Pusat Media

Keterangan Pers

Kontak untuk media

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

Panggilan untuk memprioritaskan anak dalam bisnis

Prinsip Dunia Usaha dan Hak Anak dirilis di Indonesia

JAKARTA, 14 Februari 2013 - UNICEF, Indonesia Global Compact Network dan Save the Children bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta berbagai mitra nasional lainnya menyerukan kepada komunitas bisnis di Indonesia untuk menempatkan kesejahteraan anak sebagai fokus utama dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Pada kesempatan tersebut, Prinsip Dunia Usaha dan Hak Anak (Children’s Rights and Business Principles / CRBP) diperkenalkan dalam suatu perjamuan dengan kalangan bisnis dan institusi pemerintah terkait di Jakarta, yang dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Bidang CSR, Dr Suryani Sidik Motik.

Prinsip-prinsip ini adalah seperangkat prinsip yang komprehensif, yang memberikan panduan bagi perusahaan, tentang berbagai aksi yang dapat diterapkan dalam memenuhi dan mendukung hak-hak anak di tempat kerja dan pabrik, di “pasar” di mana mereka menjual dan mempromosikan produk mereka , serta di kalangan masyarakat. Prinsip Dunia Usaha dan Hak Anak dikembangkan oleh UNICEF, UN Global Compact dan Save the Children berdasarkan masukan dari para pimpinan perusahaan, masyarakat sipil dan perwakilan pemerintah, pakar-pakar utama, serta anak-anak dari seluruh penjuru dunia.

"Dunia usaha, besar atau kecil, pasti bersinggungan dengan anak dalam banyak hal, secara langsung atau tidak. Menjaga hak-hak mereka sangat penting untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dengan anggota masyarakat yang sehat dan terdidik, yang merupakan elemen penting dari setiap lingkungan bisnis yang stabil dan makmur, " ujar Angela Kearney, Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia dalam acara tersebut.

Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), yang didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, akan memainkan peran penting dalam memantau pelaksanaan prinsip-prinsip tersebut di negara ini. UNICEF akan mendukung Kementerian dalam mengembangkan kebijakan dan pedoman bagi komunitas bisnis tentang bagaimana untuk menjadi lebih ramah anak.

Kearney mengimbau Kementerian Perdagangan agar menggunakan kekuatan politik dan ekonominya untuk memastikan bahwa inisiatif ini menandai awal dari suatu pendekatan baru dalam melakukan bisnis di Indonesia dengan dan untuk anak-anak di Indonesia. "Memenuhi hak-hak anak adalah urusan semua orang. Sektor swasta harus memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa hak-hak dasar anak untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan direalisasikan," ucapnya.

Prinsip-prinsip ini telah dirilis di lebih dari 20 negara di seluruh dunia, termasuk China, India dan Malaysia. Hampir 20 negara lain berencana untuk merilis versi mereka dalam beberapa bulan mendatang.

 
Panel Diskusi yang dipandu oleh Hermawan Kartajaya, menghadirkan (ka-ki): Gatot Subagio, VP Corporate Communication, PT Bank CIMB Niaga; Y.W. Junardy, Presiden Indonesia Global Compact Network dan Presiden Komisaris PT Rajawali Corpora; Eny Sampurno, VP Human Resources, PT Unilever Indonesia; dan Devy Yheanne, Head of Corporate Affairs, Kraft Food Indonesia.

###

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

- Regi Wirawan, Communication Officer, UNICEF, email: rwirawan@unicef.org, Tel: 021 29968142

- Patricia Norimarna, Communications and Advocacy Manager, Save the Children, email: patricia.norimarna@savethechildren.org, Tel: +62 21 781 2336

- Satrio Anindito, Programme Manager, Indonesia Global Compact Network, email: satrio@indonesiagcn.org, Tel: +62 21 5761828

 

 

 

 

Prinsip Dunia Usaha dan Hak Anak


Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children