Pusat Media

Keterangan Pers

Kontak untuk media

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

Pernyataan Direktur Eksekutif UNICEF Anthony Lake tentang dampak kekerasan pada anak-anak di Gaza dan Israel

NEW YORK, 13 Juli 2014 - Anak-anak menanggung beban kekerasan yang memburuk di Gaza dan Israel dengan setidaknya 33 anak tewas di Gaza dalam beberapa hari terakhir, dan ratusan lainnya terluka.

Seharusnya jangan sampai ada anak yang menderita dari dampak mengerikan kekerasan tersebut.

Kekerasan memberikan dampak buruk pada anak-anak baik secara fisik dan psikologis, dengan konsekuensi yang mengkhawatirkan bagi peluang masa depan perdamaian, stabilitas dan pemahaman. Seringkali anak-anak yang menyaksikan kekerasan, dan melihatnya sebagai "normal", cenderung mengulangnya sendiri di kemudian hari.

Staf UNICEF di lokasi telah berbicara dengan keluarga yang menggambarkan dampak emosional yang mendalam dari kekerasan saat ini pada anak-anak.  Anak yang tidak dapat tidur atau yang mengalami mimpi buruk, anak-anak yang tidak mau makan, dan anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda stress mental.

Dengan adanya kemungkinan eskalasi lebih lanjut, UNICEF bergabung dengan Dewan Keamanan menyerukan pada semua pihak untuk segera melakukan pengendalian maksimum dan untuk melindungi warga sipil - tidak hanya demi perdamaian, tapi demi anak-anak yang menderita kekerasan terburuk saat ini.

Informasi tindakan dari UNICEF Palestina:

  • Lima tim dukungan psikososial darurat yang didukung UNICEF terus menjangkau anak-anak dan keluarga mereka yang mengalami trauma di rumah sakit dan di rumah-rumah di Gaza. Tim dari Pusat Demokrasi dan Resolusi Konflik (PCDCR) yang dioperasikan mitra kami, telah melakukan 262 kunjungan, mencapai lebih dari 302 anak-anak yang mengalami syok. 
  • Sejauh ini 35 anak telah dilaporkan tewas karena serangan udara di Gaza, dan setidaknya 296 terluka. Menurut laporan media, empat orang anak terluka oleh roket di Israel.

 

 
Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children