Pusat Media

Keterangan Pers

Kontak untuk media

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

ASI adalah penyelamat hidup paling murah dan efektif di dunia

© UNICEF Indonesia/2006/Estey

NEW YORK, 1 Agustus 2013 - Selama Pekan ASI Sedunia yang dimulai hari ini, UNICEF berfokus pada menyusui sebagai cara yang paling efektif dan murah untuk menyelamatkan kehidupan seorang anak. Tapi dengan kurang dari setengah anak di bawah enam bulan mendapat manfaat dari ASI eksklusif, kepemimpinan yang kuat dalam mempromosikan praktek ini sangat penting.

"Tidak ada intervensi kesehatan tunggal lainnya yang memiliki dampak setinggi ini untuk bayi dan ibu menyusui, dan dengan biaya yang sangat kecil bagi pemerintah," kata Deputi Direktur Eksekutif UNICEF Geeta Rao Gupta. "ASI adalah 'imunisasi pertama' bayi dan penyelamat hidup yang paling efektif dan murah."

Anak-anak yang mendapat ASI eksklusif 14 kali lebih mungkin untuk bertahan hidup dalam enam bulan pertama kehidupan dibandingkan anak yang tidak disusui. Mulai menyusui pada hari pertama setelah lahir dapat mengurangi risiko kematian baru lahir hingga 45 persen.

Menyusui juga mendukung kemampuan seorang anak untuk belajar dan membantu mencegah obesitas dan penyakit kronis di kemudian hari. Penelitian terbaru di Amerika Serikat dan Inggris menunjukkan penghematan besar dalam layanan kesehatan, karena anak yang mendapat ASI jatuh sakit jauh lebih jarang daripada anak yang tidak disusui.

Selain manfaat bagi bayi, ibu yang memberikan ASI eksklusif juga berkecenderungan lebih kecil untuk menjadi hamil lagi dalam enam bulan pertama setelah melahirkan, lebih cepat pulih dari persalinan, dan lebih cepat kembali ke berat badan sebelum hamil. Bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka mengalami lebih sedikit depresi pasca-melahirkan dan juga menurunkan risiko kanker ovarium dan payudara di kemudian hari.

Meskipun manfaat-manfaat dari menyusui ini telah didokumentasikan di seluruh dunia, hanya 39 persen anak-anak di bawah enam bulan mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2012. Angka global ini hanya meningkat dengan sangat perlahan selama beberapa dekade terakhir, sebagian karena rendahnya tingkat menyusui di beberapa negara-negara besar, dan kurangnya dukungan untuk ibu menyusui dari lingkungan sekitar.

Namun, negara-negara dengan kebijakan dan program yang mendukung dan menjangkau semua masyarakat telah berhasil meningkatkan tingkat pemberian ASI mereka secara signifikan.

Cina, yang baru-baru ini menarik perhatian media karena permintaan konsumen yang kuat untuk susu formula bayi menyebabkan kekurangan stok di negara lain, memiliki tingkat menyusui eksklusif hanya 28 persen.

Dalam upaya untuk meningkatkan angka serendah itu di negara terpadat sedunia, UNICEF dan Pusat Kesehatan Perempuan dan Anak Nasional meluncurkan kampanye "10m2ofLove" pada bulan Mei untuk mencari, mendaftarkan, mensertifikasi dan mempublikasikan ruang-ruang menyusui untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan pemberian ASI.

Kampanye ini telah membuat sebuah portal web (unicef.cn/10m2) di mana setiap organisasi dapat mendaftarkan kamar menyusui untuk staf atau pelanggan yang mematuhi standar internasional. Sebuah aplikasi ponsel untuk memetakan lokasi dari semua fasilitas 10m2ofLove kini sedang dikembangkan

Kamboja berhasil meningkatkan tingkat pemberian ASI eksklusif untuk bayi di bawah 6 bulan secara drastis dari 11,7 persen pada tahun 2000 menjadi 74 persen pada tahun 2010. Togo dan Zambia juga meningkat dari 10 dan 20 persen pada akhir tahun 1990 menjadi lebih dari 60 persen pada tahun 2000.

Pada sisi lainnya, tingkat pemberian ASI eksklusif di Tunisia turun drastis dari 46,5 persen di tahun 2000 menjadi hanya 6,2 persen pada akhir dekade ini.

Tingkat pemberian ASI eksklusif di Indonesia menurun, Nigeria tidak ada perbaikan selama bertahun-tahun, dan beberapa angka terendah di dunia adalah di Somalia, Chad dan Afrika Selatan.

Contoh-contoh tersebut mencerminkan kurangnya kepemimpinan global tentang pemberian ASI, yang masih kurang dianggap penting bagi kehidupan anak. Diperlukan adanya komitmen dan prioritas yang lebih tinggi, kebijakan yang tepat dan konsensus yang lebih besar untuk melibatkan dunia dalam mempromosikan penyelamat hidup yang penting dan hemat ini.

Meskipun menyusui adalah alami dan naluriah, menciptakan lingkungan yang memungkinkan hal ini menjadi norma sangat penting. Ibu mendapat manfaat dari bantuan petugas kesehatan yang terampil dan pekerja masyarakat untuk mendukung mereka menyusui, serta komunikasi yang sensitif terhadap budaya, dan perlindungan dari hukum dan kebijakan, khususnya di sekitar pemasaran pengganti ASI dan cuti melahirkan.

UNICEF berkampanye untuk pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan terus menyusui selama dua tahun atau lebih, menggunakan taktik kreatif untuk menarik perhatian pada masalah ini. Baru-baru ini sebuah kampanye di Uruguay dan Argentina telah diluncurukan, "Memberikan ASI adalah memberikan yang terbaik dari Anda," yang dibintangi aktris Uruguay Natalia Oreiro, bertujuan untuk meningkatkan pemberian ASI di antara ibu berkarir.

###

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Peter Smerdon
UNICEF New York
Tel + 1 212 303-7984
Mobile: + 1 917 213-5188
psmerdon@unicef.org    

Rita Ann Wallace
UNICEF New York
Tel: + 1 212 326-7586
Mobile: + 1 917 213-4034
rwallace@unicef.org

 

 
Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children