Pusat Media

Keterangan Pers

Kontak untuk media

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

ASI adalah penyelamat bayi-bayi di daerah darurat topan Filipina

Badan PBB menekankan kebutuhan untuk memberi dukungan untuk menyusui untuk para ibu 

MANILA , Filipina , 28 November 2013 - UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari ini meminta mereka yang terlibat dalam penanggulangan Filipina Topan Haiyan (Yolanda) untuk mempromosikan dan melindungi pemberian ASI untuk menghindari penyakit dan kematian anak-anak.

Diperkirakan 12000 bayi yang akan lahir di daerah yang terkena dampak terburuk bulan ini harus disusui secara eksklusif, yang berarti bahwa mereka tidak menkonsumsi apapun selain ASI, yang melindungi mereka dari infeksi yang mematikan. Sekitar sepertiga dari bayi yang lahir sebelum bencana yang berusia kurang dari enam bulan sudah diberikan ASI eksklusif, dan sembilan dari sepuluh setidaknya sudah mendapatkan ASI sebagian.  Para ibu yang sebelumnya belum memberikan ASi sepenuhnya harus didukung untuk transisi ke ASI ekslusif. 

"Distribusi yang tidak terkendali dan penggunaan susu formula bayi dalam situasi darurat seperti ini - di mana ada tantangan air dan sanitasi yang serius dan resiko penyakit lainnya - sangat berbahaya. Mendukung pemberian ASI adalah salah satu hal yang paling penting yang dapat kita lakukan untuk melindungi bayi di daerah bencana topan di Filipina,"kata Dr Julie Hall, Perwakilan WHO di Filipina.

UNICEF dan WHO memprioritaskan perlindungan, promosi dan dukungan menyusui sebagai tindakan yang menyelamatkan jiwa untuk bayi di mana-mana, dan terutama dalam keadaan darurat.

"Dengan dukungan yang tepat - dari petugas kesehatan, konselor atau ibu dan wanita lain yang sudah melakukan menyusui dapat meningkatkan produksi ASInya dalam beberapa hari hanya dengan menyusui bayinya lebih sering, "kata Tomoo Hozumi, Perwakilan UNICEF di Filipina.

Selama situasi darurat, penyakit dan tingkat kematian di kalangan bayi dan anak-anak lebih tinggi daripada kelompok usia lainnya, dan lebih muda anak tersebut, semakin tinggi juga risikonya, terutama bayi di bawah enam bulan yang paling rentan. Bayi yang minum susu formula dibuat dengan air yang terkontaminasi dengan kuman atau diberikan dengan botol tidak steril atau dot, bisa menjadi sangat sakit dengan diare dan dapat meninggal dunia dalam hitungan jam.

Memberi makan bayi dengan susu formula dalam keadaan darurat adalah upaya terakhir, ketika ada pilihan lain yang aman - seperti membantu ibu menyusui untuk mereka yang belum memberikan ASI, menemukan seorang Ibu donor asi atau ASI pasteurisasi dari bank ASI sudah sepenuhnya dieksplorasi.

Hanya sejumlah kecil dari bayi di bawah enam bulan yang terkena bencana ini - diperkirakan berjumlah sekitar 6 600 - tidak disusui sama sekali. Bayi-bayi ini harus segera diidentifikasi, situasi makan mereka dinilai, dan diberikan dukungan terampil dan pilihan makan yang paling aman.

UNICEF dan WHO mendesak semua yang terlibat dalam pendanaan  perencanaan dan pelaksanaan tanggap darurat di Filipina untuk menghindari penyakit dan kematian dengan mempromosikan, melindungi dan mendukung menyusui. Tokoh Masyarakat dihimbau untuk memonitor dan melaporkan setiap sumbangan yang dapat mengganggu proses menyusui.

# # #

Untuk informasi lebih lanjut , silahkan hubungi :

Rita Ann Wallace , UNICEF New York , Tel +1-212-326-7586 , Ponsel +1 917-213-4034 , rwallace@unicef.org

Zafrin Chowdhury , UNICEF , Manila , Mobile + 63 917 867 8366 , zchowdhury@unicef.org

Kate Donovan , UNICEF , Tacloban , Mobile + 63 917 502 1747 , kdonovan@unicef.org

Denise Shepherd - Johnson , UNICEF , Manila , Mobile + 63 917 464 7028 , dshepherdjohnson@unicef.org

Liv Lawe-Davies , WHO , Manila , Mobile +63 915 896 6345 , lawedavieso@who.int

Gregory Hartl , WHO , Jenewa , Mobile +41 79 203 6715 , hartlg@who.int

 

 

 

 

Donate now


Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children