Air minum swadaya untuk air yang dikelola dengan aman: Dikembangkan atau dialihkan?

Rekomendasi kebijakan

Water
UNICEF/2018/Noorani

Sorotan

Selama berabad-abad, rumah tangga bertahan dan berkembang dengan mengandalkan air minum swadaya sederhana yang sebagian besar bersumber dari air tanah yang dibiayai sendiri dan dikelola sendiri oleh rumah tangga individu. Dengan pengolahan di titik penggunaan yang tepat seperti perebusan atau penyaringan, di samping perlindungan sumber yang tepat, air swadaya dapat menyediakan air yang dikelola dengan aman bagi rumah tangga. Namun, karena penggunaan air tanah oleh rumah tangga seringkali tidak diatur dan dipantau, beberapa risiko mungkin muncul. Risiko-risiko ini meliputi kontaminasi tinja pada wilayah pedesaan dan perkotaan, meliputi kontaminasi tinja, variabilitas musiman, dan ekstraksi berlebihan. Dengan permintaan akan air minum aman yang terus meningkat, haruskah air swadaya didorong atau dihambat? Apa peran pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam memastikan masa depan yang berkelanjutan untuk pasokan air minum yang dikombinasikan dengan konservasi air tanah?

Kami menyajikan temuan dan rekomendasi dari sintesis tinjauan peraturan yang berlaku, analisis data nasional dan analisis data penelitian air swadaya yang sedang berlangsung di kota-kota terpilih di Indonesia.

Penulis
Universitas Indonesia, University of Technology Sydney and UNICEF Indonesia
Tanggal penerbitan
Bahasa
Inggris, Indonesia

Unduh laporan

(PDF, 975,09 KB)