UNICEF Indonesia Laporan Tahunan 2018

Memulihkan kehidupan anak-anak di Indonesia

Windy (7) dan Rara (5) tersenyum di ruang ramah anak di Palu yang didukung oleh UNICEF, terlepas dari semua yang harus mereka lalui selama dan setelah gempa bumi dan tsunami.
UNICEF Indonesia/2018/Arimacs Wilander

Sorotan

Teman-teman,
Senang rasanya dapat membagikan laporan tahunan 2018 kami kepada Anda. Sejak saya bergabung sebagai Perwakilan UNICEF untuk Indonesia tahun lalu, saya melihat pencapaian yang luar biasa, dan juga tantangan yang rumit dari pekerjaan kami dalam melindungi hak-hak setiap anak.

Pada tahun 2018 saja, Indonesia mengalami tiga kali gempa bumi dahsyat yang berdampak besar bagi anak-anak, terutama pada wilayah yang paling rentan. Saya tiba beberapa hari pasca
gempa bumi dahsyat dan tsunami terjadi di pulau Sulawesi pada bulan September lalu dan menyaksikan sendiri daya juang luar biasa masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana.

Dengan bangga saya mengatakan bahwa UNICEF adalah badan PBB pertama yang mengirimkan pasokan darurat pasca bencana ke wilayah tersebut. Staf kami bekerja tanpa lelah dengan Pemerintah untuk menjangkau 1,4 juta orang di Sulawesi dan Lombok, termasuk 475.000 anak-anak, yang dapat Anda baca pada halaman 8-9. Anda juga dapat membaca di halaman 5 tentang bagaimana kami membantu mempertemukan kembali seorang ayah dengan putranya di Palu, satu dari puluhan anak terpisah yang berhasil kami lacak dan pertemukan kembali bersama keluarga mereka.

Tanggap darurat merupakan elemen utama dari program negara kami pada tahun 2018. Tetapi itu hanya satu bagian dari kerja kami dengan banyak aktor kunci untuk menjangkau anak-anak yang berisiko tertinggal. Pada tahun 2018, bersama dengan mitra Pemerintah dan masyarakat sipil, kami memulai fase kedua kampanye imunisasi nasional selama dua tahun untuk memvaksinasi hampir 70 juta anak terhadap campak dan rubella.

Pada halaman 6, Anda dapat membaca bagaimana kami bekerja dengan pejabat kesehatan setempat dan LSM di kota Ambon. Di Indonesia Timur dipastikan bahwa setiap anak, bahkan mereka yang berasal dari komunitas yang paling sulit dijangkau dilindungi terhadap penyakit yang dapat dicegah.

Untuk memberikan setiap anak kesempatan yang adil dalam hidup, kami berupaya untuk memastikan ketersediaan akses yang sama terhadap kesempatan belajar yang menyediakan
pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkembang. Di Brebes, kami mendukung inisiatif Kembali ke Sekolah (Back to School Initiative) di mana 7.000 anak memiliki kesempatan untuk kembali ke bangku pendidikan formal dan non-formal. Widi, seorang anak yang berusia
empat belas tahun adalah salah seorang anak yang bermimpi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan, meskipun dalam kondisi kesulitan ekonomi.

Anda dapat membaca kisah inspiratifnya pada halaman 11. Meskipun ada kendala substansial yang tersisa, saya optimis bahwa kita mempunyai potensi untuk sukses karena kita semua
berkomitmen untuk mencapai tujuan yang sama: mewujudkan hak-hak semua anak di Indonesia. Kami berterima kasih atas dukungan dari 62.000 donor individu, mitra pembangunan dan
seluruh juara-juara Indonesia yang berkontribusi bagi anakanak dan membuat kemajuan menjadi nyata. Selanjutnya, upaya kolektif kami adalah untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan dan lingkungan, serta menawarkan harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak.

Debora Comini

Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia

Laporan Tahunan 2018

Penulis

UNICEF Indonesia

Tanggal penerbitan

Bahasa-bahasa

Inggris,
Indonesia

Unduh laporan

(PDF, 1,10 MB) (PDF, 1,10 MB)