Pusat Media

Keterangan Pers

Kontak untuk media

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

Memperkecil kesenjangan untuk anak-anak Indonesia - Laporan Tahunan 2012 UNICEF

JAKARTA, 7 Agustus 2013 - Meskipun keterbatasan dana semakin mempengaruhi operasinya di Indonesia, UNICEF pada tahun 2012 kembali mencapai hasil yang penting bagi anak-anak dan perempuan di Nusantara, terutama bagi mereka yang tidak tercapai oleh pertumbuhan ekonomi negara yang pesat.

"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh teman dan donatur kami yang mendukung pekerjaan kami di Indonesia. Laporan Tahunan 2012 kami menunjukkan bagaimana mereka membantu kami membuat perbedaan yang nyata bagi anak-anak negeri ini. Kami harap mereka dapat terus mendukung kami karena jalan yang harus ditempuh masih panjang. Bagi UNICEF, setiap anak sangat berarti. Semua anak harus memiliki akses ke pelayanan sosial berkualitas termasuk perawatan kesehatan, pendidikan, air bersih dan sanitasi, semuanya harus dilindungi dari bahaya dan kekerasan, dan dapat melaksanakan hak mereka untuk berpartisipasi tanpa diskriminasi," ucap Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Angela Kearney.

Jutaan anak-anak masih belum tercapai oleh perkembangan yang mengesankan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data pemerintah, 44,3 juta atau lebih dari 50% semua anak di Indonesia terpengaruhi oleh kemiskinan. Proporsi ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada populasi orang dewasa. Negara ini memiliki jumlah tertinggi ketiga di dunia dalam hal anak yang tidak diimunisasi dan tertinggi kelima dalam hal anak yang menderita stunting (pendek menurut usia). Lebih dari 60 juta orang tidak memiliki toilet yang layak dan harus buang air besar di tempat terbuka - jumlah tertinggi kedua di negara manapun. Di ibukota Jakarta sebagian besar perempuan (97%) melahirkan dengan bantuan ahli kesehatan dibandingkan dengan hanya sepertiga (33%) di Maluku.

Karena kekurangan ini, sampai dengan 150.000 balita meninggal setiap tahun di Indonesia. Daerah yang paling terpengaruh adalah pulau Jawa yang padat penduduk dan daerah-daerah terpencil di Indonesia Timur.

Melalui program kerja sama 2011-2015 dengan Pemerintah Indonesia dan mitra lainnya, UNICEF menangani ketidaksetaraan yang mempengaruhi anak-anak di 14 provinsi prioritas dengan statistik ibu dan anak terburuk, yang merupakan rumah bagi 52 dari 80 juta anak di negara ini.

Sebagaimana diuraikan dalam Laporan Tahunan 2012, UNICEF Indonesia:

  • menguatkan upaya untuk memerangi kekurangan gizi melalui pengembangan peraturan tentang pemberian ASI eksklusif dan rencana nasional untuk mengendalikan gangguan kekurangan yodium;
  • membantu mengimplementasikan Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Community Led Total Sanitation) di 161 desa, 79 di antaranya dinyatakan 'open-defecation free' pada akhir 2012;
  • mengembangkan aplikasi berbasis SMS dalam kemitraan dengan perusahaan telepon Nokia yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas bidan dalam membantu wanita hamil;
  • mendukung persetujuan undang-undang baru tentang Peradilan Anak (UU No 11/2012) yang meningkatkan usia minimum pertanggungjawaban pidana dari umur 8 mejadi 12 tahun;
  • melakukan studi-studi dan kajian untuk menganalisis disparitas dan pengecualian dalam layanan dasar

Berdasarkan pengetahuan dan bukti yang dihasilkan melalui penelitian ini, UNICEF telah bekerjasama dengan para pengambil keputusan untuk memastikan bahwa kebijakan, anggaran, dan program akan menargetkan anak-anak dan peremupan yang paling dirugikan di negara ini. Strategi kunci untuk mencapai hal ini mencakup penguatan kapasitas lembaga-lembaga pemerintah, pembesaran skala praktek-praktek terbaik dalam hal program serta kesiapan dan tanggap darurat.

"Kemajuan dalam beberapa tahun terakhir telah menguntungkan banyak orang Indonesia. Negara ini telah memenuhi, atau berada di jalur yang tepat untuk memenuhi 24 dari 35 indikator Tujuan Pembangunan Milenium. Namun, meskipun ini adalah hasil yang sangat baik, ini juga berarti ada 11 target penting yang mungkin tidak dapat terpenuhi. UNICEF berkomitmen untuk membantu mitranya di negara ini untuk memastikan bahwa semua anak di Indonesia dapat tumbuh sehat, terdidik dan dilindungi dari bahaya dan eksploitasi," kata Angela Kearney.

Klik di sini untuk membaca Laporan Tahunan UNICEF Indonesia 2012 dalam PDF.

 

 

 

 

Laporan Tahunan 2012


Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children