Sukarelawan Membantu Masyarakat Melindungi Diri dari COVID-19

Sukarelawan Muhammadiyah Mendukung Masyarakat selama Pandemi

UNICEF
Volunteerism by Muhammadiyah
UNICEF/2020/Arimacs Wilander
06 Juli 2020

Caption (foto di atas): Endah mengenakan masker ke anaknya, Fatima, 3, sebelum keluar rumah, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

“Kebahagiaan menjadi sukarelawan datang dari perasaan bahwa kita berguna. Yang saya tahu, manusia yang baik adalah yang bermanfaat bagi orang banyak.”

Ramadhana

Ramadhana adalah seorang sukarelawan Muhammadiyah COVID-19 Command Centre (MCCC) di Bekasi, Indonesia. Tugas utamanya adalah meningkatkan kesadaran dan berbagi informasi dengan masyarakat tentang COVID-19 dan pencegahan penularan penyakit ini.

Untuk membantu masyarakat mengatasi COVID-19, UNICEF bekerja sama dengan Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, melalui MCC. Dalam kerja sama ini, para sukarelawan digerakkan untuk berinteraksi langsung dengan warga dan melakukan sosialisasi tetang pencegahan penyakit.

UNICEF/2020

Pada hari Minggu pekan lalu, kami mengikuti kegiatan penjangkauan masyarakat yang dilakukan tim sukarelawan di Bekasi. Mereka mendatangi rumah warga dan area publik untuk membagi-bagikan selebaran dan memberikan informasi mengenai cara melindungi diri sendiri dan keluarga agar tidak tertular COVID-19.

“Pertama, kami mencari tahu dulu sejauh apa pemahaman masyarakat tentang COVID-19. Setelah itu, kami sosialisasikan cara meminimalkan risiko penularan, yaitu dengan mencuci tangan, menjaga jarak fisik yang aman, tetap di rumah sebisa mungkin, dan menggunakan masker,” ujar Ramadhana.

Penyampaian informasi yang tepat kepada khalayak yang tepat sangat penting untuk memastikan agar masyarakat Indonesia mampu melindungi diri dari COVID-19. Gaya hidup bersih dan sehat merupakan cara terbaik untuk melindungi diri, mengingat virus ini adalah virus baru dan vaksin untuk mencegahnya belum tersedia.

Volunteerism by Muhammadiyah
UNICEF/2020/Arimacs Wilander
Ramadhana (baju kuning), sukarelawan dari Muhammadiyah, menyampaikan informasi kepada warga seputar pentingnya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

Sebagaimana dianjurkan para ahli kesehatan masyarakat, masyarakat perlu waspada dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, menggunakan masker setiap kali berada di luar rumah, dan menjaga jarak setidaknya satu setengah meter dari orang lain. Selain itu, tetaplah berada di rumah sejauh memungkinkan.

Tindakan pencegahan di atas mungkin terdengar sederhana, namun menuntut perubahan perilaku. Hal ini bisa jadi menantang bagi warga yang tidak memiliki informasi yang tepat dan tidak tahu siapa yang dapat dipercaya untuk memberikan arahan yang benar.

“Saya merasa bahwa masyarakat belum benar-benar paham bahaya COVID dan makna gaya hidup bersih dan sehat,” ucap Ridha, seorang sukarelawan lain dari MCC. “Sebelum wabah COVID pun, kita seharusnya menjalankan cara hidup bersih dan sehat sesuai ajaran agama.”

Volunteerism by Muhammadiyah
UNICEF/2020/Arimacs Wilander
Sukarelawan dari Muhammadiyah mengadakan briefing sebelum keliling untuk menyampaikan informasi kepada warga dan membersihkan tempat ibadah di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

Berbeda dari Ramadhana, Ridha tidak terlalu sering mengunjungi masyarakat. Ia lebih banyak mengoordinasi dialog dengan para pemuka agama serta menempelkan poster dan menaruh spanduk di masjid dan area publik. Saat ditemui, Ridha dan tim hendak membersihkan dan mendisinfeksi dua masjid yang berafiliasi dengan Muhammadiyah. Ridha, berusia 30 tahun, adalah seorang ahli kimia di Departemen Lingkungan di bawah Laboratorium Air dan Udara. Ia tak asing dengan bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam cairan disinfektan.

Ramadhana pun punya pengetahuan dan pemahaman yang baik terhadap kesehatan masyarakat. Sehari-hari, ia bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.

“Dengan latar belakang saya di bidang kesehatan dan sebagai sukarelawan, sejak awal saya sudah tergerak untuk mengedukasi masyarakat tentang virus korona,” jelas Ramadhana. “Masih ada stigma di masyarakat; tidak sedikit yang beranggapan virus korona adalah hasil teori konspirasi atau kebohongan belaka.”

Volunteerism by Muhammadiyah
UNICEF/2020/Arimacs Wilander
Ridha, sukarelawan dari Muhammadiyah, membersihkan sebuah masjid dengan disinfektan di Bekasi, Jawa Barat, untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Sejak bergabung dengan Muhammadiyah pada tahun 2007, Ramadhana telah terlibat di dalam banyak kegiatan sebagai sukarelawan. Ia bahkan pernah mengunjungi dan membantu para pengungsi Rohingya. Akan tetapi, kegiatan yang dilakukannya mengandung risiko.

“Tantangan terbesar adalah risiko terpapar penyakit karena saya berada langsung di tengah masyarakat,” katanya. “Kita tidak bisa mengenali orang sakit yang tidak bergejala.”

Sebagai ayah dari enam orang anak, Ramadhana harus berhati-hati. Baginya, risiko terpapar virus tidak hanya timbul dari pekerjaannya sebagai perawat, namun juga dari kegiatannya mendatangi masyarakat sebagai sukarelawan.

Volunteerism by Muhammadiyah
UNICEF/2020/Arimacs Wilander
Seorang anak laki-laki mencuci tangan di fasilitas cuci tangan di area pemukimannya di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. UNICEF bekerja sama dengan Muhammadiyah, organisasi Islam kedua terbesar di Indonesia, menyediakan fasilitas cuci tangan di berbagai daerah untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Saya punya enam orang anak, yang sulung sudah kelas 4 SD,” tambahnya. “Saya selalu berusaha berinteraksi dengan aman bersama mereka. Setiap kali pulang ke rumah dan sepanjang kami bersama, saya pastikan bahwa protokol keselamatan dipatuhi.” Protokol keselamatan yang dimaksud meliputi mandi  dan berganti baju sebelum menemui keluarga, mengenakan APD selama bekerja di rumahs sakit, dan membatasi interaksi langsung dengan pasien.

Meskipun berisiko, kegiatan Ramadhana dan Ridha telah berdampak positif di masyarakat dan warga yang diajarkan cara melindungi diri pada masa sulit ini.

Volunteerism by Muhammadiyah
UNICEF/2020/Arimacs Wilander
Samsul Bahri, sukarelawan dari Muhammadiyah mengadakan sosialisasi terkait COVID-19 menggunakan speaker di Bekasi, Jawa Barat, 14 Juni 2020.

“Saya belajar mencuci tangan dengan benar, menjaga kesehatan, dan beristirahat cukup dari sukarelawan Muhammadiyah,” komentar Endah, ibu mengandung, sambil memangku putrinya yang baru berusia 3 tahun bernama Fatimah. Endah adalah salah seorang warga yang dikunjungi sukarelawan dari Muhammadiyah. “Tindakan mencegah penyakit adalah mencuci tangan, jaga jarak aman, pakai masker, dan berada di rumah.”

Warga seperti Endah dan Fatimah adalah alasan mengapa penjangkauan masyarakan dan upaya meningkatkan kesadaran sangat penting. Sebagai kelompok rentan, merekalah yang mendapatkan manfaat terbesar dari penerapan perilaku pencegahan COVID-19 secara tepat.

 

 
Volunteerism by Muhammadiyah
UNICEF/2020/Arimacs Wilander
Sukarelawan dari Muhammadiyah menggantung poster panduan isolasi mandiri terkait COVID-19 di area pemukiman warga di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
 Program ini terlaksana berkat dukungan dari USAID.