Indonesia: Orang tua dan pengasuh mengupayakan imunisasi rutin yang aman untuk anak-anak mereka selama COVID-19

Survei menunjukkan bahwa orang tua yang mengetahui pedoman imunisasi aman yang diterapkan oleh otoritas kesehatan lebih bersedia membawa anak mereka untuk vaksinasi

31 Agustus 2020
Sudarmini and her baby Putri
UNICEF/UNI350118/Ijazah
Sudarmini dan anaknya, Putri, 11 bulan, dalam sebuah kunjungan rumah dari perawat Rina Widyaningsih, Sidorejo, Jawa Tengah, Indonesia.

Jakarta, 31 Agustus 2020. Berdasarkan survei  cepat terbaru tentang persepsi orang tua dan pengasuh terhadap pelayanan imunisasi rutin selama masa pandemi COVID-19 , masyarakat mengharapkan tersedianya pelayanan imunisasi rutin yang aman selama pandemi COVID-19.

Survei tersebut dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dengan dukungan dari UNICEF yang berlangsung dari 4 hingga 13 Juli 2020 di 34 provinsi itu, telah berhasil mengumpulkan tanggapan secara daring dari hampir 7.000 orang tua dan pengasuh anak di bawah usia dua tahun.

Menurut survei, separuh dari orang tua dan pengasuh membawa anak-anak mereka untuk imunisasi rutin selama dua bulan terakhir, sementara separuh lainnya tidak menghadiri sesi imunisasi baik karena kondisi pandemi COVID-19 atau karena anak-anak mereka tidak membutuhkan vaksin dalam jangka waktu tersebut.

Berdasarkan hasil survei tersebut diketahui bahwa perilaku masyarakat dalam mencari layanan imunisasi telah berubah secara signifikan. Sebelum COVID-19, sekitar 90 persen anak di Indonesia memperoleh pelayanan imunisasi di fasilitas kesehatan umum, termasuk posyandu, puskesmas, dan fasilitas persalinan desa (polindes). Namun, mayoritas responden - 43 persen - menyatakan bahwa mereka sekarang mencari imunisasi untuk anak di klinik dan rumah sakit swasta karena penutupan fasilitas pelayanan kesehatan umum atau pemerintah seperti posyandu atau polindes di wilayahnya.

Meskipun survei ini menyoroti tidak tersedianya layanan imunisasi yang disebabkan oleh gangguan pada sistem kesehatan, dari hasil survei juga didapatkan tingginya permintaan akan vaksin, dimana orang tua dan pengasuh  tetap mencari titik layanan alternatif lainnya yang menawarkan layanan imunisasi.

Responden melaporkan merasa enggan untuk mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan karena takut tertular COVID-19 dan mengemukakan kekhawatiran tentang penutupan layanan imunisasi, terutama di posyandu. Orang tua dan pengasuh juga melaporkan tingginya biaya yang dikeluarkan sendiri untuk mendapatkan pelayanan imunisasi di fasilitas pelayanan kesehatan swasta, yang sebaliknya gratis di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah.

“Meskipun terjadi pandemi, fasilitas pelayanan kesehatan dalam hal ini Puskesmas dan Posyandu tetap buka dan aman, dan kepada orang tua diharapkan untuk segera dapat membawa anak-anak untuk di imunisasi dan tidak menunda pemberian imunisasi,” kata dr. Achmad Yurianto, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Jika ada fasilitas pelayanan  kesehatan ditutup sementara, kepada para orang tua disarankan untuk meminta informasi kepada kader kesehatan masyarakat setempat tentang pilihan alternatif terdekat.”

Sebelum pandemi, resistensi terhadap imunisasi meningkat di Indonesia dan hal ini semakin diperburuk oleh keraguan vaksin selama pandemi COVID-19. Dalam survei ini juga diketahui bahwa hampir sepertiga responden tidak mau membawa anak mereka untuk  imunisasi atau ada keragu-raguan.

Tetapi sementara banyak orang tua menyatakan bahwa risiko tertular COVID-19 ketika datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk imunisasi merupakan pertimbangan penting. Dari hasil survei ini, juga didapatkan bahwa  mereka yang mengetahui tentang imunisasi aman dan pedoman kesehatan yang diterapkan oleh Pemerintah, mereka lebih bersedia untuk membawa anak-anak mereka untuk keperluan kesehatan yaitu Imunisasi.

“Secara ilmu pengetahuan sudah jelas: Imunisasi mencegah kesakitan, kecacatan dan kematian,” kata Perwakilan UNICEF Debora Comini. “Bahkan selama pandemi COVID-19, anak-anak harus terlindungi terhadap penyakit lain yang dapat dicegah dengan imunisasi. Kita harus melakukan segala hal agar seluruh anak di seluruh negeri ini dapat terus menerima layanan penting ini. "

Untuk memastikan anak-anak dapat terus mendapatkan pelayanan imunisasi rutin selama pandemi COVID-19 ini, Kementerian Kesehatan dengan dukungan dari mitra pembangunan kesehatan akan terus memperluas upaya penjangkauan yang ditargetkan ke masyarakat sehingga orang tua sadar bahwa layanan imunisasi ini aman dan tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan. Advokasi bahwa investasi dalam imunisasi adalah penting dan aman, hal ini harus dipercepat sehingga dapat mencegah dan menghentikan keraguan orang tua untuk membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi.

UNICEF Indonesia menyampaikan terima kasih untuk dukungan berbagai mitra, termasuk Pemerintah Australia, Pemerintah Kanada, dan Pemerintah Selandia Baru.

# # #

Catatan untuk Editor

Survei Persepsi Orang Tua dan Pengasuh tentang imunisasi bisa diunduh di SINI

 

Kontak Media

Kinanti Pinta Karana
Spesialis Komunikasi
UNICEF Indonesia
Tel: +62 8158805842

Jelajahi UNICEF

UNICEF mendukung hak dan kesejahteraan setiap anak melalui seluruh progam yang dilakukan. Bersama dengan para donatur, kami beroperasi di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mewujudkan komitmen kami dalam bentuk tindakan nyata. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membantu anak-anak di wilayah yang paling sulit terjangkau, memberikan yang terbaik untuk seluruh anak, di seluruh dunia

Informasi lebih lanjut mengenai UNICEF dan kontribusinya terhadap anak-anak, kunjungi website kami www.unicef.org.

Dapatkan juga informasi terkini dari UNICEF melalui Twitter dan Facebook