komunikasi
UNICEF Indonesia
Tel: +62 8158805842

Tentang UNICEF

UNICEF mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan setiap anak melalui setiap kegiatannya. Bersama dengan para mitra, kami bekerja di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mengubah komitmen itu menjadi aksi nyata dengan fokus untuk menjangkau anak yang paling rentan dan paling terpinggir, demi semua anak, di mana pun mereka berada.

Untuk informasi lebih jauh tentang UNICEF dan kerja-kerjanya untuk anak, silakan kunjungi www.unicef.org.

Ikuti UNICEF di Twitter and Facebook