Laporan Kajian Cepat Kesehatan

Memastikan keberlangsungan layanan kesehatan esensial anak dan ibu di masa pandemi COVID-19 di Indonesia

A mother registers her baby for vaccination
UNICEF/UNI350152/Fauzan Ijazah

Sorotan

Kementerian Kesehatan Indonesia, dengan dukungan teknis dari UNICEF, melakukan kajian cepat di berbagai tingkat sistem kesehatan untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dampak COVID-19 pada layanan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengidentifikasi kesenjangan, mengumpulkan persepsi tenaga kesehatan, mempersiapkan dimulainya kembali dan meningkatkan layanan bagi ibu, bayi baru lahir, dan anak secara aman, dan menyesuaikan intervensi untuk menjangkau masyarakat rentan.

Dari April-Mei 2020, ada 2.740 Puskesmas yang berpartisipasi dalam survei online dengan tingkat penyelesaian 86%, mencakup seluruh 34 provinsi di Indonesia.

Survei menunjukkan bahwa 75% Posyandu ditutup dan lebih dari 41% kunjungan rumah ditangguhkan. Hampir 86% dari Posyandu melaporkan penangguhan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. 55% melaporkan penangguhan layanan imunisasi dan 46% melaporkan gangguan distribusi vitamin A, dan 46% melaporkan penangguhan layanan perawatan antenatal.

Alasan utama dari penangguhan layanan meliputi masalah keamanan masyarakat serta langkah-langkah menjaga jarak fisik dan kecemasan petugas kesehatan.

Berdasarkan temuan-temuan ini, Kementerian Kesehatan, dengan dukungan dari mitra termasuk UNICEF, bekerja untuk memastikan keberlanjutan layanan kesehatan penting bagi ibu dan anak selama pandemi COVID-19, termasuk pengembangan pedoman yang relevan dan materi pendidikan kesehatan serta pengembangan kapasitas untuk tenaga kesehatan.

Penulis
Kementerian Kesehatan RI, UNICEF
Tanggal penerbitan
Bahasa-bahasa
Inggris, Indonesia

Unduh

(PDF, 2,12 MB)