UNICEF: Bekerja di balik layar untuk penanganan COVID-19 di Indonesia

Membentuk tim untuk mendukung pemerintah dalam menangani COVID-19

Suzanna Dayne
UNICEF team coordinates with BNPB team
UNICEF/2020/Wilander
28 April 2020

Apa saja gejala coronavirus? Apa yang harus saya lakukan jika saya sakit? Apakah anak-anak saya aman? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang memenuhi kepala orang-orang di seluruh dunia sejak coronavirus (COVID-19) mulai menyebar dari satu negara ke negara lain. 

Satu bulan setelah China mengumumkan kasus pertamanya, UNICEF Indonesia mulai membentuk tim untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani virus yang mematikan ini. 

Tantangannya berat: Indonesia adalah negara keempat terpadat di dunia.

Tidak lama setelah status darurat nasional diumumkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dan UNICEF memberikan dukungan lewat pengembangan situs resmi pemerintah www.COVID19.go.id dalam waktu empat hari. 

Situs yang diperbarui tiap hari ini memuat informasi terkini seputar COVID-19 yang ditujukan bagi publik, praktisi, dan pembuat kebijakah; situs ini memuat berita terbaru dari otoritas nasional, panduan, materi edukasi, publikasi, dan cerita tentang masyarakat yang saling mendukung. Salah satu menu yang paling populer di situs ini adalah 'Hoax Buster' yang mengungkap kebenaran dari konten berita palsu di internet – seperti mitos bahwa negara tropis tidak akan terpengaruh COVID-19.

Pada bulan pertamanya, situs ini berhasil menjangkau 14 juta orang dengan informasi penting.

 www.COVID19.go.id website interface
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19
Tidak lama setelah status darurat nasional diumumkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dan UNICEF memberikan dukungan lewat pengembangan situs resmi pemerintah www.COVID19.go.id dalam waktu empat hari.

 

Terus bekerja

Tergabung dengan BNPB, tim komunikasi UNICEF bekerja setiap hari dengan staf dan mitra lembaga tersebut. Tim ini berfokus dalam mendukung konferensi media, acara bincang-bincang harian, pesan-pesan utama, survei publik, pembaruan web dan media sosial, pelatihan regional, dan upaya keterlibatan masyarakat.

"Dengan berkoordinasi langsung dengan BNPB, kami memastikan bahwa pesan kepada publik jelas dan konsisten. Selama masa-masa sulit ini, sangat penting bahwa publik memiliki informasi yang tepat," kata Rizky Syafitri, Spesialis Komunikasi UNICEF.

Rizky menyatakan karena situasinya terus berkembang, bekerja dengan BNPB memungkinkan tim UNICEF untuk menyesuaikan dukungannya terhadap respons pemerintah dan memberikan informasi dan data secara real-time.

Salah satu contohnya adalah survei U-Report dari UNICEF baru-baru ini yang berhasil mengumpulkan 7.400 responden orang muda. Hasil survei menunjukkan pemahaman yang kuat tentang mencuci tangan, tetapi ada kesenjangan yang signifikan dengan informasi seputar menjaga jarak fisik dan pesan penting lainnya.

Hasil survei dibagikan dengan BNPB, dimasukkan dalam pengarahan harian mereka, dan mendapatkan liputan luas. Hasilnya membantu untuk memandu pembuatan pesan publik melalui video atau radio iklan layanan masyarakat.

UNICEF Communication Specialist Rizky Ika Syafitri
UNICEF/2020/Wilander
Spesialis Komunikasi UNICEF Rizky Ika Syafitri berbicara di media briefing BNPB, Jakarta, Indonesia, tentang pentingnya melindungi hak anak selama pandemi.

 

Anak-anak di garis depan

Di balik layar, UNICEF membantu memastikan bahwa masalah yang terkait dengan anak-anak dan remaja berada di garis depan respons –  dan mendapatkan perhatian yang sepatutnya. Tim dari unit program UNICEF – Air dan Sanitasi, Perlindungan Anak, Kesehatan, Gizi, dan Pendidikan – bekerja sama dengan otoritas nasional untuk mengurangi dampak pandemi, dengan dukungan dari USAID dan Pemerintah Jepang.

Arie Rukmantara, Chief Field Office UNICEF, saat ini mendukung briefing media BNPB. Dia mengatakan tim menggunakan setiap kesempatan untuk mempromosikan masalah yang penting bagi anak-anak dan keluarga.

"Baru-baru ini, Spesialis Perlindungan Anak kami muncul di briefing harian BNPB untuk berbicara tentang bagaimana orang tua dapat membantu anak-anak mereka belajar dari rumah. Dengan ditutupnya sekolah, ada lebih dari 60 juta anak-anak Indonesia sekarang bergantung pada homeschooling. Jadi, orang tua perlu tahu bagaimana mendukung anak-anak mereka dan terlibat dalam program sekolah di rumah yang didukung UNICEF, "katanya.

Inisiatif seperti 'Rumah Belajar,' platform online, menyediakan konten pembelajaran dan sistem manajemen pembelajaran untuk ruang kelas digital. UNICEF juga bekerja sama dengan otoritas pendidikan untuk mengintegrasikan TV, radio, dan media cetak ke dalam kurikulum. Hal ini akan membantu memastikan semua anak, bahkan mereka yang berada di daerah terpencil atau dengan akses internet terbatas dapat terus belajar selama pandemi.  

Meskipun anak-anak tidak berisiko tinggi tertular virus COVID-19, mereka rentan terhadap dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh pandemi ini. Dukungan UNICEF terhadap upaya pemerintah bertujuan untuk mengurangi banyak dampak negatif yang terjadi selama wabah ini dan, yang lebih penting, setelah krisis ini berakhir.

UNICEF Chief of Field Office Arie Rukmantara
UNICEF/2020/Wilander
Arie Rukmantara, Chief Field Office UNICEF (kedua dari kiri) bekerja bersama BNPB di kantor Jakarta.
 
Respons UNICEF dalam COVID-19 didukung oleh USAID dan Pemerintah Jepang.