Pusat Media

Keterangan Pers

Kontak untuk media

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

Wakil Khusus PBB menyambut komitmen Indonesia untuk menempatkan anak-anak di pusat implementasi SDG

© UNICEF Indonesia
Bapak Presiden Joko Widodo menyambut Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB (SRSG) untuk Kekerasan terhadap Anak, Marta Santos Pais, pada tanggal 27 February di Istana Negara Jakarta.

Marta Santos Pais bertemu Presiden Indonesia Joko Widodo, untuk mendiskusikan perlindungan anak dari kekerasan dan perannya dalam pembangunan nasional

Jakarta, 27 Februari 2017 - Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB (SRSG) untuk Kekerasan terhadap Anak, Marta Santos Pais, mengucapkan selamat kepada Presiden Indonesia Joko Widodo atas kepemimpinannya dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).

"Komitmen Presiden untuk menempatkan anak-anak di jantung agenda pembangunan negara sangat mengesankan," kata Santos Pais setelah pembicaraan selama 45 menit di Istana Negara di Jakarta pada hari Senin, di mana Menteri Pendidikan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sekretariat Negara, dan Perwakilan UNICEF di Indonesia beserta timnya turut berpartisipasi.

"Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan terhadap Anak yang baru-baru ini diadopsi, memainkan peran penting dalam mencapai target SDG yang terkait dengan anak-anak," kata Santos Pais. Dia juga menyoroti dampak negatif kekerasan terhadap kesempatan anak-anak untuk tumbuh sehat dan untuk belajar di sekolah, serta biaya besar yang ditimbulkan kekerasan bagi masyarakat. Dia mendorong Presiden untuk mempertimbangkan dibentuknya satuan tugas tingkat tinggi antar-kementerian untuk kekerasan terhadap anak-anak (satuan tugas Pelindung Anak) yang akan memberikan arahan bagi pelaksanaan strategi.

"Apa yang telah kita pelajari di negara lain adalah pentingnya untuk juga memiliki kerangka legislatif komprehensif yang melarang segala bentuk kekerasan terhadap anak - dalam segala situasi," kata Santos Pais.

Dalam percakapannya dengan Presiden Jokowi, SRSG juga mengangkat isu praktik-praktik merugikan seperti perkawinan usia anak. "Di Indonesia, satu dari empat anak perempuan menikah sebelum ulang tahun mereka yang ke-18. Ini menyebabkan dampak negatif yang besar, terutama pada kesempatan mereka terhadap kesehatan dan pendidikan, yang pada akhirnya menghambat pembangunan ekonomi dan sosial negara. "

"Masyarakat dan pemimpin agama dapat memainkan peran penting dalam mendorong ditinggalkannya praktik sosial yang merugikan tersebut," kata Santos Pais. Dia mengakui upaya Indonesia untuk mengurangi kemiskinan melalui skema perlindungan sosial yang inovatif, seperti Kartu Indonesia Pintar, sebagai kontribusi penting untuk membuat anak-anak perempuan tetap bersekolah dan mencegah mereka untuk menikah dini.

SRSG mendorong Indonesia untuk berbagi tentang hal ini serta inisiatif lainnya pada forum politik tingkat tinggi SDGs di PBB pada bulan Juli mendatang di New York. "Saya mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian khusus pada anak-anak dan pencegahan kekerasan selama proses tinjauan SDGs nasional yang sedang berlangsung. Bekerjasama dengan UNICEF Indonesia, kami siap untuk mendukung upaya-upaya pemerintah untuk memperkuat perlindungan anak dari kekerasan dan mencapai Tujuan Pembangunan Nasional pada 2030."

"Meningkatkan kesadaran tentang besarnya biaya dari tidak dilakukannya aksi untuk mengatasi kekerasan terhadap anak, dan investasi dalam pencegahannya adalah jalan menuju pembangunan berkelanjutan," kata Santos Pais

Tentang Marta Santos Pais
Marta Santos Pais diangkat sebagai Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal (SRSG) Pertama untuk Kekerasan terhadap Anak pada bulan September 2009. Dengan 30 tahun lebih pengalaman tentang isu-isu hak asasi manusia, keterlibatan di PBB dan proses antar-pemerintah, advokat global dan pembangun hubungan, ia mempromosikan pencegahan dan penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap anak dalam sistem peradilan, di rumah, dalam perawatan alternatif, di sekolah-sekolah dan di masyarakat. Sebelum ditunjuk sebagai SRSG untuk Kekerasan terhadap Anak, Marta Santos Pais adalah Direktur UNICEF Innocenti Research Centre, posisi yang dipegangnya sejak tahun 2001. Dia bergabung dengan UNICEF pada tahun 1997 sebagai Direktur Evaluasi, Kebijakan dan Perencanaan. Sebelumnya, dia adalah Pelapor dari Komite Hak Anak dan Wakil Ketua Komite Koordinasi Kebijakan Anak dari Dewan Eropa.

Informasi lebih lanjut: www.srsg.violenceagainstchildren.org
Facebook: facebook.com/martasantospaispage
Twitter: twitter.com/srsgvac

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
Andrew Claypole, Senior Adviser SRSGVAC, +1 646 549 7256 claypole@un.org
Michael Klaus, UNICEF Indonesia, + 62 8111 669033, mklaus@unicef.org

 

 
Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children