Penilaian Cepat: Layanan Imunisasi di Indonesia

Dampak pandemi COVID-19 terhadap layanan imunisasi di Indonesia

Immunization at Yakasib Village, Namblong District
UNICEF/2020/Marten Roy Wadi

Sorotan

Kementerian Kesehatan Indonesia, dengan dukungan teknis dari UNICEF, melakukan penilaian cepat di berbagai tingkat sistem kesehatan untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dampak COVID-19 pada layanan imunisasi. Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengidentifikasi kesenjangan, mengumpulkan persepsi tenaga kesehatan, mempersiapkan dimulainya kembali dan meningkatkan skala kegiatan imunisasi, dan menyesuaikan intervensi untuk menjangkau masyarakat rentan.

Dari 20 hingga 29 April 2020, ada 5.329 dari 9.993 Puskesmas yang berpartisipasi dalam survei online dengan tingkat penyelesaian 89%, mencakup 388 dari 540 kabupaten dan kota di 34 provinsi di Indonesia.

Hasil survei menunjukkan bahwa di hampir 84% dari fasilitas kesehatan yang melaporkan, layanan imunisasi mengalami gangguan signifikan akibat wabah COVID-19 dan kebijakan pemerintah saat ini mengenai langkah-langkah menjaga jarak. Ada banyak Puskesmas yang tetap memberikan layanan imunisasi selama pandemi COVID-19, tetapi banyak juga yang mengalami gangguan atau bahkan menghentikan layanan imunisasi sepenuhnya. Ada potensi risiko wabah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin jika layanan imunisasi tidak diperkuat dengan memberikan pengetahuan yang memadai dan  mempersiapkan sumber daya.

Sebagai tanggapan langsung terhadap hasil survei, Kementerian Kesehatan mengembangkan pedoman tentang pemberian praktik imunisasi yang aman selama pandemi COVID-19. Pedoman tersebut telah disosialisasikan ke 34 provinsi pada awal Mei 2020.

Penulis
UNICEF, Kementerian Kesehatan
Tanggal penerbitan
Bahasa
Inggris, Indonesia

Unduh laporan

(PDF, 10,10 MB)