Komitmen Melayani Ibu dan Anak

Kader Kesehatan di Kota Kupang Tetap Berjuang Memberikan Pelayanan Esensial di Tengah Pandemi COVID-19

UNICEF
Fayra, 4 bulan, tengah menerima satu suntikan vaksin polio saat sesi imunisasi di Posyandu Kamboja VIc di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
UNICEF/UN0567669/Ijazah
11 Februari 2022

Sekali dalam sebulan, pintu depan rumah ibu Linda—sapaan akrab Ermelinda—dipenuhi oleh suara para relawan dan tawa anak-anak. Ada kalanya suasana nampak semrawut dan terkadang pula terdengar ramai, namun sebagai relawan kader Kesehatan, Linda sangat bersyukur akan hal itu. Sejak 2007, pada tanggal 12 setiap bulannya, rumah Linda berfungsi ganda sebagai Pos Pelayanan terpadu (Posyandu) dimana seluruh orang tua di lingkungan itu membawa anak mereka untuk memperoleh pemeriksaan, pemantauan, vaksin, berikut juga saran dan masukan umum lainnya teruntuk kesehatan anak mereka.

Sejak lama, Linda selalu bercita-cita untuk mengikuti  jejak ayahnya sebagai mantri. Namun karena impian itu tidak terwujud, dia kemudian memilih menjadi kader dengan cara mendukung para tenaga kerja kesehatan (Nakes) serta bidan komunitas dalam rangka melaksanakan tanggung jawab mereka. Terinspirasi dari kecintaan sang ayah kepada profesi dan anak-anak, Linda kemudian memilih untuk tetap dekat dengan masyarakat, serta membantu apapun yang dapat dia lakukan. Berkat dedikasi dan dukungan penuh dari suami dan keluarganya, dengan senang hati dia menawarkan rumah sebagai tempat pemeriksaan setiap bulannya.

Ibu-ibu membawa serta anak mereka ke Posyandu Kamboja IVc
UNICEF/UN0567454/Ijazah
Ibu-ibu membawa serta anak mereka ke Posyandu Kamboja IVc

Posyandu Kamboja IV-C, merupakan anak usaha Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat, yang menjadi pusat percontohan, dan dikelola oleh lima kader termasuk Linda, Bersama bidan dan tenaga Nakes lain dari Puskesmas. Disebut sebagai pusat percontohan karena Posyandu tersebut telah melaksanakan program vaksinasi secara baik dan benar, sehingga wajar apabila pos ini digadang-gadang berhasil meraih imunisasi anak universal.

Kelima kader tersebut terus bekerja tanpa lelah. Setiap saat data kelahiran masuk ke dalam catatan sistem, secara langsung mereka akan tahu siapa yang belum dan sudah melakukan vaksinasi. Hingga saat informasi ini dikumpulkan, sudah ada sedikitnya 30 keluarga bersama dengan anak-anak mereka yang telah terdaftar, yang terhubung langsung melalui grup WhatsApp. Selain itu, mereka juga bekerjasama dengan pemuka agama setempat untuk membantu menyebarkan pengumuman melalui pengeras suara di tempat ibadah. Tak jarang pula mereka langsung datang ke rumah warga jika ada salah satu anggota yang tidak masuk, untuk memastikan bahwa semua baik-baik saja.

Bahkan, saat Posyandu terpaksa ditutup pada masa awal penyebaran COVID-19, Linda dan kader lainnya tidak menghentikan kepedulian mereka kepada masyarakat. Mereka secara berkala tetap memantau dan berkomunikasi dengan para orang tua untuk memastikan bahwa mereka tahu apa yang harus dilakukan dan kemana harus pergi untuk memeriksakan diri saat rumahnya tidak lagi berfungsi sebagai Posyandu.

Kader kesehatan dari Posyandu Kamboja VIc tengah berkunjung ke desa Sikumana untuk memberikan layanan kesehatan sekaligus menggalakkan program vaksinasi anak kepada masyarakat sekitar.
UNICEF/UN0567664/Ijazah
Kader kesehatan dari Posyandu Kamboja VIc tengah berkunjung ke desa Sikumana untuk memberikan layanan kesehatan sekaligus menggalakkan program vaksinasi anak kepada masyarakat sekitar.

“Saat Posyandu tutup, para kader mengirimkan kami pesan melalui WhatsApp sehingga kami paham kemana harus pergi saat ada jadwal imunisasi”, ungkap ibu yang secara berkala berkunjung ke Posyandu bersama anak laki-lakinya.

 

“Para bidan selalu memberitahukan ihwal program vaksin dan menjelaskan kegunaan beserta efek samping, yang membuat saya lebih percaya diri,” tambahnya.

Ibu Arince

Sejalan dengan dibuka kembalinya Posyandu di masa Pandemi, mereka senantiasa mengikuti anjuran pemerintah seperti mengenakan masker untuk para kader, masker dan PPE untuk para Nakes, pengaturan kursi bagi para ibu dan anak hingga keberadaan tempat cuci tangan yang disediakan oleh ibu Linda tidak jauh dari pintu masuk. Kediaman tersebut cukup mendukung karena ketersediaan ruang terbuka yang luas serta pepohonan yang rindang, yang memudahkan proses jaga jarak sosial.

Selain diberlakukan untuk para Nakes dan relawan, kebijakan yang sama juga disosialisasikan kepada ibu-ibu yang hadir, “Sebelum pandemi, biasanya kami cukup membawa buku Kesehatan saja”, ungkap ibu Arince seraya tertawa, “Namun kini, setiap kali hendak ke Posyandu, kami harus membawa serta kain timbangan, mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan lainnya.”

Para ibu tengah menunggu anak mereka untuk divaksin
UNICEF/UN0567458/Ijazah
Para ibu tengah menunggu anak mereka untuk divaksin

Tidak berhenti di situ saja, para kader juga mempersiapkan PMT atau makanan tambahan untuk anak-anak. Hanya saja, karena adanya aturan pemerintah yang melarang konsumsi di tempat, sehingga, para relawan mensosialisasikan untuk makan di rumah. Ini dilaksanakan dalam rangka memastikan bahwa setiap orang bisa merasa aman dan nyaman.

“Semoga saja para kader dan Nakes tetap terjaga kesehatannya agar dapat memberikan layanan ini,” ujar seorang ibu yang membawa serta anaknya yang baru berumur 4 bulan untuk mendapatkan imunisasi. “Puskesmas dan Posyandu tetap buka di tengah kondisi apapun, sehingga anak-anak di desa ini bisa sehat terus”.

Setiap kali tanggal pelaksanaan program bulanan Posyandu semakin mendekat, ibu Linda beserta kader lainnya serta merta mengemasi kursi, timbangan, dan alat monitor lainnya. Mereka mencatat satu persatu secara teliti untuk memastikan tidak ada satupun yang tertinggal. Kemudian mereka mulai melakukan kunjungan bersama bidan dan nakes ke rumah para ibu hamil di desa. Dan biasanya, sebulan atau dua bulan pasca kunjungan itu, para kader, bidan dan nakes disambut dengan tawa bayi yang baru lahir dan siap menjadi bagian dari komunitas itu.

Nakes di Posyandu Kamboja IVc mendata anak-anak untuk memperoleh vaksin polio.
UNICEF/UN0567544/Ijazah
Nakes di Posyandu Kamboja IVc mendata anak-anak untuk memperoleh vaksin polio.