Pedoman pengelolaan limbah infeksius di rumah tangga

Panduan kepada masyarakat dan rumah tangga dalam mencegah penyebaran COVID-19 melalui pengelolaan limbah infeksius secara aman.

Neni Kurniawati sprays disinfectant
UNICEF/UNI374573/Ijazah

Sorotan

Pandemi COVID-19 berdampak pada peningkatan volume limbah dari kegiatan penanganan pasien baik di fasilitas rujukan maupun di tempat karantina dan rumah tangga. Pembuangan limbah yang aman dan efisien merupakan komponen penting dari upaya tanggap darurat yang komprehensif. Limbah yang dihasilkan di rumah dengan orang tanpa gejala atau positif COVID-19 seperti masker medis, sisa makanan dan pembungkus makanan berpotensi menularkan virus corona kepada orang lain yang kontak dengan limbah tersebut.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) memberikan pembinaan kepada masyarakat dalam penanganan sampah di tingkat rumah tangga tetapi tidak memberikan pembinaan tentang cara penanganan sampah infeksius. Minimnya informasi di masyarakat terkait pengelolaan sampah menular yang aman menjadi kendala selama pandemi COVID-19 di masyarakat ini. Limbah infeksius yang dihasilkan rumah tangga dengan anggota yang tertular berpotensi menularkan virus ke anggota keluarga lain dan masyarakat yang bersentuhan dengan limbah tersebut. Oleh karena itu, UNICEF dan Jejaring AMPL akan mendukung Pemerintah untuk mengembangkan pedoman sederhana tentang pengelolaan limbah infeksius di rumah tangga. Panduan ini akan memberikan panduan kepada masyarakat dan rumah tangga dalam mencegah penyebaran COVID-19 melalui pengelolaan limbah infeksius secara aman.

Penulis
Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, UNICEF, Plan, SNV, Jejaring AMPL
Tanggal penerbitan
Bahasa
Indonesia

Unduh laporan

(PDF, 4,67 MB) (PDF, 1,58 MB)