Indonesia: 10 juta anak terancam dampak polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan

24 September 2019
Burning grass and trees in Jakarta
UNICEFIndonesia/2018/ShehzadNoorani
People burn grass and trees to clear an area for construction in Jakarta

Jakarta (Indonesia), 23 September 2019 – Kebakaran hutan dan lahan gambut serta kabut asap yang melanda Pulau Kalimantan dan Sumatra menyebabkan 10 juta anak terpapar risiko polusi udara, demikian keterangan yang disampaikan UNICEF hari ini.

Anak-anak berusia muda secara khusus rentan terhadap polusi udara karena mereka bernapas lebih cepat, sementara kekuatan fisik dan daya tahan tubuhnya belum sempurna. Diperkirakan terdapat 2,4 juta anak balita di kedua wilayah tersebut yang terdampak kabut asap dan kebakaran hutan yang sudah berlangsung sejak Juli 2019 di Indonesia.

UNICEF juga memeringatkan bahwa polusi udara berdampak pada bayi dalam kandungan. Riset menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang terpapar polusi tingkat tinggi selama kehamilan berisiko lebih besar mengalami gangguan pertumbuhan di dalam rahim, berat badan lahir rendah, dan bayi lahir prematur.

“Buruknya kualitas udara adalah tantangan berat yang semakin meningkat bagi Indonesia,” kata Perwakilan UNICEF Debora Comini. “Setiap tahun, ada jutaan anak yang menghirup udara beracun dan hal ini mengancam kesehatan serta mengakibatkan mereka tidak dapat belajar di sekolah—efeknya adalah kerugian fisik dan kognitif seumur hidup seorang anak.”

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kualitas udara yang buruk saat ini berdampak pada lebih dari 46.000 sekolah atau lebih dari 7,8 juta murid. Di daerah-daerah yang merasakan dampak terberat kebakaran hutan, banyak sekolah terpaksa ditutup sehingga menghambat kesempatan anak untuk belajar.

Kebakaran hutan dan lahan gambut memang kerap terjadi di Indonesia pada musim kemarau, namun situasi ini diperparah oleh beberapa faktor, termasuk musim kering berkepanjangan, El Niño, dan pemanasan global.

“Keluarga dan anak-anak mereka harus mendapatkan informasi yang akurat tentang paparan polusi udara beracun, karena informasi seperti ini dapat membantu mereka melindungi diri,” tutup Comini.

UNICEF bersama Pemerintah Indonesia dan siap bekerja sama dalam mengembangkan rencana jangka panjang untuk mengurangi dampak dari situasi yang terus berulang ini pada anak-anak.

 

Kontak Media

Kate Rose

Spesialis Komunikasi

UNICEF Indonesia

Tel: +628118714894

Kinanti Pinta Karana

Spesialis Komunikasi

UNICEF Indonesia

Tel: +62 8158805842

Jelajahi UNICEF

UNICEF mendukung hak dan kesejahteraan setiap anak melalui seluruh progam yang dilakukan. Bersama dengan para donatur, kami beroperasi di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mewujudkan komitmen kami dalam bentuk tindakan nyata. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membantu anak-anak di wilayah yang paling sulit terjangkau, memberikan yang terbaik untuk seluruh anak, di seluruh dunia

Informasi lebih lanjut mengenai UNICEF dan kontribusinya terhadap anak-anak, kunjungi website kami www.unicef.org.

Dapatkan juga informasi terkini dari UNICEF melalui Twitter dan Facebook