Kemitraan Swasta-Pemerintah Untuk Cuci Tangan Pakai Sabun dukung satu juta anak dengan Perlengkapan untuk Sekolah Bebas COVID-19

Menjelang Hari Cuci Tangan Sedunia, Kemitraan Swasta-Pemerintah untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (KSP-CTPS) tunjukkan dukungan kepada Pemerintah agar sekolah-sekolah dapat dibuka kembali dengan aman

12 Oktober 2021
Vero washes her hands before entering class
UNICEF/UN0520818/Wilander

JAKARTA, 12 Oktober 2021 – Menyambut Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 15 Oktober, sebanyak 15.000 sekolah akan menerima Perlengkapan untuk Sekolah Bebas COVID-19 dari KSP-CTPS. Anggota Kemitraan telah menggalang donasi dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk membuka kembali sekolah dengan aman, khususnya bagi para murid yang paling membutuhkan.

Melalui bantuan tersebut, setiap sekolah akan menerima perlengkapan yang penting untuk menjaga kebersihan serta mencegah dan mengendalikan penularan penyakit, seperti sabun dalam bentuk batang dan cair, cairan pembersih tangan, dan cairan disinfektan. Pasokan perlengkapan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan satu juta murid di seluruh Indonesia selama minimal satu bulan. Sekolah-sekolah penerima, yang meliputi SD, SMP, dan madrasah, berlokasi di berbagai provinsi, yakni Aceh, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, Papua, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

“Kementerian Agama sangat mengapresiasi para mitra atas bantuan yang diberikan kepada madrasah-madrasah terkait persiapan pembelajaran tatap muka. Menciptakan lingkungan belajar yang aman adalah tanggung jawab pemerintah dan semua mitra. Perlengkapan untuk Sekolah Bebas COVID-19 turut memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah hal yang paling utama saat mereka kembali ke kelas,” kata Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Jenderal Pendidikan Islam dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Akses ke sarana air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) di sekolah-sekolah merupakan bagian penting dari lingkungan sekolah yang aman, bersih, dan sehat. Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah mewajibkan ketersediaan sarana WASH yang mendasar sebagai syarat dibukanya kembali sekolah. Akan tetapi, berdasarkan analisis tahun 2020, 84 persen sekolah, atau 44 juta murid, tidak memiliki akses ke setidaknya satu dari ketiga jenis sarana tersebut.

Analisis yang sama menunjukkan bahwa terdapat sekitar 20 persen sekolah yang tidak memiliki akses ke air minum bersih dan aman, 27 persen tidak memiliki akses ke toilet yang aman, dan hampir 60 persen sekolah tidak memiliki sarana cuci tangan yang berfungsi serta dilengkapi air dan sabun. Di samping itu, hanya 27 persen madrasah yang punya akses ke sarana dasar WASH dan hanya 56 persen yang memiliki akses ke minimal satu sarana cuci tangan di lingkungan sekolah.

Sejak awal pandemi, sekolah-sekolah sudah bertindak proaktif dalam memperbaiki kondisi kebersihannya. Tak sedikit yang menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk memastikan ketersediaan sarana cuci tangan dasar dan kelengkapannya, seperti sabun, cairan pembersih tangan, dan tisu. Akan tetapi, masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk mendukung peningkatan sarana WASH di sekolah-sekolah. Dibutuhkan kerja sama lebih luas dengan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung peningkatan WASH di sekolah dan di sinilah sektor swasta dapat memainkan peran penting.

“Dengan bertambahnya jumlah anak yang kembali ke kelas, sekolah-sekolah juga harus punya prosedur untuk beroperasi dengan aman sekaligus mencegah penularan COVID-19. Hal ini dimulai dengan memastikan murid dan guru memiliki sarana untuk mencuci tangan dengan sabun,” ujar Perwakilan UNICEF Debora Comini. “Inisiatif Sekolah Bebas COVID mencontohkan keterlibatan sektor swasta dengan sangat baik, dan hal ini menunjukkan kita bisa bekerja bersama-sama untuk mewujudkan kebersihan tangan untuk semua.”

Melalui inisiatif ini, 10.000 sekolah dan madrasah akan menerima bantuan dari UNILEVER Indonesia berupa pasokan sabun cuci tangan cair dan cairan pembersih tangan selama satu bulan serta materi edukatif tentang kesehatan dan kebersihan. Selain itu, sebanyak 5.000 sekolah dan madrasah akan menerima bantuan dari Wings Group Indonesia berupa pasokan sabun batang, cairan pembersih tangan, dan cairan disinfektan selama dua bulan. PT Cussons pun turut mendukung sejumlah sekolah dengan perlengkapan kebersihan.

UNICEF bekerja sama erat dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama pada tingkat nasional dan provinsi untuk mengidentifikasi sekolah dan madrasah yang paling membutuhkan dukungan. Bersama dengan GIZ, UNICEF akan mendukung distribusi perlengkapan tersebut ke sekolah-sekolah dan madrasah melalui koordinasi dengan dinas pendidikan dan dinas agama tingkat provinsi dan kota/kabupaten.

Kutipan dari Mitra

“Sejalan dengan semangat #MariBerbagiPeran, Unilever Indonesia secara berkelanjutan memberikan dukungannya kepada Pemerintah Indonesia untuk menanggulangi pandemi. Produk-produk kebersihan tangan Unilever telah menjadi bagian dari keluarga-keluarga Indonesia selama 86 tahun, melindungi masyarakat dari bakteri dan kuman penyebab penyakit. Melalui bantuan ini, kami ingin mendukung penguatan keselamatan dan kebesihan di sekolah-sekolah, agar anak-anak dapat kembali dengan sekolah dengan lebih terlindung dan dapat bersosialisasi tanpa khawatir. Kami percaya, kerja sama dengan berbagai pihak amat penting untuk mengatasi krisis COVID-19 bersama-sama.”

Maulani Affandi, Head of Skin Cleansing and Baby, Unilever Indonesia

"Melalui kemitraan ini, Wings Group Indonesia berupaya mewujudkan komitmen dan kepeduliannya terhadap generasi penerus di Indonesia. Harapan kami, murid-murid dapat meningkatkan kesempatannya meraih pendidikan melalui pembelajaran tatap muka di lingkungan yang aman. Tak hanya itu, dukungan kami adalah langkah nyata untuk berkontribusi membangun gaya hidup bersih dan sehat, terhindar dari berbagai penyakit agar anak-anak dapat mencapai cita-citanya." 

Gabriella da Silva, Public Relations Head PT Sayap Mas Utama (Wings Group Indonesia)

Kontak Media

Kinanti Pinta Karana
Spesialis Komunikasi
UNICEF Indonesia
Tel: +62 8158805842

Tentang Kemitraan Swasta-Pemerintah untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (KSP-CTPS)

Kemitraan antara sektor pemerintah dan swasta yang melibatkan badan-badan pemerintah, aktor pembangunan, dan lembaga masyarakat sipil ini dibentuk pada tahun 2020. KSP-CTPS bertujuan membangun kerja sama kolaboratif antara aktor pemerintah dan swasta untuk meningkatkan akses ke sarana CTPS serta mempromosikan perilaku cuci tangan di semua lingkungan, seperti lingkungan masyarakat, sekolah, fasilitas kesehatan, dan tempat-tempat umum.

Pada peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia tahun 2020, KSP-CTPS meluncurkan Seruan Aksi Nasional Tangan Bersih untuk Semua dengan dukungan dari berbagai kementerian—menunjukkan untuk pertama kalinya komitmen politik Pemerintah untuk CPS. Seruan Aksi kini tengah dituangkan ke dalam peta jalan untuk pelibatan dan kepemilikan antarsektor dan multi-pemangku kepentingan untuk mencapai kemajuan segara dalam hal kebersihan tangan.

KSP-CTPS beranggotakan:

Kementerian Kesehatan RI, UNICEF, Unilever Indonesia, Wings Group Indonesia, PT Cussons, Reckitt Benckiser, Adaro, Astra International, Johnson & Johnson, Trakindo, USAID, BAZNAS, DAAI TV Network, Lions Club, GIZ, SNV, Save the Children, dan Mercy Corps