Pusat Media

Keterangan Pers

Kontak untuk media

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

Universitas Sidney dan UNICEF Indonesia memulai kerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan anak

Jakarta/Sydney, 14 Februari 2017 – Universitas Sydney dan UNICEF Indonesia membangun Kemitraan Pengetahuan (Knowledge Partnership), kerja sama di bidang penelitian dan kajian, dalam rangka memperbaiki tingkat kesehatan dan kesejahteraan anak dan generasi muda Indonesia.

Profesor Mu Li dan Dr. Anne Marie Thow dari Universitas Sydney datang ke Indonesia pekan ini untuk mulai bekerja sama di tema-tema prioritas, termasuk penanggulangan kemiskinan, perlindungan lingkungan hidup, dan upaya meratakan tingkat kesejahteraan yang merupakan semangat dari Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).

Menurut Danielle Somers, Director Office for Global Health dari Universitas Sydney, “SDG adalah arahan penting bagi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk mencapai 17 tujuan dalam Agenda 2030,”
“Kerja sama dimulai dengan isu-isu yang berkaitan dengan remaja, gizi, polusi udara, air dan sanitasi, serta rencana tanggap darurat terhadap penyebaran penyakit, seperti yang disebabkan virus Zika.”

Kemitraan kedua pihak juga meliputi komitmen memperkuat kapasitas riset di Indonesia termasuk membangun kerja sama dengan lembaga dan universitas setempat.

UNICEF telah mendukung Pemerintah Indonesia di banyak area dengan tujuan mendorong pencapaian SDG. Dukungan yang diberikan termasuk kemitraan UNICEF dengan lembaga riset, organisasi masyarakat sipil, dan perusahaan swasta.

“Indonesia sudah mencanangkan tujuan-tujuan global dalam rencana pembangunannya untuk jangka menengah dan panjang, yang menempatkan anak-anak sebagai pusat perhatian. Indonesia juga telah membuktikan dirinya unggul dalam hal implementasi SDG. UNICEF bangga dapat terus memberikan dukungan kepada Indonesia,” jelas Gunilla Olsson, Perwakilan UNICEF Indonesia.

Kemitraan UNICEF dengan Universitas Sydney juga hendak membangun kolaborasi antara peneliti, praktisi, pemerintah, dan pihak-pihak lain untuk mengumpulkan data awal mengenai kesejahteraan anak. Data ini penting sebagai dasar pencapaian SDGs.

“Separuh dari 255 juta populasi Indonesia berusia 30 tahun. Sekitar 1 dari setiap 3 orang berusia di bawah 18 tahun. Angka ini cukup besar sebagai fokus kemitraan kami,” Ibu Danielle menambahkan.

Meski banyak kemajuan telah dicapai, masih banyak anak dan remaja di Indoneia yang belum menikmati manfaat pembangunan di Indonesia. Sekitar 14 persen anak-anak Indonesia hidup di tengah kemiskinan ekstrem, sementara rata-rata 37 persen balita mengalami hambatan pertumbuhan (stunted). Di 15 provinsi, angka rata-rata kasus stunting naik sampai lebih dari 40 persen.

Stunting mengganggu perkembangan fisik dan kecerdasan seorang anak dan kondisi ini seringkali tidak dapat ditanggulangi.

Bagi Universitas Sydney, kemitraan ini akan memberikan pengalaman kerja sama langsung di suatu negara bersama tim UNICEF. Australia memiliki pengalaman lebih dari 60 tahun sebagai mitra pembangunan terpercaya Pemerintah Indonesia.

“Kami percaya kerja sama ini akan membawa banyak manfaat. Semua hasil yang kami dapatkan akan kami sampaikan kepada mitra pemerintah untuk membantu mempertajam kebijakan yang akan membantu setiap anak Indonesia,” tutup Ibu Gunilla.
# # #

Informasi untuk media:
Universitas Sydney: Dan Gaffney mobile +61481004782 email daniel.gaffney@sydney.edu.au
UNICEF Indonesia: Michael Klaus mobile +62 8111 66 90 33 mklaus@unicef.org

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
- Lauren Rumble, lrumble@unicef.org, Deputy Representative, UNICEF Indonesia.
-Kinanti Pinta Karana, kpkarana@unicef.org, Communication Specialist, UNICEF Indonesia.
Tentang UNICEF

UNICEF bekerja di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk membantu anak-anak tumbuh dan berkembang, sejak awal masa kanak-kanak hingga usia remaja. Sebagai penyedia vaksin terbesar di dunia, UNICEF mendukung kesehatan dan nutrisi anak, air minum dan sanitasi yang aman, pendidikan dasar berkualitas bagi semua anak lelaki dan perempuan, serta perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi dan AIDS. Kebutuhan dana program-program UNICEF sepenuhnya didukung oleh kontribusi sukarela oleh individu, korporasi, yayasan dan pemerintah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kerja kami, kunjungi: www.unicef.org
Follow us on Facebook

 

 
Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children