Remaja tampilkan solusi digital kepada pejabat kementerian, perusahaan swasta, dan investor di Indonesia

Para agen perubahan muda menunjukkan cara-cara inovatif untuk membuat kehidupan mereka lebih baik

25 Juli 2020
Markoding Demo Day bahasa
UNICEF/2020

Jakarta, 25 Juli 2020 – Hari ini, dua puluh anak muda dari keluarga kurang beruntung unjuk kebolehan dengan memamerkan enam model contoh inovasi digital yang memiliki manfaat sosial kepada pejabat pemerintah, perusahaan swasta, dan investor dalam demonstrasi langsung melalui platform daring. Mereka memanfaatkan aplikasi ponsel pintar, permainan daring, dan situs untuk memperlihatkan solusi yang mereka rancang untuk menjawab beragam permasalahan mulai dari pengelolaan sampah hingga kesehatan diri dan jiwa.

Kegiatan Demo Inovasi tersebut, yang disiarkan langsung melalui akun YouTube UNICEF, adalah puncak program Markoding Digital Innovation yang dikembangkan oleh UNICEF dan Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa (Markoding) dengan dukungan dari perusahaan teknologi global ARM dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak dua puluh peserta yang menjadi finalis disaring dari 482 remaja di Jakarta yang mengikuti tahap awal program.

Finalis, yang berusia antara 15 dan 19 tahun, mengikuti pelatihan intensif selama dua bulan. Mereka dibina oleh mentor sukarela yang datang dari beragam latar belakang profesi, seperti desainer grafis, pembuat piranti lunak, pekerja sosial, analis investasi, guru, pelajar, pendiri perusahaan rintisan, dan diplomat. Pada periode ini, peserta dibekali dengan keterampilan teknis dan kecakapan abad ke-21, seperti kreativitas, pengambilan keputusan, dan kerja tim agar mereka mampu mengidentifikasi masalah dan menciptakan solusi-solusi digital sebagai tim.

“Membangun keterampilan anak-anak muda adalah hal prioritas dalam dunia yang berubah begitu cepat saat ini,” kata Perwakilan UNICEF Debora Comini. “Dengan bekerja sebagai tim untuk menciptakan program-program seperti yang mereka lakukan dalam tantangan inovasi ini, kami berharap para remaja akan terdorong mempelajari keterampilan baru, mencari ide baru, menjawab masalah, dan siap berperan meningkatkan kemakmuran bangsa.”

Sebuah studi baru dari UNICEF mengenai keterampilan masa depan menunjukkan bahwa daya kreativitas, berpikir kreatif, dan keterampilan digital adalah tiga jenis kompetensi yang dianggap paling penting oleh remaja untuk masa depan mereka. Banyak remaja juga merasa keterampilan-keterampilan itu tidak mereka dapatkan di sekolah. Temuan ini sejalan dengan pendapat responden studi yang berasal dari sektor swasta; mereka menyoroti kondisi kelangkaan keterampilan lunak yang signifikan di kalangan calon karyawan dan karyawan baru.

"Kami ingin menumbuhkan generasi muda yang sadar akan permasalahan di sekitarnya, agar mereka menggunakan kreativitas untuk menciptakan solusi terhadap tantangan yang dihadapi, aktif mengasah empati dan kemauan belajar, serta yakin mereka bisa membawa perubahan,” ujar CEO & Pendiri Markoding Amanda Simandjuntak.

Keterampilan baru yang diserap para peserta selama program di atas juga membantu mereka menghadapi pandemi COVID-19 saat ini. “Melalui program ini, saya tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis untuk membuat aplikasi, tetapi juga belajar mengelola waktu, disiplin diri, dan cara berkomunikasi,” kata Zelita, 16 tahun. “Hal-hal itu penting, terlebih dalam situasi pandemi COVID-19 ketika kami harus melakukan pembelajaran dari rumah.”

 

Untuk menyimak kisah lain tentang remaja peserta dan mentor program, kunjungi:

https://www.unicef.org/indonesia/id/stories/anak-muda-dan-inovasi-kekuatan-super-dari-coding

https://www.unicef.org/indonesia/id/stories/tantangan-markoding

 

Untuk informasi lebih jauh tentang solusi digital dari setiap tim, kunjungi:

https://www.unicef.org/indonesia/id/markoding-innovation-challenge-demo-day

 

Catatan untuk redaksi:

Tentang Tantangan Inovasi Markoding:

Tantangan Inovasi Markoding adalah program yang terdiri dari berbagai lokakarya, termasuk Pelatihan Guru, Pelatihan Mentor, dan Program Keliling Sekolah (Tantangan Inovasi Digital, Lokakarya Inovasi Digital, dan Pelatihan Intensif Inovasi Digital). Pelatihan Guru Inovatif, yang diselenggarakan pada bulan November 2019, diikuti 46 guru SMP, SMA, SMK, dan PKBM di Jakarta. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai pemikiran desain agar mampu mencetak remaja inovatif dengan kemampuan menjawab masalah.

Setelah itu, program dilanjutkan dengan Tantangan Inovasi Digital selama satu hari yang diadakan di 21 sekolah dan diikuti total 482 peserta pelajar SMP, SMA, SMK, dan PKBM di Jakarta. Dipimpin 33 mentor sukarela yang sebelumnya telah dilatih mengenai pemikiran desain, para peserta mendiskusikan dampak isu-isu sosial terhadap mereka. Isu-isu yang mengemuka meliputi kesehatan jiwa, pengelolaan sampah, perundungan di dunia maya, berita bohong, pendidikan, rasisme, ketidakadilan di ranah hukum, dan kewirausahaan.

Selanjutnya, sebanyak 27 tim dengan pemetaan masalah dan solusi terbaik dipilih untuk mengikuti Tantangan Inovasi selama tiga hari. Pada periode itu, setiap tim dilatih dan dibimbing untuk menciptakan solusi digital melalui situs, animasi, permainan, atau aplikasi gawai. Peserta disaring kembali menjadi enam tim terbaik yang berhak mengikuti program intensif selama dua bulan, yaitu Markoding Digital Innovation Bootcamp, dari bulan Januari hingga Maret 2020, untuk mewujudkan solusi digital yang mereka rancang. Pada saat ini, keenam tim telah berhasil menyelesaikan kegiatan bootcamp. Mereka akan mempersembahkan solusi digitalnya pada Demo Inovasi pada hari Sabtu, 25 Juli 2020, yang ditayangkan secara langsung melalui akun YouTube UNICEF Indonesia (https://bit.ly/InovasiChallenge0725) mulai pukul 13:00 WIB.

Kontak Media

Kinanti Pinta Karana
Spesialis Komunikasi
UNICEF Indonesia
Tel: +62 8158805842

Jelajahi UNICEF

UNICEF mendukung hak dan kesejahteraan setiap anak melalui seluruh progam yang dilakukan. Bersama dengan para donatur, kami beroperasi di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mewujudkan komitmen kami dalam bentuk tindakan nyata. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membantu anak-anak di wilayah yang paling sulit terjangkau, memberikan yang terbaik untuk seluruh anak, di seluruh dunia

Informasi lebih lanjut mengenai UNICEF dan kontribusinya terhadap anak-anak, kunjungi website kami www.unicef.org.

Dapatkan juga informasi terkini dari UNICEF melalui Twitter dan Facebook